Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Penangkapan Hercules “DiKondisikan”

OPINI | 11 March 2013 | 10:30 Dibaca: 2064   Komentar: 0   1

Disaat TNI VS POLRI sedang meradang, perjalanan politik menjelang 2014 yang juga sedang bergejolak. Hercules Rozario Marshal sebagai Tokoh Nasional ditangkap oleh pihak kepolisian saat jumat (8/3) lalu. Sebagai ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru, beliau telah didukung anggotanya diseluruh Indonesia, dengan menjalani organisasi masyarakat dengan aksi sosial kemasyarakatan serta mendukung penuh H.Prabowo Subianto sebagai Presiden 2014 mendatang. Tentunya para tokoh partai politik lainnya memandang, ini sebagai persaingan yang positif didunia politik. Perkembangan GRIB di Indonesia saat ini luar biasa, Hercules yang selalu datang kesetiap daerah disambut oleh masyarakat setempat hingga diberi gelar kehormatan salah satunya di Keraton Solo, serta daerah lainnya. Tentu membuat gerah rival calon presiden lainnya dengan kendaraan politiknya masing-masing.

Penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya dengan Polres Jakarta Barat, merupakan hal yang aneh dipandang oleh para kader GRIB. Mulai dari Apel didalam komplek perumahan, hingga disupport oleh developer untuk pemberian nasi bungkus terkesan sudah direncanakan matang sekali. Tindakan kepolisian dalam memancing emosi anak buah Hercules berhasil dilakukan, apalagi cara menangani dengan kekerasan, hingga meletuskan senapan keudara berulang kali dididalam sebuah komplek perumahan. Opini public yang dibuat dibeberapa media menyatakan ada penyerangan dari kubu Hercules, padahal anak buahnya memang tinggal didaerah setempat. Penangkapan ini dianggap mengada-ada, jika ada pemerasan yang dilakukan anak buah Hercules, sebaiknya pihak kepolisian bertindak dan berkoordinasi dengan pimpinan GRIB tersebut. Menurut Hercules pada saat di Mapolda Metro jaya bahwa anak buahnya telah ia gaji sebulan 2 juta rupiah bertugas sebagai keamanan, sehingga bila ada pemerasan silahkan dibuktikan secara personal. Namun ketika penanganan saat penangkapan semua anak buah Hercules ikut dibawa.

Urusan spele ini sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu sebagai konsumsi pengalihan isu yang saat ini berkembang, dan memanas didunia perpolitikan Indonesia. Tentunya ketika melihat penangkapan Hercules yang saat ini Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru, pastinya Dewan Pembina H.Prabowo Subianto yang dijadikan harga mati oleh Hercules sebagai Presiden 2014 mendatang, cukup menarik perhatian public. Padahal kasus-kasus besar dinegara ini banyak yang belum dituntaskan, dan banyak partai-partai mulai turun popularitasnya dikarenakan ulah kadernya yang melakukan Korupsi.

Melihat sepak terjang Hercules saat ini, memang ia sibuk berbisnis dan selalu melakukan aksi-aksi social yang nyata dan cepat di masyarakat, tentunya dari semua pihak sangat menundang simpati yang besar. Apalagi sejak 10 tahun lalu kepribadian beliau yang saat ini dijalankan sebagai mualaf, rajin berpuasa dan selalu mencintai anak yatim dengan pemberian santunan yang rutin tanpa mengundang media yang bagi Hercules adalah yang penting berbuat tanpa pamrih.

Urusan dipenjara, dan permainan politik yang saat ini berjalan, pastinya mengundang geram kader GRIB diseluruh Indonesia, tetapi sikap bijak Hercules meminta kadernya agar bersikap tenang dan menjaga nama baik GRIB sebagai ormas yang dicintai rakyat. Tentunya ada pihak tertentu yang ingin kader GRIB berupaya melakukan perlawanan kepada pihak terkait sampai mudah diprovokasi hingga disiapkannya media untuk meliput, dan paket ini sangatlah kental akan pembekuan ormas yang menjadi rival lawan politik untuk menghambat H.Prabowo sebagai presiden.

Hercules yang telah mendapatkan gelar bintang seroja saat bersama Prabowo di Timor Timur, sedang mendapatkan cobaan saat ini, Disaat GRIB yang akan merencanakan RAPIMNAS dibulan maret 2013 nanti. Disaat pihak TNI VS POLRI didaerah memanas, maka di Jakarta, tidaklah aneh aparat keamanan dijadikan alat kepentingan oleh orang yang siap menurunkan ratusan juta rupiah dengan tujuan tertentu. Pemaksaan penangkapan dengan pasal yang berlapis-lapis adalah upaya untuk menghambat Hercules dalam karir menuju 2014.  13629725571232474544

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Akh Jokowi? Kita Lihat Dulu Deh Kabinetnya …

Ian Wong | | 31 July 2014 | 08:18

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | 1 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 9 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 9 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 13 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: