Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Jokowi Datang Provinsi Tapanuli Terbentuk

OPINI | 07 March 2013 | 12:12 Dibaca: 2175   Komentar: 0   0

Pemilihan gubernur Sumatera Utara yang tengah berlangsung tidak memberikan berkah yang positif seperti yang diharapkan. Siapapun yang memenangkan Pilgub Sumut itu termasuk pasangan Ganteng sekalipun tak akan membawa perubahan berarti bagi Sumatera Utara. Hasil Pilgub 2013 justru akan menguntungkan bagi upaya keadilan masyarakat untuk pemerataan pembangunan di Sumatera Utara berupa pemekaran Sumut. Wacana dan upaya pembentukan provinsi baru Tapanuli justru menemukan momentumnya setelah Pilkada Sumut ini.

Upaya pemekaran Sumut terhenti sejak terbunuhnya Abdul Azis Angkat, Ketua DPRD Sumatera Utara pada tahun 2005 lalu akibat dipukuli oleh para pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli di depan kantor DPRD Sumatera Utara.

Adalah Megawati Soekarnoputri yang secara tidak blatant menyerukan agar orang Batak mendukung Effendi Simbolon. Dukungan dan pernyataan Megawati ini jelas menimbulkan kesan bahwa pendukung Effendi Simbolon hanyalah orang Batak. Seharusnya dalam kampanye Megawati menghindari pernyataan seperti itu karena pada dasarnya Sumatera Utara bukan identik dengan Batak. Sumatera Utara adalah tempat tinggal berbagai suku seperti Melayu, Jawa, Batak, dan sebagainya. Cara kampanye yang seperti ini akan mengurangi simpati non-Batak secara psikologis.

Pun kenyataannya warga Batak di Sumatera Utara bukanlah kelompok mayoritas. Jika Effendi Simbolon menang, yang terjadi jutru karena perpecahan etnik lain dan kelompok agama lain yang tidak solid. Jika soliditas kaum muslim tercipta - dengan segala dinamika perpindahan suara antar calon yang terpecah - maka pasangan Ganteng akan menang dalam Pilkada Gubernur Sumut 2013.

Maka diutuslah Joko Widodo untuk mendongkrak popularitas Effendi Simbolon. Masalahnya adalah beda langit dan bumi antara Effendi MS Simboolon dengan Joko Widodo. Maka kedatangan Jokowi ke Sumatera Utara justru akan menghidupkan kembali niatan untuk membentuk Provinsi Tapanuli kembali menyala. Dengan kekalahan Effendi Simbolon sebagai perwakilan marga Batak terbesar, maka jelas akan menimbulkan kekecewaan akibat aspirasi politik dan pembangunan warga Batak mampat khususnya di daerah Tapanuli Raya.

Biarpun Jokowi datang, tetap saja tidak akan mempu memenangkan Effendi Simboolon. Yang terjadi justru Jokowi datang pada akhirnya mengilhami dan mendorong terbentuknya Provinsi Tapanuli sebagai solusi politik dan pembangunan di Sumatera Utara.

Salam bahagia ala saya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 5 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 7 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 9 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 10 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jembatan Gantung Halte Karet …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Kompasiana dan Modal 50 Ribu …

Rochmawati Arifin | 8 jam lalu

[Pembukaan STQ Tingkat Kab. Tasikmalaya] …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Tunggu apa lagi, Ayo Move On? …

Banyumas Maya | 9 jam lalu

Cinta Sejati …

Adhikara Poesoro | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: