Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mawardi Ardi

Terlahir sebagai anak tertua dari delapan bersaudara,mencoba menulis apa yang difikirkan menyebarkan ide agar bisa selengkapnya

Wahai KPK, Teman Saya Yakin kalau LHI Tidak Korupsi, Bagaimana dengan Anda?

OPINI | 29 March 2013 | 04:14 Dibaca: 745   Komentar: 0   2

Melihat perkembangan kasus suap daging sapi yang melibatkan LHI, sepertinya berbagai tuduhan kepada LHI tidak bisa dibuktikan oleh KPK. Perkembangan terakhir kasus LHI yang semula dugaan suap kuota daging impor, kini tiba-tiba mengarah kepada money laundry (pencucian uang) dan beliau LHI langsung ditetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya pasal apakah yang akan digunakan oleh KPK jika kasus pencucian uang juga tidak terbukti? Wallahu’alam.

Fenomena beralihnya tuduhan kepada LHI membuat saya yakin kalau LHI tidak bersalah, demikian juga keyakinan teman saya ketika beliau membaca berita tentang penangkapan LHI terkait kasus impor daging sapi. Bagaimana teman saya yang golput ini tidak percaya kalau LHI terlibat kasus korupsi ? berikut cerita lengkapnya : Pagi hari setelah kejadian penangkapan LHI ,seperti biasa saya hadir ditempat kerja pagi jam tujuh dan saya bertemu dengan teman saya yang juga seorang pimpinan DPD sebuah ormas Islam di kota Malang. Ketika bertemu saya ,teman saya langsung menunjukkan berita di sebuah media cetak tentang penangkapan LHI. Kebetulan teman saya ini paling suka berdiskusi tentang politik dengan saya, beliau bertanya kepada saya, tentang pendapat saya mengenai kasus yang sedang menimpa LHI.

Saya langsung bercerita tentang kronologis penangkapan LHI, dan saya menyimpulkan bahwa kasus ini adalah rekayasa. Begitu selesai teman saya langsung menanggapi cerita saya, menurut teman saya ia sependapat dengan kesimpulan saya, bahkan dia menambahkan meskipun dia tidak setuju dengan partai politik ,namun beliau tetap yakin masih ada partai politik yang bisa diharapkan ,yaitu PKS. Teman saya juga bilang : “ saya sangat terharu dengan ustadz Lutfi, betapa ketika pengambilan nomor urut partai peserta pemilu 2014 hanya beliaulah satu-satunya orang yang tidak mau bersalaman dengan salah seorang petinggi perempuan dari KPU, ini menunjukkan betapa LHI sangat menjaga syari’at ditengah-tengah rusaknya dunia, saya juga yakin jika ini benar terjadi pasti beliau dijebak oleh orang yang ingin menghancurkan PKS,” ungkap teman saya. Sambil menunjukkan kekecewaannya terhadap pemakaian kata yang kurang tepat pada head line berita Koran pagi itu.

Saya sendiri terharu dengan teman saya, beliaulah satu-satunya orang selalu melihat segala sesuatunya dengan mendahulukan obyektiitas pemikiran, selain itu beliau juga orang yang selalu menganalisa apa yang dibacanya. Lalu bagaimana dengan anda KPK, mau dibawa kemana lagi kasus LHI? Setelah tuduhan pencucian uang tidak terbukti?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 4 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 7 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 7 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 8 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: