Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Sapi LHI dan Sapi Samiri dalam Hukum Darurat

OPINI | 02 April 2013 | 04:00 Dibaca: 186   Komentar: 0   1

Samiri membuat patung sapi dari emas agar bisa menarik para pengikut Musa. Samiri merasa tidak puas menyembah Allah yang tidak kelihatan. Samiri memroklamirkan bahwa apa yang mereka sebut Allah harus nampak di depan mereka. Alasan Samiri adalah apa yang ada dalam hati setiap manusia berbeda-beda. Dengan alat visualisasi berhala maka menurut Samiri hal itu lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dan Samiri pun meyakinkan bahwa apa yang dilakukan adalah benar menurut logika akalnya.

Penyembahan yang dipimpin oleh Musa adalah ibadah yang sama sekali abstrak dan tidak memiliki patokan dan wujud Allah yang disembah. Bahkan Musa pun menantang Allah untuk menampakkan ‘wujud’ Allah. Namun apa yang terjadi, begitu Musa akan diperlihatkan ‘wujud’ Allah, dan Allah sudah meyakinkan bahwa Allah tidak dapat dilihat dan manusia tak akan mampu melihat Allah. Musa tetap saja memaksa ingin melihat keajaiban Allah. Musa melakukan hal itu akibat tekanan dari Samiri yang menentang Musa.

Maka disuruhnyalah Musa naik ke sebuah bukit. Di situlah Allah menampakkan mukjizatnya dan terpentallah Musa. Musa menyerah. Namun di balik itu Samiri tetap menuntut pemujaan dalam bentuk visual alias berhala.

Dikisahkan dengan sangat menarik para pengikut agama kebenaran Allah, Nabi Musa berada di Gurun dan Padang Pasir selama 40 tahun. Sejak terbebas dari perbudakan Yahudi oleh Mesir selama ratusan tahun, baru kala itu bangsa Yahudi memiliki kebebasan dalam arti luas.

Masa empat puluh tahun itu adalah masa bagi bangsa Yahudi untuk memersiapkan mereka secara mental. Dari keterkungkungan ratusan tahun, Yahudi menjadi bebas. Ibarat burung dari dalam sangkar yang dibebaskan akan gagap. Maka masa empat puluh tahun hidup di gurun adalah masa persiapan pergantian setengah generasi. Dengan demikian ketika bangsa Yahudi pulang ke Tanah Yang Dijanjikan, maka mereka telah siap dan baradab.

Anehnya, selama empat puluh tahun itu, Musa tidak mengizinkan pengikutnya untuk memanfaatkan dan menganggap mereka dalam keadaan darurat. Aqidah Musa dengan konsep Tuhan abstrak yang tak visual di tengah tuntutan tentang visualisasi Tuhan yang dipimpin Samiri - yang pada akhirnya Samiri membuat berhala sesembahan berwujud sapi emas yang mampu mengeluarkan lenguhan.

Fenomena keterkaguman adanya sapi emas yang bisa mengeluarkan suara menjadi daya tarik dibandingkan dengan ibadah yang dipimpin Musa tanpa adanya benda sebagai Tuhan, menjadikan sapi emas buatan Samiri terkenal. Namun pada akhirnya kekuasaan Allah membunuh Samiri. Samiri meninggal dunia. Berakhirlah sudah ajaran Samiri dengan sapi emasnya.

Perlawanan mirip Samiri terjadi pada kasus Luthfi Hasan Ishaaq. Di tengah maraknya korupsi yang transparan dan tak tahu malu, seorang tokoh besar Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dihadapkan pada keadaan darurat. Ketika semua orang korupsi dan orang tidak akan kaya raya tanpa korupsi, maka LHI termasuk pada awalnya menentang diberlakukannya ketentuan dan ajaran bahwa dalam keadaan darurat - demi tegaknya partai dan agama PKS - maka semua cara bisa ditempuh untuk membela dakwah partai dan agama PKS.

Banyak tokoh dalam pengajian partai selalu menyitir tentang hukum keadaan darurat yang didengung-dengungkan. Perumpamaan daging babi yang haram, jika dalam keadaan tidak adanya bahan makanan lain, yang memaksa kita memakannya - dengan konsekuensi akan mati jika tak memakan dan itu menjadi wajib makan daging babi, menjadi ilham dan tamsil yang didorong untuk dipraktekkan oleh para kader. Jadi dalam keadaan apapun harus survive, tujuan menghalalkan segala cara.

Kondisi Indonesia sudah dalam keadaan darurat, keadaan darurat menghalalkan hal yang haram karena demi memertahankan diri. Jika tidak ikut dan mengikuti arus besar, maka tidak akan mendapatkan bagian. Alasan darurat keagamaan seperti ini menjadi pedoman secara diam-diam dipraktekkan oleh elite PKS - buktinya Luthfi Hasan Ishaaq, Achmad Fathanah melakukan korupsi dan dengan gagah berani bahkan tertawa-tawa dan merasa tidak bersalah karena dari sisi psikologi memiliki dasar pemikiran dan pembenaran seperti ketika Samiri membuat patung sapi emas agar disembah - di tengah ketidakpuasan terhadap Musa.

Dalam kasus LHI, kondisi darurat adalah jika semua orang korupsi, sementara kita tidak korupsi dan uang justru akan lari dan diambil partai-partai lain yang memusuhi PKS, maka ikut korupsi dengan dalil darurat adalah wajib hukumnya. Celakanya ini benar-benar dipraktekkan oleh Presiden PKS dan tangan kanannya.

Maka, seperti Samiri yang menuhankan sapi emas, Luthfi Hasan Ishaaq menjadikan sapi sebagai lahan untuk memerkaya diri dengan mengorupsi sapi atas nama dan alasan dalam keadaan darurat dan demi dakwah partai dan agama PKS - bukan agama Islam.

Salam bahagia ala saya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: