Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Yang Basi dan Baru Dari PKS

OPINI | 08 April 2013 | 01:12 Dibaca: 599   Komentar: 65   0

Tanggal 05 April 2013 jam 15:06 WIB saya menulis artikel dengan judul ‘Yang Basi dan Baru Dari Kasus Lapas Cebongan’. Artikel tersebut saya tulis karena gemas melihat pejabat dan petinggi di RI yang asal bunyi (asbun) demi membela diri atau institusi terkait kejadian penyerangan dan pembunuhan di Lapas Sleman Cebongan.

Tanggal 07 April 2013 jam 05:09 WIB saya menulis artikel dengan judul ‘Yang Basi dan Baru dari Partai Demokrat’. Artikel tersebut saya tulis karena saya gemas juga melihat Partai Demokrat, yang baru berdiri dan ikut pemilu tahun 2004, namun langsung menjadikan SBY sebagai presiden RI di kesempatan pertama, bahkan pada tahun 2009 menjadi partai pemenang pemilu dengan perolehan suara lebih dari 21% dan SBY terpilih sebagai presiden RI untuk periode kedua. Di periode kedua pemerintahan SBY dan Partai Demokrat, korupsi yang dilakukan kader-kader Partai Demokrat merajalela hampir disemua kementerian.

Sekarang saya mau bahas tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini unik, dulu waktu petinggi dan elit partai belum kaya raya dan sejahtera, namanya Partai Keadilan (PK), kadernya militan mirip kopassus, komandan bilang serang, maka prajurit akan menurut untuk menyerang, komandan bilang tidur, prajurit pun akan segera tidur, komandan bilang jangan korupsi, prajurit pun tidak korupsi. Sayang seribu sayang, justru komandannya yang korupsi. Hal ini bisa terjadi karena komandan punya wewenang, kekuasaan, koneksitas, dan jatah preman (padahal bukan preman).

Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan kader PKS dalam menyikapi suatu kasus/kejadian/peristiwa, namun pernyataan-pernyataan tersebut, saat ini menjadi sesuatu yang lucu, menjadi bahan lawakan, karena faktanya berbeda 180 derajat dengan kondisi yang ada, yaitu :

- politisi asal PKS Arifinto saat sidang paripurna DPR RI menonton video porno dari gadgetnya, pengakuannya hanya menerima kiriman email gambar porno tanpa melihat isinya.
Fakta : pengakuan Arifinto dimentahkan oleh Irfan Fotografer Media Indonesia yang mengabadikan tingkah laku Arifinto. Ia mengatakan : “Dia buka folder, bukan membuka kiriman email. Foldernya ada banyak, lalu dia klik salah satu folder. Isinya video porno itu, Dari buka folder sampai menonton video porno selesai, sekitar dua menit.”
Tak lama setelah kejadian tersebut, entaj karena malu atau karena sebab lain, ustad Arifinto mengundurkan diri dari PKS dan DPR RI.

- selama 4 periode kepemimpinan presiden PKS, yaitu Nur Mahmudi Ismail, Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, dan Luthfi Hasan Ishaaq, sekjennya selalu dijabat oleh Anis Matta.
Fakta ; rupanya anis matta bosan jadi sekjen terus menerus, menggunakan genk makassar di KPK, Abraham Samad dan Wiwin Suwandi, LHI pun menjadi tersangka kasus korupsi impor daging sapi di kementerian pertanian. Hikmah dari peristiwa ini, LHI mengundurkan diri dan Anis Matta menggantikannya menjadi presiden PKS.

- Selama ini PKS mengklaim telah bekerja maksimal dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
Fakta ; PKS belum dan tidak melakukan apa-apa untuk bangsa dan negara Indonesia. Hal ini terlihat dalam pidato Anis Matta sesaat ditunjuk majelis syuro sebagai presiden PKS yang baru, bahwa PKS adalah macan yang sedang tidur, perlu bangkit dan berbenah diri. Ia mengatakan : “Menurut saya, peristiwa besar ini insya Allah yang menjadi sejarah yang membangunkan macan tidur PKS, Saya yakin, Allah mengirimkan isyarat besar pada kita semuanya, bahwa ini adalah momentum pembenahan diri dan kebangkitan PKS.”

- calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS Hidayat Nur Wahid menilai Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) gagal dalam memberi rasa aman kepada warga Jakarta setelah berbagai tindak kejahatan yang selama ini terjadi di ibu kota, terutama aksi kekerasan geng motor yang meresahkan warga Jakarta. Ia mengatakan : “Sangat disayangkan bila Gubernur tidak bisa menghadirkan rasa aman di Jakarta. Mestinya itu sejak dari dulu sudah diantisipasi dan dicari solusi yang bisa menghadirkan rasa aman bagi warga Jakarta,”
Fakta : setelah kalah di putaran pertama, PKS dan HNW memberikan dukungan kepada Foke yang telah dianggap gagal dibanding memberi dukungan kepada Jokowi yang mempunya harapan membawa Jakarta ke arah yang lebih baik.

- kompasianer Agus Sutondo, Ninoy Karundeng, Gatot Swandito, Sutomo Paguci dll sering menulis hal tidak baik tentang korupsi yang dilakukan presiden PKS LHI, dan kawin siri antara Ustad Ahmad Fathanah dengan Maharani Suciyono. Gak ada yang salah sebenarnya dengan tulisan mereka, karena korupsi dan prostitusi oleh mahasiswi memang hal yang tidak baik, sehingga harus terus disiarkan, agar pelakunya malu sehingga tidak dicontoh oleh umat.
Fakta : dari informasi anak jalanan, mereka telah mengambil formulir pendaftaran calon legislatif dari PKS dan rencana mengadu nasib ke DPR RI melalui PKS. Saat diwawancara mengapa memilih PKS ? Mereka kompak menjawab : “karena hanya PKS yang mau menerima kami yang hina ini, hal ini sesuai dengan perkataan ustad HNW pada 28 januari 2013 yaitu Kalau untuk menjadi kader ada beberapa yang menyatakan diri ingin bergabung dengan PKS. Tapi bagi kami, tidak boleh membeda-bedakan profesi. Siapa pun boleh jadi anggota partai.”

Semoga PKS bisa mencapai peringkat 3 Besar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 11 jam lalu

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 14 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Obat Kuat dan Kehidupan …

Rahmatul Ummah As S... | 8 jam lalu

Insomnia di Usia Lanjut …

Dian Fakhrunnisak | 8 jam lalu

Terima Kasih Guru …

Dinda Rahmawati | 8 jam lalu

Tak Pandai Masak? Mungkin Ini Solusinya …

Siti Zaidah | 8 jam lalu

“Menanti Sinetron Kejar Tayang dari …

Kosmas Lawa Bagho | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: