Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Zohirikadir

Tempat Lahir: Lampung Alamat : Jl. Matahari No. 5 Kota Tanggerang Pendidikan : S1 ( Hukum)

Hasil Survey LSN Partai Islam Terpuruk 2014

REP | 27 March 2013 | 20:52 Dibaca: 719   Komentar: 0   0

Pemilu 2014 hanya tinggal setahun lagi, bagaimana nasib Partai-partai  Islam pada pemilu 2014 nanti. Dari hasil  survey yang dilakukan  Lembaga Survey Nasional (LSN), menunjukkan bahwa Partai yang berazaskan Islam berada di bawah Partai-partai Nasionalis. Menurut hasil survey Lembaga ini penyebabnya adalah  tidak ada tokoh yang bisa diandalkan. Juga semua partai Islam berada di kubu koalisi, ketika Partai- partai koalisi  terpuruk karena korupsi maka partai Islam juga terkena dampaknya. Lain halnya  dengan Partai yang tidak tergabung dengan koalisi; Hanura PDIP, Gerindra, malah menunjukkan grafik yangmenanjak meninggalkan partai Islam.

Derectur Lembaga Survey Nasional, Umar S. Bakri mengatakan di Jakarta, Minggu (24/3/2013) bahwa Partai Islam terlalu percaya diri, karena punya pemilih yang tetap, punya masa yang militan. Umar Bakri juga  berharap agar partai Islam memperhatikan hasil survey. Dari hasil Survey LSN ini memnunjukkan PKS, PKB, PAN dan PPP berada di bawah Golkar, PDIP, Gerindra, Demokrat, Hanura dan Nasdem.

Sementara LSN juga  mengeluarkan hasil survey Partai yang paling korup;  Demokrat berada diperingkat atas, disusul Golkar, PKS, PDI Perjuangan, PAN, Gerindra, PKB, PPP dan Hanura. Demikrat memnduduki peringkat teratas partai paling korup karena banyak tokoh-tokohnya terlibat korupsi. 70,4 % dari survey menunjukkan Partainya SBY ini adalah partai paling korup

LSN melaporkan bahwa mereka  melakukan survey ini di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel sekitar 1230 responden dengan teknik multistage random sampling. Sementara margin error diperkirakan sebesar 2,8 persen.

Bagaimana jika pemilu dilaksanakan hari ini, dari hasil survey LSN menunjukkan Partai Golkar tetap berada diatas, 18,1%, disusul PDIP 14,4 % dan Gerindra 12,5%.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 9 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 10 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: