Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Antara Ziarah Kubur, PKS, dan Wahhabi

OPINI | 06 April 2013 | 20:48 Dibaca: 1706   Komentar: 35   3

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Berita yang muncul belakangan ini diantaranya adalah soal ziarah kubur yang dilakukan oleh Anis Matta selaku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari kegiatan ziarah kubur-nya. Tapi yang bikin heboh adalah karena yang melakukan ziarah kubur tersebut adalah petinggi partai dan jajarannya, dimana partai tersebut (PKS) yang notabene sudah lama di cap sebagai penganut paham Wahhabi, yang di klaim oleh mayarakat umum sebagai anti ziarah kubur.

Menurut saya, ada tiga point utama yang perlu kita cermati secara seksama, yaitu:

1.       Perihal Ziarah Kubur dalam syari’at Islam.

2.       Pengertian sebenarnya dari Wahhabi.

3.       Cap yang terlanjur disematkan pada PKS sebagai penganut paham Wahhabi. Benarkah???

Dari hasil browsing-browsing, akhirnya saya coba ulas sepanjang yang saya bisa, perihal tiga hal di atas.

1. Perihal ziarah kubur dalam syari’at islam.

Dalil di syari’atkannya ziarah kubur adalah: Hadits Buraidah bin Al-Hushoib radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam beliau bersabda : “Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan”. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim dan oleh Imam Abu Daud dengan tambahan lafazh: “Sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan pada hari akhirat”.

Jadi, ziarah kubur memang di syari’atkan dalam islam. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan sebagian umat islam perihal tata cara dan tujuan ziarah kubur. Jika disimpulkan, ziarah kubur bisa dibedakan menjadi dua macam:

a.       Ziarah kubur yang sesuai syari’at, yaitu yang diizinkan oleh Rosululloh SAW dan dalam ziarah ini ada dua tujuan. Pertama, bagi yang melakukan ziarah dapat mengambil pelajaran dan peringatan. Kedua, bagi mayyit ia akan mendapatkan ucapan salam dan doa dari orang yang berziarah.

b.      Ziarah kubur yang termasuk bid’ah, yaitu ziarah kubur dengan tujuan selain yang disebut diatas, diantaranya untuk sholat di sana, thawaf, mencium dan mengusap-usapnya, memohon pada penghuni kubur agar dapat memberi pertolongan, rizki, kesehatan, terbebas dari segala petaka dan bahaya serta permintan-permintaan lainnya yang hanya biasa dilakukan oleh para penyembah berhala.

Keterangan diatas saya ringkas dari  http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/10/21/ziarah-kubur-antara-yang-sunnah-dan-yang-bid%E2%80%99ah/. Lebih jelasnya silahkan kunjungi link tersebut atau bisa baca juga link ini http://kautsarku.wordpress.com/2011/05/18/amalan-yang-dilakukan-ketika-ziarah-kubur/ .

2. Pengertian yang sebenarnya dari Wahhabi.

Istilah Wahhabi telah lama muncul di kalangan masayarakat kita. Sebutan Wahhabi didasarkan pada seorang ulama yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau lahir di kota Uyainah pada tahun 1703 (1206 H). Di masanya, Muhammad bin Abdul Wahhab merasa terganggu dengan praktek beragama manusia yang mengandung kesyirikan, tahayul dan pengkultusan para wali dan kuburan, semuanya yang jelas bertentangan dengan syari’at islam. Beliau berkonsentrasi pada upaya membawa manusia kembali pada Tauhid yang benar dan mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Ketika beliau memperbaharui risalah Nabi, beliau menghadapi rintangan dan kesulitan dan ditentang dengan keras karena mengemukakan dakwah ini. Pada hari ini, di banyak tempat dari dunia muslim,  beliau dipandang sebagai seseorang yang sesat yang hendak mengubah agama Islam. Ini adalah kebohongan yang tidak berdasar. Beliau adalah seorang alim ulama besar, sebagaimana ribuan ulama yang telah mendahuluinya di atas kebaikan ini. Aqidahnya sama dengan mereka, dan dia hanya menjadi terkenal karena pembelaannya terhadap aqidah ini, karena beliau datang pada waktu dimana praktek-prakek sesat begitu menyebar sehingga praktis beliau sendirian dalam pembelaannya terhadap kebenaran.

Lebih jelasnya, silahkan baca di http://www.raudhatulmuhibbin.org/2009/12/menyingkap-mitos-wahhabi.html

Menurut hemat saya, ziarah kubur yang termasuk bid’ah sebagaimana yang telah di bahas di point 1 di atas itulah yang menjadi perhatian Muhammad bin Abdul Wahhab dan orang-orang yang mengikuti perjuangannya, agar dapat mengembalikan kepada Tauhid yang benar dan mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW.

3. PKS penganut paham Wahhabi. Benarkah???

Sepanjang yang saya pahami, PKS dengan Tarbiyahnya memang memiliki misi untuk membentuk pribadi muslim yang Kaffah (utuh) dalam pemahamannya terhadap Islam. Maka tidak heran jika ada seorang muslim yang telah masuk dalam Tarbiyah akan merasa seperti baru belajar Islam dan terbukakan pemahamannya, meskipun dia terlahir dari keluarga muslim. Tarbiyah berusaha membawa Islam pada pemahaman yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Karena itulah, PKS dengan kader-kadernya kadang di cap sebagai golongan keras, radikal, kaku, bahkan Wahhabi.

Namun, saya juga paham bahwa tidak sepenuhnya PKS itu keras dan kaku, diantaranya soal ziarah kubur yang kita bicarakan ini. Jika dikaitkan dengan jama’ah Ikhwanul Muslimin (IM), dimana PKS mengadopsi gerakan jama’ah ini, kita bisa melihat bahwa IM dalam salah satu rukun baiat yang di susun oleh Imam Hasan Al Bana (pendiri IM), yaitu rukun pertama Al Fahmu (pemahaman), yang di dalamnya terdapat 20 prinsip, yang salah satu prinsipnya menyebutkan “bahwa ziarah kubur, sebagaimanapun bentuknya, merupakan sunnah yang disyariatkan dengan tata cara yang sesuai dengan tuntunan.”

Sumber: http://www.hasanalbanna.com/rukun-rukun-baiat/

Jadi jelas, ziarah kubur yang sesuai syari’at adalah tidak dilarang oleh PKS.

Kesimpulan yang saya dapatkan:

1.       Ziarah kubur termasuk amalan yang di syari’atkan dalam Islam dan harus sesuai dengan tuntuan Rosululloh SAW yang shohih, tanpa diwanai dengan tujuan dan kegiatan lain yang dikhawatirkan menjurus ke dalam bid’ah (sesuatu yang dibuat-buat atas nama syari’at).

2.       Istilah Wahhabi yang dikenal oleh masyarakat kita pada umumnya adalah perlu diluruskan. Wahhabi bukanlah suatu aliran atau pemahaman baru dalam islam. Wahhabi hanyalah sebutan bagi orang-orang yang berjuang dalam kemurnian Tauhid dan Aqidah, sebagaimana ulama Muhammad bin Abdul Wahhab (dimana Wahhabi disandarkan pada namanya) melakukan pemurnian Tauhid dan Aqidah, setelah melihat kenyataan bahwa banyak dari umat islam yang telah mencampr adukkan ibadahnya dengan kesyirikan dan tahayul.

3.       PKS bukanlah Wahhabi. Malah lebih tepatnya menurut saya, PKS adalah representasi IM di Indonesia. Oleh karena itu, sah-sah saja jika Presiden PKS dan jajarannya berziarah ke makam sunan Kalijaga, dalam rangka mendoakan dan memahami sejarah dan perjuangan para wali dalam dakwah di Nusantara. Lihat: http://www.merdeka.com/politik/safari-politik-anis-matta-ziarah-ke-makam-sunan-kalijaga.html

Wallohua’lam…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: