Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Diah Budiasih

Mahasiswi gunadarma fakultas ekonomi jurusan akuntansi angkatan 2011.

Keadaan Demokrasi Di Indonesia

OPINI | 24 March 2013 | 19:47 Dibaca: 12   Komentar: 0   0


Saya mendapat tugas dari dosen Kewarganegaraan untuk menjelaskan tentang demokrasi, dan saya akan menjelaskan bagaimana keadaan demokrasi di Indonesia. Sebenarnya apa sih demokrasi itu? Demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat, dan createin yaitu memerintah. Jadi, demokrasi berarti rakyat memerintah. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya (partisipasi). Sedangkan pengertian dari budaya demokrasi itu sendiri artinya adalah kebiasaan berpikir dan berperilaku yang menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi baik dalam.

Dalam budaya demokrasi, setiap warga berhak ikut menentukan kebijakan publik seperti penentuan anggaran, peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan publik. Namun oleh karena secara praktis tidak mungkin melibatkan seluruh warga suatau negara terlibat dalam pengambilan keputusan, maka digunakan prosedur pemilihan wakil. Para warga negara memilih wakil-wakil mereka di pemerintahan. Para wakil ini yang diserahi mendat untuk mengelola masa depan bersama warga negara melalui berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Pemerintahan demokratis diberi kewenangan membuat keputusan melalui mandat yang diperoleh lewat pemilihan umum (Pemilu).

Pemilu yang teratur memungkinkan partai-partai turut bersaing dan mengumumkan kebijakan-kebijakan alternatif mereka agar didukung masyarakat. Selanjutnya warga negara, melalui haknya yang periodik, dapat terus menjaga agar pemerintahannya bertanggung jawab kepada masyarakat. Dan jika pertanggungjawaban itu tidak diberikan, maka warga negara dapat mengganti pemerintahan melalui mekanisme demokrasi yang tersedia.

Dimana pemerintahan itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun, pernyataan itu tidak sesuai dengan apa yang telah terjadi di bumi pertiwi. Sebaliknya, kenyataan yang terjadi berbanding terbalik dengan apa yang dinyatakan bahwa pemerintahan itu dari, oleh maupun untuk rakyat. Memang kekuasaan berasal dari rakyat dan oleh rakyat. Namun pengaplikasian kekuasaan tersebut tidak kembali ke rakyat. Tetapi, jatuh ke tangan para pemerintah yang tidak menjalankan amanah sesuai dengan apa yang dijanjikannya. Maksudnya, hampir kebanyakan pemerintah menjanjikan kemakmuran kepada rakyatnya. Tapi, ia tidak betul-betul mewujudkan harapan maupun keinginan para rakyatnya.

Selanjutnya apabila dalam pemilu sudah terpilih wakil rakyat yang dipercaya masyarakat mampu menjalankan amanat dari masyarakat “bermain-main” terhadap amanat tersebut, apakah itu pula yang disebut demokrasi. Jelas tidak. Banyak para anggota dewan tidak benar-benar menjalankan amanat dan tugas, aspirasi masyarakatpun di dengar hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. Sehingga muncul demonstrasi masyarakat yang merupak salah satu bentuk partisipasi rakyat terhadap negaranya.

Jadi pada intinya budaya demokrasi sangatlah penting. Hanya saja perlu pengawasan dari masyarakat terhadap pemerintahan dan juga perlu adanya pengendalian dari rakyat dalam berdemokrasi.Semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat, mungkin apa yang saya tulis merupakan bentuk demokrasi melalui media masa dalam mengkritik pemerintahan sekarang menurut sudut pandang saya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 18 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 19 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 21 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 23 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: