Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi? Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

OPINI | 05 April 2013 | 11:41 Dibaca: 425   Komentar: 0   0

13643019001798724102

Bapak Prabowo Subianto selaku ketua Dewan Pembina Partai Demokrat memberikan apresiasi terhadap karya kompasianer

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi ?

Kita adalah warga negara Indonesia (WNI), komunitas inilah yang dihimbau oleh Bapak Prabowo Subianto untuk ikut berperan serta dalam membangun bangsa. Membangun bangsa dalam arti yang sebernarnya yaitu terwujudnya ciita cita masyarakat yang adil makmur sejahter sesuai dengan amanat pembukaan UUD 45 aline ke -4. “Kita ” itu bisa saja kaum intelektual, pedagang, mahasiswa, petani dari seluruh profesi yang ada di negeri ini dn segenap potensial anak bangsa.  Apakah “kita”  itu termasuk para pejabat yang sedang memangku jabatan ?  tentu saja mereka termasuk selama para sahabat kita itu tidak tersangkut dengan 7 dosa sosial alias KKN.

Kalau bukan kita siapa lagi, ya kitalah yang diharapkan bekerja. Masa’ untuk mengurus negara ini dicarikan orang asing seperti  naturalisasi di PSSI. Tentu tidak, masih banyak putra bangsa terbaik dan bersih yang siap melaksanakan tugas membangun negeri ini. Himbauan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu ditujukan kepada setiap warga negara yang memiliki integritas moral terpuji dan peduli akan nasib masa depan bangsa Indonesia.

Kalau bukan sekarang kapan lagi ?.

Dimensi waktu yang dimaksud disini adalah siklus perubahan sistem pemerintahan setiap 5 tahun.  Secara normal pergantian pemerintahan dilakukan melalui Pemilihan Umum.  Pak SBY tidak usyah takut dengan kudeta, tidak akan ada penggantian kepemimpinan nasional secara paksa.  Silahkan Bapak menyelesaikan tugas sampai 2014.

Jadi dimensi waktu itu tinggal dalam hitungan bulan sehingga bagi putra putri terbaik Indonesia yang ingin berperan serta memberikann yang terbaik bagi negerinya silahkan bergabung dengan Partai Gerindra.  Inilah saat yang terbaik dan tepat untuk melakukan perubahan mendasar secara konstitusional dengan landasan Pancasila dan UUD 45 yang diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara murni dan konsekuen.

Alasan bergabung

Banyak alasan yang disampaikan warga negara kenapa dia harus bergabung dengan salah satu kendaraan politik. Yes tentunya agar tujuan bisa lebih terarah pada setiap kegiatan.  Warga negara akan lebih baik apabila menyampaikan aspirasi melalui Partai Politik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.  Bergerak sendiri atau independent hanya akan menguras enerji dan menghabiskan sumber daya.  Ibarat sebatang lidi, dimana ada kekuatan.  Perhimpunan lidi yang banyak serta diikat dengan kawat justru dapat dipastikan akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat.  Kawat pengikat himpunan lidi itu adalah kendaraan Politik yang diberi label Partai Politik.

Awak mulai tahun 2010 ikut berpolitik.  Kebebasan berpolitik adalah salah satu hak azazi manusia yang dijamin dan dilindungi Undang Undang Dasar. . Selama 30 tahun hak berpolitik itu “terpasung” yaitu ketika masih menjabat sebagai anggota Polri. Sesuai  dengan peraturan perundangan anggota TNI /Polri tidak diperkenankan dipilih dan memilih dalam proses  Pemilihan Kepala Daerah serta Pemilihan Presiden. Nah setelah retired, hak memilih dan dipilih itu kembali melekat di tubuh ini dalam artian awak telah resmi menjadi warga negara biasa atau rakyat biasa.

Keputusan awak bergabung dengan Partai Gerindra, bukan sekedar bergabung.  Pilihan ini dijatuhkan karena dengan Gerindra visi dan misi awak berkesesuaian.  Partai yang bersih bersama catatan record yang mengagumkan tergambar dari status keanggotaan Partai gerindra di DPR yang tidak tersangkut dalam tindak pidana KKN. Inilah bukti nyata sebagi komitment kuat anti KKN, bukan sekedar diiklan tetapi dilaksanakan secara konsosten .  Kemampuan membina kader adalah kekuatan posiitif Partai Gerindra.  Hal ini  membuktikan adanya  kekuatan pola kepemimpinan Prabowo Subianto yang tegas tanpa tedeng aling aling. Bersih membersihkan.

Keputusan bergabung dengan Partai Gerindra dalam kapasitas apapun saat ini atau anti adalah wujud pengabdian sepenuhnya dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Disamping itu awak merasa ada kapasitas lebih yang awak miliki yang bisa disumbangkan untuk negara dan bangsa ini.  Pengalaman bekerja selama 30 tahun di birokrat serta memiliki hubungan emosional dengan komunitas beragam serta tetap menjaga eksistensi intelektual melalui  kegiatan mengajar, memberikan semangat kepada awak untuk berjuang sepenuh hati bersama Partai Gerindra

Bersama, mari kita wujudkan Indonesia yang bersih, kuat, aman, bermartabat dan berdikari. Mari kita libas koruptor melalui kotak suara. Mari kita buktikan, pemilih Indonesia cerdas. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

apresiasi-prabowo-subianto-kepada-kompasianer-thamrin-dahlan

Kalau bukan kita siapa lagi,

Salam salaman Indonesia Raya

Boedray, 5 April 2013

PenasehatpenakawanpenasaraN

Thamrin Dahlan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 7 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 11 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 11 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 12 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: