Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Iswady Wahid

operator warnet yang belajar menulis

Mengukur Kekuatan Incumbent di Pinrang

OPINI | 24 March 2013 | 02:57 Dibaca: 517   Komentar: 0   1

Pilkada Pinrang masih 6 bulan lagi, tetapi geliat para balon menuju Pinrang 1 sudah mulai tampak. Melihat banyaknya baliho yang bertebaran menunjukkan bahwa untuk sementara bupati Pinrang masih berada dalam posisi diunggulkan, walaupun menurut beberapa lembaga survey beliau unggul dibawah 50 persen. Sehingga posisinya belum berada pada level aman. Jika melihat secara objektif A. Aslam Patonangi berhasil dalam beberapa hal, dalam membangun Pinrang. Beliau meraih adipura kembali ke pangkuan bumi Lasinrang, Bantuan dana bergulir bagi petani dan yang paling anyar adalah menjadikan Kabupaten Pinrang sebagai percontohan antikorupsi di Sulawesi Selatan. Peluang menang Aslam tentunya tidak lepas dari kejelian dalam memilih wakil. Melihat konstalasi saat ini beliau mungkin akan memilih Ali Usman ketua Hanura Pinrang dengan tagline ASLI, ataukah memilih ketua DPRD Pinrang dengan tagline ASDAR. Soalnya kedua tokoh tersebut memiliki basis massa yang cukup kuat di daerah Pinrang Utara. Namun sekali lagi itu bukan jaminan bahwa incumbent pasti menang. Soalnya kandidat lain yang merupakan penantangnya, bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Penantangnya kemungkinan besar adalah A. Kaharuddin Mahmud (Wabup Pinrang) - Ardan Razak (Mantan camat Patampanua dan Sawitto), A. Irwan Hamid (Mantan Ketua DPRD Pinrang)-A. Mappanyukki (Staf Ahli Bupati), Abdullah Rasyid (Mantan Bupati Matra)-Faisal Thahir (Anggota DPRD Pinrang), dan Mayor Suriyadi (Kasdim Pinrang)- Dr. Sahabuddin (Anggota DPRD Pinrang).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: