Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

(April Mop) SBY Ketua Umum Partai Demokrat

OPINI | 01 April 2013 | 12:19 Dibaca: 508   Komentar: 0   2

3 hari terakhir ini merupakan hari-hari bersejarah dalam perjalanan politik seorang SBY, yang seorang presiden RI juga turun gunung menyelamatkan partai Demokrat dengan menjadi ketua umum DPP Partai Demokrat, dan perjalanan sejarah bagi partai demokrat, dimana seluruh kader partai yang jumlahnya ratusan, bisa aklamasi satu suara dalam pemilihan ketua umum, seperti kerbau di cucuk hidungnya, padahal kalo di partai lain bisa dipastikan dinamika dan persaingan memperebutkan kursi ketua umum dipastikan berlangsung panas. Beberapa conroh : serunya persaingan Akbar Tanjung dengan JK, Aburizal bakrie dengan Surya Paloh di Partai Golkar, Megawati Soekarno Putri dengan Soerjadi di PDI, Bachtiar chamsah dengan Suryadharma Ali di PPP, Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar di PKB dll

Tanggal 30 maret 2013 SBY telah resmi dipilih kongres luar biasa partai demokrat sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum.

Tanggal 31 maret 2013 SBY mengumumkan susunan inti kepengurusan DPP Partai Demokrat, Marzuki Alie ia tunjuk menjadi wakil ketua majelis tinggi menggantikan Anas Urbaningrum, Syarif Hasan ia tunjuk menjadi ketua harian DPP Partai Demokrat, EE Mangindaan ia tunjuk sebagai ketua harian dewan pembina.

Tanggal 1 April 2013 SBY yang tidak bisa tidur pasca terpilihnya dirinya sebagai ketua umum DPP partai demokrat sehingga kantung matanya bertambah besar, serta membaca tanggapan masyarakat dan pengamat politik di televisi, media cetak, media online, media sosial, hampir semua mengkritiknya dengan berbagai macam sebutan yang membuat kuping merah, namun tak bisa membuat ia marah, karena secara sadar ia menyadari kritik mereka benar adanya, bahwa ia adalah Presiden Demokrat, presiden part time, presiden paruh waktu.

SBY yang dalam pidatonya di penutupan kongres luar biasa partai demokrat mengatakan : “Saya telah memutuskan biarkan saya dikritik dan diserang daripada Partai Demokrat tambah susah. Barangkali ini takdir saya tapi dengan pikiran ini saya terima takdir ini dan saya berjuang bersama-sama.” Tampaknya akan berpikir ulang karena kritik dan serangan pasti bertambah besar dari hari ke hari, dan di hari pertama kerja sebagai ketua umum DPP PD, di tanggal 1 April 2013 ini, SBY akan mengatakan : hari ini hari 1 saya bekerja sebagai ketua umum partai demokrat. Hari ini 1 April 2013, adalah hari yang terkenal dengan sebutan hari ‘April Mop (April Fool’s Day)’, maka ijinkan saya menyampaikan janji-janji saya, bahwa saya akan bekerja sepenuh waktu, bukan part time (separuh waktu), baik untuk negara kesatuan RI maupun untuk partai demokrat, dan saya yakin bisa memberi 100% konsentrasi bekerja kepada negara, dan 100% lagi untuk partai demokrat. Saya yakin bisa melakukannya, mohon dukungan dari masyarakat, demi terciptanya kondisi bangsa dan negara yang kondusif, dan partai demokrat yang tidak koruptif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kunonya Rekapitulasi Pilpres, Kalah Canggih …

Ferly Norman | | 22 July 2014 | 07:48

Cara Mudah Kenali Pelaku Olshop yang …

Ella Zulaeha | | 22 July 2014 | 11:59

Kompasiana-Bank Indonesia Blog Competition …

Kompasiana | | 27 June 2014 | 16:59

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11

Bukan Dengkuran Biasa …

Andreas Prasadja | | 22 July 2014 | 10:45


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 6 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 7 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 7 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: