Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Moch Eksan

Moch Eksan, lahir di Jember, 5 Maret 1975. Adalah putra ketiga dari tujuh bersaudara pasangan selengkapnya

Peta Bumi dan Oportunitas Politik di Jember

OPINI | 14 March 2013 | 20:08 Dibaca: 559   Komentar: 0   0

Peta Bumi Politik Jember

Pada pemilu 2009 lalu, terjadi perubahan besar pada peta bumi politik Jember. Supremasi PKB sebagai partai pemenang pemilu sejak pemilu 2009 sampai dengan pemilu 2004, berganti ke Partai Demokrat. Partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dengan sangat mengejutkan mampu menyisihkan partai-partai besar dan mengakar.

Keberhasilan Partai Demokrat tak lepas dari figur SBY yang menyihir pemilih serta program-program pro-rakyat yang memikat hati pemilih. Sementara partai yang lain, gagal mengkonsolidasi kekuatan politiknya sendiri, dan bahkan didera oleh badai konflik internal yang tak berkesudahan. Disamping, mencairnya massa pemilih di kutub partai agama. Persis dengan mencairnya gunung es di Kutub Selatan akibat pemanasan global.

Tiga kali pemilu di Era Reformasi, telah meruntuhkan pemilih tradisional di Jember. Pemilih kian otonom dan terbebas dari pola patron-klien. Pemilih punya preferensi sendiri dalam menjatuhkan pilihannya. Rata-rata berdasarkan pada manfaat nyata bagi setiap perseorangan. Aspek kebijakan dan moral tak begitu dapat mendongkrak popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas partai.

Hasil pemilu 2009 mengkonfirmasi pemilih Jember termasuk pemilih dinamis. Dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Tapal Kuda, sepertinya hanya Jember saja yang mengalami perubahan konfigurasi politik lokal. Di Eks Keresidenan Besuki plus Lumajang misalnya, hanya Jember saja yang dimenangkan oleh Partai Demokrat. Sementara yang lain, tetap dimenangkan oleh partai agama dan/atau partai nasionalis.

Pada pemilu 2009, Bondowoso dimenangkan oleh PKNU dengan 12 kursi. Situbondo dimenangkan oleh PPP dengan 11 kursi. Banyuwangi dimenangkan oleh PDIP dengan 12 kursi. Dan Lumajang dimenangkan oleh PDIP dengan 10 kursi. Jember satu-satunya yang dimenangkan oleh Partai Demokrat dengan 9 kursi.

Tabel 1

PEROLEHAN SUARA PARTAI POLITIK

PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPRD KABUPATEN JEMBER TAHUN 2009

NO

NO URUT

NAMA PARTAI POLITIK

PEROLEHAN SUARA SAH

PROSENTASE

RANGKING

1

2

3

4

5

6

1

1

PARTAI HATI NURANI RAKYAT

35,582

3.64%

10

2

2

PARTAI KARYA PEDULI BANGSA

27,379

2.80%

11

3

3

PPPI

5,988

0.61%

20

4

4

PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL

12,016

1.23%

15

5

5

PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA

42,759

4.38%

8

6

6

PARTAI BARISAN NASIONAL

12,913

1.32%

14

7

7

PKPI

7,309

0.75%

17

8

8

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

58,305

5.97%

6

9

9

PARTAI AMANAT NASIONAL

37,950

3.88%

9

10

10

PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU

5,298

0.54%

22

11

11

PARTAI KEDAULATAN

6,556

0.67%

18

12

12

PARTAI PERSATUAN DAERAH

8,796

0.90%

16

13

13

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

128,712

13.17%

3

14

14

PARTAI PEMUDA INDONESIA

0

0.00%

35

15

15

PARTAI MARHAENISME

0

0.00%

35

16

16

PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN

17,119

1.75%

13

17

17

PARTAI KARYA PERJUANGAN

2,103

0.22%

30

18

18

PARTAI MATAHARI BANGSA

4,599

0.47%

24

19

19

PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA

3,967

0.41%

26

20

20

PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN

1,935

0.20%

31

21

21

PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA

3,341

0.34%

28

22

22

PARTAI PELOPOR

4,613

0.47%

23

23

23

PARTAI GOLONGAN KARYA

77,359

7.92%

5

24

24

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

48,018

4.91%

7

25

25

PARTAI DAMAI SEJAHTERA

3,366

0.34%

27

26

26

PNBKI

2,232

0.23%

29

27

27

PARTAI BULAN BINTANG

22,254

2.28%

12

28

28

PDIP

131,347

13.44%

2

29

29

PARTAI BINTANG REFORMASI

5,432

0.56%

21

30

30

PARTAI PATRIOT

6,048

0.62%

19

31

31

PARTAI DEMOKRAT

166,339

17.02%

1

32

32

PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA

0

0.00%

35

33

33

PARTAI INDONESIA SEJAHTERA

1,441

0.15%

32

34

34

PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA

80,211

8.21%

4

35

41

PARTAI MERDEKA

0

0.00%

35

36

42

PPNUI

4,042

0.41%

25

37

43

PARTAI SARIKAT INDONESIA

911

0.09%

34

38

44

PARTAI BURUH

945

0.10%

33

JUMLAH

977,185

100.00%

Tabel 2

Komposisi Kursi DPRD Kabupaten Jember Periode 2009-2014

NO

PARTAI POLITIK

PEROLEHAN DAN PENEMPATAN KURSI

TOTAL PEROLEHAN KURSI

TAHAP I

TAHAP II

DP I

DP II

DP III

DP IV

DP V

DP VI

DP I

DP II

DP III

DP IV

DP V

DP VI

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

1

PARTAI HANURA

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

2

PARTAI GERINDRA

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

3

3

PKS

0

0

0

0

0

0

1

1

1

1

1

0

5

4

PAN

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

1

3

5

PKB

1

1

0

1

0

1

0

0

1

0

1

0

6

6

PDP

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

7

PARTAI GOLKAR

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

1

5

8

PPP

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

3

9

PDIP

1

0

1

1

1

1

0

1

1

1

0

0

8

10

PARTAI DEMOKRAT

2

0

1

1

1

1

0

1

1

1

0

0

9

11

PKNU

0

0

0

1

0

0

1

1

1

0

1

1

6

JUMLAH

4

1

2

4

3

3

5

5

7

6

6

4

50

Grafik 1

HASIL PEROLEHAN KURSI DPRD KABUPATEN JEMBER

PEMILU 2009

Oleh karena, banyak partai politik lama maupun baru yang tak lolos verifikasi partai peserta pemilu, banyak partai yang akhirnya harus bergabung dengan 10 partai yang lolos.
Di antaranya:

1. Yang bergabung dengan Partai Nasdem meliputi: Partai Barnas, Partai Republikan dan Partai Pelopor, PMB.

2. Yang bergabung dengan Gerindra meliputi: PKNU.

3. Yang bergabung dengan PAN meliputi: PBR, PDS, PDP.

4. Yang bergabung dengan Hanura meliputi: PPDI, PPRN, PDP, Partai Republikan, Patai Nasrep, PNBKI, dan PIS.

Penggabungan partai di atas tak secara otomatis diikuti sampai ke daerah. Ada kalanya, elite partai yang bersangkutan justru sudah melebur dengan partai lain, yang tak searah dengan pusat. Fenomena seperti ini jamak terjadi di dunia politik yang sangat longgar, bergantung interpersonal antara para elite politik lokal. Namun demikian, penggabungan partai secara nasional tetap bisa dijadikan acuan dalam membaca peta bumi politik, termasuk di Jember.

Tabel 3

Hasil Penggabungan Suara Partai Pemilu 2009

NO

NO URUT

NAMA PARTAI POLITIK

PEROLEHAN SUARA SAH

PROSENTASE

RANGKING

1

2

3

4

5

6

1

1

PARTAI NASDEM

25,412

2.66%

10

2

2

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

128,712

13.50%

3

3

3

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

58,305

6.11%

8

4

4

PDIP

131,347

13.77%

2

5

5

PARTAI GOLONGAN KARYA

77,359

8.11%

5

6

6

PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA

122,970

12.90%

4

7

7

PARTAI DEMOKRAT

166,339

17.45%

1

8

8

PARTAI AMANAT NASIONAL

63,867

6.70%

7

9

9

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

48,018

5.03%

9

10

10

PARTAI HATI NURANI RAKYAT

72,557

7.61%

6

JUMLAH

953.191

100.00%

Untuk Pemilu 2014, KPU masih belum menetapkan jumlah pemilih dan TPS se-kabapaten Jember. Ini karena, KPU sedang melakukan pemutakhiran data pemilu, berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP-4) yang diserahkan oleh Bupati. Berdasarkan data ini jumlah penduduk yang potensial menjadi pemilu pemilu 2014 sebanyak 1.658.651 orang.

Sementara, jumlah pemilih dan TPS sebanyak 1.678.442,- orang dan 4.906 TPS pada pemilu 2009, dan sebanyak 1.714.547,- orang dan 3.944 TPS pada pemilukada 2010. Data ini mengacu pada data lama, yang sedang dimutakhirkan oleh KPU, sesuai dengan Tahapan, Jadwal Waktu dan Program Pemilu 2014.

Oportunitas Partai Nasdem Jember

Partai Nasdem Jember memiliki peluang yang sama menjadi partai pemenang di Jember. Kendati, Partai Nasdem partai baru, peluangnya sangat besar untuk menyisihkan partai-partai lama. Ini mengingat beberapa hal berikut:

Pertama, pemilih Jember adalah pemilih dinamis yang sangat terbuka dengan perubahan. Kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 atas dominasi politik PKB dua kali pemilu berturut-turut, menegaskan keberadaan dan kebesaran pemilih “rasional” yang berorientasi pada pola hubungan pemilih dan partai yang programatik dan pragmatik. Sementara pola hubungan pemilih dan partai yang klaintik, berlahan-lahan mulai ditanggalkan dan usang digilas oleh perubahan zaman.

Kedua, arus kekecewaan dan ketidakpercayaan pada partai politik parlemen sangat besar. Anggota dewan dari berbagai lintas partai gagal memenuhi ekspektasi publik. Bahkan ekspektasi massa konstituennya sendiri. Ini akibat dari tingkah pola anggota dewan yang tak bisa membangun komunikasi politik yang intens dan kontinyu. Massa reses juga tak dimanfaatkan dengan baik untuk menyapa massa konstituennya masing-masing. Massa konstituen merasa seperti mendorong mobil mogok. Ketika sudah bisa berjalan, ditinggalkan tanpa ucapan.

Ketiga, semua partai politik lama memiliki “dosa politik” sendiri. Dosa ini bisa berkaitan dengan rekam jejak tokoh teras dan janji partai yang gagal dipenuhi. Pemilih sudah sangat cerdas untuk mempertimbangkan dan memutuskan pilihannya sendiri secara bebas dan aktif. Media massa, baik cetak, elektronik maupun online, telah mengedukasi dan mengadvokasi pemilih, agar tak salah pilih dan berulang-ulang jatuh di lubang yang sama.

Keempat, terdapat 701,257 pemilih Jember yang golput. Angka ini setara dengan 41,78 persen. Suara golput ini lumbung suara terbesar yang gagal dimobilisasi oleh partai manapun. Tentu dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Mereka rata-rata kaum terdidik dari anak bangsa yang apolitis. Ada yang karena tak ada pilihan yang pas, ada yang karena tak percaya dengan sistem politik yang ada, ada yang merasa tak terwakili secara politis, ada pula yang karena kecewa dan tak percaya pada partai dalam membawa perbaikan bangsa.

Kelima, alam sudah menyeleksi partai mana yang bisa survive dan partai mana pula yang bertahan. Ada beberapa partai yang tereleminasi dari panggung politik nasional, yang memilih bubar dan tidak bergabung dengan partai politik lain. Jumlahnya mencapai 23.994 suara atau setara dengan 2,45 persen. Jumlah ini cukup lumayan untuk mendapat atau menambah perolehan kursi. Sebab, dalam pemilu 1 suara sekalipun sangat berharga dan menentukan kemenangan.

Dari beberapa hal di atas, partai Nasdem sangat berpeluang untuk menata jaringan, mendulang suara dan meraih kemenangan dari suara golput dan suara yang tak bergabung dengan partai-partai yang ada. Suara golput sesungguhnya suara yang jelas tak memilih pada partai politik yang lama. Partai politik baru seperti Nasdem bisa menjadi alternatif bagi para pemilih yang tidak memilih tersebut. Semoga!!!

*Moch Eksan, Ketua DPD Partai Nasdem Jember dan Presidium Majelis Daerah KAHMI Jember.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | | 31 August 2014 | 12:37

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 3 jam lalu

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 6 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 8 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 10 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mudahnya Membelah Cologne Dalam Hitungan …

Gaganawati | 8 jam lalu

Ahmad Hanafi Rais, Embrio Regenerasi …

Adrianus Malaloi | 8 jam lalu

Pemanasan Global dan Perubahan Keseimbangan …

Dino Fitriza | 9 jam lalu

Berjodoh, Ditangan atau Kehendak Tuhan? …

Lindung Pardede | 9 jam lalu

Hukumlah Florence di Media Sosial, Jangan …

Jonminofri Nazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: