Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

5 Salah Anas, 5 Benar Luthfi Hasan Ishaaq dan Dewa Siwa

OPINI | 04 March 2013 | 23:17 Dibaca: 751   Komentar: 0   2

Anas Urbaningrum dan Luthfi Hasan Ishaaq harus membayar akan kesalahan dan kebenaran masing-masing. Terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Anas Urbaningrum sehingga dia harus melewati masa hidupnya sebagai pesakitan di penjara dan mendapatkan gelar koruptor. Sedangkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai manusia suci dan memiliki integritas tinggi tidak pernah membuat kesalahan. Yang Luthfi Hasan Ishaaq lakukan cuma perbuatan tercela, haram, dikutuk oleh Allah SWT sehingga dia menjadi pesakitan dan bergelar koruptor. Ada lima kesalahan dan lima kebenaran yang membawa Anas dan Luthfi Hasan Ishaaq masing-masing ke lembah kehinaan.

Satu, Anas Urbaningrum berteman dengan para manusia aneh seperti Jhonny Allan Marbun. Allan Marbun ini yang membantu Anas dalam rangka memenangkan jabatan Ketua Umum Partai Demokrat yang diwarnai politik uang. Allan Marbun ini yang sekarang akan mampu meredam Anas untuk berbicara dan membuka aib baik Century maupun Hambalang.

Kedua, Anas tidak menutup dan melokalisasikan atau merangkul dan membela M. Nazaruddin agar tidak bernyanyi. Kesalahan Anas adalah justru menantang M. Nazaruddin dan menyebut M. Nazaruddin sebagai pembohong dan ilusi. Nyatanya siapapun yang disebut oleh M. Nazaruddin satu per satu dibui mulai Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng dan kini Anas Urbaningrum. Tantangan model koboi dengan menantang minta digantung di Monas menjadi senjata bagi semua pihak untuk menghantam Anas.

Ketiga, pertimbangan Anas Urbaningrum tentang kekuasaan adalah mengikuti gaya kekuasaan zaman batu. Pada zaman batu orang menganggap bahwa siapa yang berkuasa dialah yang berhak menuliskan sejarah. Anas ikut paham ini dan dia lupa bahwa dia hanyalah Ketua Umum Partai Demokrat saja. Kekuasaan yang dimiliki di DPR dan pengaruh pada lembaga adalah kekuasaan yang bukan tanpa batas. Pemahaman kuno ini menyebabkan Anas terlena dan musuh-musuh yang kalah dan tidak kebagian korupsi Hambalang meradang. Sebagaimana diketahui bahwa setiap proyek pemerintah pusat berdana APBN pasti sudah diplot untuk pihak-pihak tertentu.

Keempat, Anas Urbaningrum tidak menyetujui calon presiden Ani Yudhoyono atau Pramono Edhie Wibowo sebagai calon presiden untuk Capres 2014. Anas justru lebih cenderung menarik dan mendorong Mahfud MD - yang belakangan Mahfud MD tampak kecewa karena Anas sudah menjadi tersangka koruptor - yang berseberangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY sebagai orang yang suka sekali terkompori jika kemauannya tidak terpenuhi menganggap Anas Urbaningrum melakukan soft coup d’tat - kudeta lembut dan halus - terhadap kemahakuasaan SBY di dalam Partai Demokrat. Dengan berbagai cara termasuk intervensi terhadap KPK akhirnya Anas tersingkir.

Kelima, Anas terlalu cepat bermewah-mewah setelah mengorupsi uang negara dengan gaya hidup hedonis dan hebat sesuai dengan budaya para koruptor. Anas membeli mobil mewah, rumah besar dan megah yang bertolak belakang dengan latar belakang kehidupannya sebagai orang kelas menengah- bawah yang kebetulan diberi amanah. Sikap sebagai OKB yang norak itu menarik perhatian dan Anas menjadi target oleh pihak-pihak yang menjadi lawan politik Anas. Para pesaing Anas ini pula yang bermain di beberapa lini baik di dalam Partai Demokrat maupun di luarnya. Sinergi mafia dan konspirasi tingkat tinggi itu salah satu hal yang menjerumuskan Anas ke jurang kehinaan abadi.

Sedangkan kebenaran Luthfi Hasan Ishaaq adalah sebagai berikut:

Pertama, Luthfi Hasan Ishaaq adalaah ustadz dan bergelar pendakwah yang sangat memahami agama dan kebenaran. LHI percaya akan kebenaran setan dan iblis. Untuk membuktikan kebenarannya LHI melakukan perbuatan korupsi sebagai pembuktian. Apakah benar korupsi itu sebagai pencobaan atau sebagai bagian dari eksekusi free-will manusia? Ternyata korupsi adalah gabungan antara free-will dan perbuatan setan yang terkutuk. Jadi dalam hal ini korupsi sebagai takdir kebenaran.

Kedua, dalam azas praduga tak bersalah LHI tidak akan pernah bersalah. JIka dijatuhi hukuman nanti akan mengajukan banding. Jika banding ditolak, maka akan mengajukan peninjauan kembali alis PK - PK jangange-er sebagai Partai Keadilan lho. Jika PK ditolak, LHI akan mengadukan kepada Allah dan meminta petunjuk sampai keputusan hukum in kracht di akhirat. Jadi LHI akan selalu benar dan itulah kebenaran.

Ketiga, LHI tidak menerima uang korupsi tersebut secara langsung. Namun melalui orang kepercayaannya. Termasuk gratifikasi seks atau hadiah seks yang diperankan oleh Maharany Suciono juga melalui orang kepercayaannya Ahmad F. Jadi LHI menerima suap kasus impor daging sapi tersebut sebagai kebenaran.

Keempat, LHI mengorupsi sapi sebagai binatang suci di India. Sementara sapi adalah binatang sebagai kendaraan Dewa Siva. Jutaan orang di India marah sapi dikorupsi. Sapi jika akan disantap seyogyanya dimintai izin agar rela dimakan manusia. Jelas sapi-sapi mengadukan ke Dewa Siwa perihal korupsi sapi dan menuntut keadilan dan kebenaran.

Kelima, PKS kualat mendesaklarisasi jabatan Presiden RI untuk menggantikan istilah Ketua Umum untuk sebuah partai. PKS menyebut Ketum PKS sebagai Presiden PKS - padahal sebagai partai dakwah harus tawadhu’ dan rendah hati dan tidak bermegah-megahan. Nah jabatan presiden sebenarnya tak pantas untuk partai, pantasnya untuk negara dan perusahaan. Karena kesalahan itu maka alam bawah sadar Luthfi Hasan Ishaaq membawa sapi impor ke dalam PKS layaknya perusahaan dalam wujud korupsi sapi impor. Itu kualat sebagai kebenaran.

Itulah kesalahan Anas dan kebenaran peristiwa LHI yang keduanya membawa Anas dan Luthfi Hasan Ishaaq ke lembah kebenaran. Kebenaran bahwa koruptor seperti Anas dan LHI adalah warga negara terkutuk di depan rakyat, sapi bahkan jelas di hadirat Allah SWT.

Salam bahagia ala saya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 13 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 14 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 15 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

(H-16) Jelang Piala Asia U-19 : Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Pingin Body Kayak Artis …

Ifani | 8 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Diari Santri: #7 Tamu Misterius …

Syrosmien | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: