Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Moh Khoiri

Moh Khoiri 22 tahun, dilahirkan di Kota Pati, 30 Oktober 1991. Pendidikan menengahnya dilaluinya di selengkapnya

Mahasiswa Sebagai Ujung Tombak Politik

OPINI | 07 April 2013 | 02:20 Dibaca: 287   Komentar: 0   0

Mahasiswa seperti yang telah kita ketahui merupakaan pelaku perubahan(agen of change), setidaknya harus mengetahui dan memahami tugas dan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. Seperti


ilmu Perpolitikan, merupakan salah satu disiplin ilmu yang yang musti diketahui oleh para Mahasiswa.  Seperti  yang telah dikatakan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN jakarta. Dr Gevarina Johar,  dalam seminar nasional yang  yang bertema” Mahasiswa Sebagai Kekuatan Politik” yang digelar dalam rangka UIN Book Fair 2011, oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas(DPMU) yang bekerja sama dengan BEM FKIK, BEM J MIPA FST, BEM Akutansi FEB, dan BEM J FKIK, digedung Aula Studium Center(10-05-2011). “Berkaca pada sejarah, ujung tombak perubahan khususnya di dunia Politik adalah mahasiswa, karena Mahasiswa tidak hanya sebagai Intelektual Akademisi, tetapi lebih dari itu, Mahasiswa juga berperan sebagai Intelektual sosialis”.

Menurut Ghevarina, Mahasiswa musti memiliki kesadaran politik, dan kepedulian terhadap masalah - masalah yang dihadapi oleh masyarakat disekitarnya. Karena Ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah, tidak akan cukup untuk menjawab permasalahan yang timbul di era Modern ini. Selain mendapatkan Ilmu dari bangku kuliah, Mahasiswa juga harus mengetahui  Ilmu - Ilmu diluar kampus, meskipun itu semua tidak mempunyai bobot kredit. Karena, bisa jadi Ilmu yang telah didapat diluar Kampus, itulah yang akan menjadi modal dalam menjawab tantangan di era Modern ini. kilahnya

Banyalnya aktifitas mahasiswa seperti; Orasi, Kongres, Seminar, Pernyataan sikap, dan masih banyak tuntutan Akademis lainnya, itu semua merupakan aktifitas mahasiswa dalam berpolitik. Dan itu semua merupakan sarana komunikasi politik baik lisan maupun tulisan. Secara tidak langsung, bisa diketahui bahwa gerakan mahasiswa adalah gerakan Politik. Tinggal bagaimana supaya menyampaikan aspirasi tersebut supaya dapat didengar dan mendapat respon dari Pemerintah. Membikin konsep dan perumusan yang jelas, merupakan 2 hal mendasar  yang harus dilakukan oleh Mahasiswa. Supaya apa yang disuarakan, dapat diperdengarkan, dan kiprah mahasiswa sebagai pelopor politik dapat terwujudkan.

Ghevarina melanjutka, Idealnya, geraklan Mahasiswa merupakan gerakan moral dan politik, dan bukan gerakan politik kekuasaan. Karena disamping Mahasiswa sebagai Aktifis, Mahasiswa juga masih mempunyai tugas Akademisi dan Kaderisasi. Dua hal itulah yang akan membimbing Mahasiswa siap sebagai  pemimpin masyarakat di kemudian harinya. Tentunya, kedua hal tersebut harus ditopang dengan konsistensi idealisme ketika masih di Kampus. Sementara itu, ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia(KAMII) pusat  M. Ilyas, menilai rata - rata Mahasiswa sekarang tidak terlalu banyak yang memikirkan nasib rakyat banyak.

Bahkan, sebagian banyak dari mereka masih banyak yang belum mengetahui tugas dan tujuan mereka sebagai seorang Mahasiswa. Bahkan banyak juga dari mereka yang tidak mempunyaai peta hidup, sehingga pada akhirnya setelah lulus dari kampus, mereka bingung dengan kehidupan yang dihadapi di masyarakat. Karena memang pada awalnya belum mempersiapkan semuanya dengan maksimal, akibatnya bukannya mereka menjadi agen perubahan, tetapi yang terjadi mereka malah menjadi masalah baru bagi masyarakatnya.

Ironis sekali ketika kita melihat fenomina mahasiswa seperti di atas, Dimana Mahasiswa yang sejatinya menjadi pencerah bagi masyarakatnya, ini bukannya menjadi pencerah, tetapi malah menambah masalah baru. Itu semua merupakan tugas dan kewajiban kita bersama, tugas seorang Mahasiswa sebagai agen perubahan. Dan mewujudkan Tri Darma Mahasiswa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, dan melaksanakannya dengan penuh kebijakan. Supaya Integritas kita sebagai  Mahasiswa dan  agen perubahan benar- benar terwujud, terealisasikan menjawab semua persoalan yang ada di Zaman Moder ini.(Kh)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paser Baroe, Malioboronya Jakarta …

Nanang Diyanto | | 24 November 2014 | 14:09

Catatan Kompasianival: Lebih dari Sekadar …

Ratih Purnamasari | | 24 November 2014 | 13:17

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Pak Mendikbud: Guru Honorer Kerja Rodi, Guru …

Bang Nasr | | 24 November 2014 | 11:48

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 5 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 8 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Komunikasi Orang Tua dan Remaja Macet? …

Endah Soelistyowati | 8 jam lalu

Meladeni Tantangan Thamrin Sonata di …

Tarjum | 9 jam lalu

Mari Berpartisipasi Berbagi bersama Sanggar …

Singgih Swasono | 9 jam lalu

IKMASOR DIY Desak MOU Pendidikan dan …

Arkilaus Baho | 9 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: