Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Astocha

Ketua FIPIK Forum Ilmiah Peduli Kebangsaan / Ada saat kompetisi, ada saat sinergi

Pilar Ke 5 Kebangsaan : Keadilan

OPINI | 03 April 2013 | 07:58 Dibaca: 80   Komentar: 0   0

Keadilan adalah Pilar Kebangsaan ke 5

1364821923331145574Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. | Alquran Surat Shaad 38 ayat 18-19

Menurut Anda Pembaca, apa makna gunung bertasbih bersama Nabi Daud ? Apa makna burung-burung dalam keadaan berkumpul dan taat bersama Nabi Daud?

Kenapa gunung-gunung bertasbih bersama Nabi Daud? Kenapa burung-burung dalam keadaan berkumpul dan taat bersama Nabi Daud?

Kenapa Nabi Daud mendapat anugrah seperti itu?

Untuk mencoba memahami makna ayat tersebut, saya mencoba bertanya begini:

Apakah sekarang ini gunung-gunung yang sering meletus ini dapat disebut bertasbih bersama SBY?

Apakah alam banyak bencana ini dapat disebut sedang bertasbih bersama SBY?

Apakah “burung-burung” aparat, birokrat, masyarakat, dapat disebut dalam keadaan berkumpul taat bersama SBY?

Dengan berat hati saya menjawabnya, sekarang ini gunung-gunung TIDAK bertasbih bersama SBY.

Burung-burung TIDAK berkumpul taat bersama SBY.

Jadi, gunung-gunung bertasbih bersama Nabi Daud itu berarti alam dalam keadaan tenang, subur, dan menentramkan penduduknya. Sementara itu aparat dan penduduknya dalam keadaan bersatu berkumpul damai dan sejahtera.

Bagaimana menurut Anda?

Kemudian, Kenapa Nabi daud mendapat anugrah itu? Dalam ayat-ayat berikutnya Allah memperlihatkan sebab-sebabya.

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. | Alquran Surat Shaad 38 ayat 20

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat adzab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. | Alquran Surat Shaad 38 ayat 26

13648219781979236386

Jadi, Kenapa? Karena Nabi Daud selama menyelenggarakan kerajaan, dan dalam menyelesaikan perselisihan, selalu dengan melaksanakan hikmah kebijkasanaan. Dengan kata lain menjaga dan menegakkan keadilan.

Oleh karena Nabi Daud sukses menegakkan keadilan, maka gunung-gunung pun bertasbih bersamanya, burung-burung dalam keadaan berkumpul taat bersamanya.

Maka keadilan itulah sesungguhnya PILAR POKOK untuk sebuah negeri.

Bagaimana menurut Anda?

Kembali ke negeri kita ini, maka saya bisa memahami mengapa sering terjadi gunung meletus membawa korban, tsunami yang membawa trauma, banjir di mana-mana dan aparat bertikai, masyarakat bergejolak. Sebab saya merasakan keadilan belum tegak benar.

Apakah Anda memperhatikan, selesai SBY terpilih menjadi Presiden periode kedua, yang diusung Demokrat, PAN, PKB, PPP, dan PKS?

SBY merekomendasikan ketua MPR adalah kader PDIP (bukan kader pengusung) , memberikan 3 kursi menteri untuk Golkar (Bukan kader pengusung).

Pertanyaannya, mengapa tidak dari kader pengusung, misal Hadi Utomo yang Ketua Umum Demokrat – yang sekarang sepertinya tidak menikmati hasil kerjanya.

Apakah akan disalahkan orang, kalau SBY tidak membagi menteri ke Golkar? Saya yakin tidak. Siapapun bisa memaklumi dan memahami jika Ketua MPR dari kader pengusung, dan menteri-menteri dari kader pengusung juga.

Tetapi sebaliknya, walaupun hak prerogratif di tangan Presiden, cukup terasa keadilan dilukai ketika yang bukan pengusung bahkan memperoleh 3 kursi menteri, sementara pengusung seperti PKB dan PPP hanya 2 kursi.

Saya yang orang awam, sangat bisa merasakan betapa lukanya keadilan.

Kalaupun toh partai pengusung, dengan rendah hati mengatakan bisa menerima, yaitu walau bukan pengusung memperoleh lebih kursi menteri, tetapi Allah dan alam dan sepertinya tidak rela keadilan dilukai.

Suasana ketidakadilan berlanjut dengan adanya diskriminasi yang terpampang nyata (pinjam istilahnya Syahrini) perlakuan sesama tersangka. Ada tersangka sudah ditangkap ada tersangka masih bebas. Ada yang sudah menerima dana 5 milyar dan menikmati selama 2 tahun, dan baru ada kemauan mengembalikan ke KPK setelah setelah KPK mengetahui, tetapi orang itu tidak diambil tindakan. Sementara yang belum menerima, hanya disebut orang AKAN menerima, SUDAH ditangkap.

Maka ketika keadilan tidak tegak maka wajar kalau alam tidak bersahabat, sesama aparat bertikai masyarakat tawuran.

Jadi, Keadilan adalah Pilar Pokok Negara. Jika sudah ada 4 pilar Kebangsaan yaitu UUD 45, Pancasila, dan NKRI, dan Bhenika Tunggal Ika, maka bolehlah Keadilan itu adalah pilar kelima.

Saya berharap ada yang mau menyampaikan ini ke SBY. Jika ingin negeri ini aman, sentousa, aparat bersatu, rakyat sejahtera, tolonglah SBY mengembalikan keadilan menjadi tegak. Ayo kita bantu SBY.

Bagaimana menurut Anda?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 5 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 9 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: