Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Reza Doemai

menulis itu harus, membaca menjadi kewajiban dan doa oprang tua menjadi langkah menuju sukses

Lurah dan Camat Dilelang? Buat Apa Ya?

OPINI | 08 April 2013 | 20:30 Dibaca: 289   Komentar: 5   0

Dilelang..dilelang..dilelang.. Tapi apa yang dilelang? Mobil, motor, rumah, atau apa? Jawabannya adalah lelang jabatan untuk jabatan lurah dan camat DKI Jakarta. Kok dilelang?

Gubernur DKI, Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi melakukan lelang jabatan lurah dan camat DKI Jakarta bertujuan untuk mendapatkan lurah dan camat yang menguasai masalah, problem lapangan, kemudian dapat lurah dan camat yang mau melayani masyarakat, bukan dilayani. Selain itu, seleksi tersebut bertujuan untuk mendapatkan lurah dan camat yang mampu berkompetensi dalam bidangnya, baik dalam administrasi maupun dalam menyelesaikan masalah di wilayahnya masing-masing.

Namun, lelang jabatan yang dilakukan oleh Jokowi menimbulkan beberapa tanggapan dari berbagai pihak. Terutama yang selama ini telah merasa nyaman dengan kemapanan.

Dengan adanya tanggapan baik yang negatif dan positif, yang pastinya adalah dengan cara ini diharapkan Jakarta kedepannya akan mendapatkan calon-calon pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta pejabat terbaik dari yang terbaik dan mampu dibebani tugas untuk membenahi Jakarta untuk menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan lelang jabatan camat dan lurah yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok, merupakan mekanisme baru yang positif, karena selain melalui proses demokrasi, juga membuat PNS lebih bersemangat untuk bersaing secara sehat.

Diharapkan, langkah yang diambil oleh orang nomor satu di Jakarta ini mampu membangun harapan baru bagi masyarakat Jakarta yang sudah lelah dengan sistem birokrasi yang berbelit-belit dan tidak ada progres lebih baik. Untuk itu, kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya yang berdomisili di Jakarta diharapkan mendukung program ini dan terus memantau agar proses demokrasi, transparasi dan independensi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dutch Bucket System, Narasi Hidup Sebuah …

Dean | | 28 April 2015 | 01:17

Financial Inclusion Index Indonesia Masih …

Faisal Basri | | 28 April 2015 | 00:30

Blog Competition “Keriaan KAA …

Kompasiana | | 22 April 2015 | 16:49

Kupu-kupu, Juga Burung Dodo …

Hikmat Darmawan | | 27 April 2015 | 21:53

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Soal Pelacuran Ahok Memang Terlalu Polos …

Fadli Zontor | 5 jam lalu

Berbeda dengan SBY, Jokowi Adalah Pengamat …

Axtea 99 | 7 jam lalu

Blunder Terbesar Anggun C Sasmi …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 10 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: