Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ludwinardi

Extraordinary person wanna be | Husband of Amazing Woman | Father of 3 Remarkable Sons selengkapnya

Suara Pecah di Pilwakot Bandung, PKS diuntungkan?

OPINI | 18 March 2013 | 07:58 Dibaca: 797   Komentar: 0   0

13635681212108921816

Kontestan Parpol Pemilu 2014 (Minus PBB dan PKPI)

Sampai dengan tulisan ini dibuat malam tadi (Tgl 17 Maret 2013 jam 22:00), sepertinya pesta demokrasi pemilihan Walikota Bandung yang akan berlangsung 23 Juni nanti bakal diprediksi akan semarak.

Apa pasal…

Karena sampai dengan batas waktu pendaftaran akhir calon peserta, sudah mendaftar sebanyak 8 pasangan yang akan bertanding pada laga Pilwakot Bandung nantinya, diantaranya 4 pasang melalui jalur independen perseorangan dan 4 pasang calon melalui jalur parpol, bisa dibayangkan bagaimana riuh dan bisingnya Kota Bandung nanti.

Dan, berdasar pengamatan penulis, seluruh partai besar yang ada mengikutsertakan masing-masing wakilnya di perhelatan akbar lokal itu, walaupun pada kenyataan sebenarnya hanya 2 parpol yang dapat mengajukan calonnya sendiri yaitu PKS dan Demokrat, dua parpol yang beberapa waktu lalu dilanda prahara badai politik.

Namun dengan strategi penggabungan suara parlemen, Golkar dan PDIP (yang tidak memenuhi syarat pengajuan calon) sepertinya juga turut ikut serta mengajukan jagonya masing-masing.

Strategi penggabungan suara itu ternyata juga dilakukan oleh PKS dan Demokrat yang notabene bisa mencalonkan sendiri tanpa menggabungkan suara parlemennya.

Apakah ada unsur ketidakpercayaan mereka berdua paska prahara politik yang lalu, hanya Tuhan dan mereka berdua yang tahu….

Fenomena ikut sertanya masing-masing perwakilan parpol besar pada arena pilkada seolah menjadi tren, sebut saja pilkada Sumsel, Jabar dan Sumut beberapa waktu lalu.

Sepertinya fenomena kejadian pilkada DKI pada tahun 2007 lalu yang tidak imbang, dimana 1 parpol melawan banyak parpol tidak pernah lagi terjadi, sehingga bisa dipastikan akan terpecahnya perolehan suara masing-masing kontestan.

Hal ini juga menandakan secara umum, bahwa telah meratanya kekuatan parpol-parpol tersebut dengan kelemahan dan kelebihannya masing-masing, baik dari sisi ketokohan (terutama ditingkat lokal), pendanaan, struktur dan lainnya.

Dengan meratanya kekuatan masing-masing parpol tersebut, pertanyaan berikutnya adalah, apakah kemudian hasilnya akan berimbang..??

Penulis mengamati bahwa ada satu syarat yang kemudian menjadi penentu siapa yang menjadi bakal pemenangnya, yaitu kondisi internal parpol.

Ya…

Dalam arena politik, nafas panjang ketahanan menghadapi berbagai situasi politik sangat dibutuhkan dan hal ini ditentukan dengan bagaimana kondisi internal masing-masing parpol tersebut untuk meresponnya.

Dan sepertinya hampir semua parpol tersebut pernah melewati intrik dan friksi internalnya masing-masing, ukuran sederhananya adalah adanya politikus bermental kutu loncat yang mengindikasikan ketidakpuasan terhadap kebijakan parpolnya masing-masing.

Walaupun sebenarnya ukuran ini masih perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut, namun paling tidak dari kacamata masyarakat awam hal tersebut menjadi pertanda tidak beresnya manajemen pengelolaan masalah internal masing-masing parpol tersebut.

Lantas pertanyaan berikutnya adalah apakah kemudian PKS yang mengklaim sebagai parpol yang memiliki kader-kader solid akan memenangkan pertandingan-pertandingan politik secara marathon dan panjang ini…

Sepertinya hanya Tuhan yang tau dan waktu yang kemudian akan membuktikannya…

Kita sebagai masyarakat awam yang menjadi objek hanya berkewajiban memilih yang terbaik dari yang baik atau bahkan memilih yang baik dari yang buruk sekalipun…

Demikian Adanya,
~TheEnd~

Salam Damai,
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 10 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 15 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 15 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: