Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Jokowi Datang Provinsi Tapanuli Terbentuk

OPINI | 07 March 2013 | 12:12 Dibaca: 2169   Komentar: 0   0

Pemilihan gubernur Sumatera Utara yang tengah berlangsung tidak memberikan berkah yang positif seperti yang diharapkan. Siapapun yang memenangkan Pilgub Sumut itu termasuk pasangan Ganteng sekalipun tak akan membawa perubahan berarti bagi Sumatera Utara. Hasil Pilgub 2013 justru akan menguntungkan bagi upaya keadilan masyarakat untuk pemerataan pembangunan di Sumatera Utara berupa pemekaran Sumut. Wacana dan upaya pembentukan provinsi baru Tapanuli justru menemukan momentumnya setelah Pilkada Sumut ini.

Upaya pemekaran Sumut terhenti sejak terbunuhnya Abdul Azis Angkat, Ketua DPRD Sumatera Utara pada tahun 2005 lalu akibat dipukuli oleh para pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli di depan kantor DPRD Sumatera Utara.

Adalah Megawati Soekarnoputri yang secara tidak blatant menyerukan agar orang Batak mendukung Effendi Simbolon. Dukungan dan pernyataan Megawati ini jelas menimbulkan kesan bahwa pendukung Effendi Simbolon hanyalah orang Batak. Seharusnya dalam kampanye Megawati menghindari pernyataan seperti itu karena pada dasarnya Sumatera Utara bukan identik dengan Batak. Sumatera Utara adalah tempat tinggal berbagai suku seperti Melayu, Jawa, Batak, dan sebagainya. Cara kampanye yang seperti ini akan mengurangi simpati non-Batak secara psikologis.

Pun kenyataannya warga Batak di Sumatera Utara bukanlah kelompok mayoritas. Jika Effendi Simbolon menang, yang terjadi jutru karena perpecahan etnik lain dan kelompok agama lain yang tidak solid. Jika soliditas kaum muslim tercipta - dengan segala dinamika perpindahan suara antar calon yang terpecah - maka pasangan Ganteng akan menang dalam Pilkada Gubernur Sumut 2013.

Maka diutuslah Joko Widodo untuk mendongkrak popularitas Effendi Simbolon. Masalahnya adalah beda langit dan bumi antara Effendi MS Simboolon dengan Joko Widodo. Maka kedatangan Jokowi ke Sumatera Utara justru akan menghidupkan kembali niatan untuk membentuk Provinsi Tapanuli kembali menyala. Dengan kekalahan Effendi Simbolon sebagai perwakilan marga Batak terbesar, maka jelas akan menimbulkan kekecewaan akibat aspirasi politik dan pembangunan warga Batak mampat khususnya di daerah Tapanuli Raya.

Biarpun Jokowi datang, tetap saja tidak akan mempu memenangkan Effendi Simboolon. Yang terjadi justru Jokowi datang pada akhirnya mengilhami dan mendorong terbentuknya Provinsi Tapanuli sebagai solusi politik dan pembangunan di Sumatera Utara.

Salam bahagia ala saya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 12 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 11 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 11 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 12 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: