Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Demokrasi “Taman Kanak-kanak” & Budaya Timur

OPINI | 03 March 2013 | 20:03 Dibaca: 142   Komentar: 0   0

“HISTORY REPEATS ITSELF”. SEJARAH KELAM (MASA LALU) TERULANG KEMBALI. KIRANYA UNGKAPAN TSB DI ATAS BERLAKU UTK SEJARAH PENYELENGGARAAN PESTA DEMOKRASI DI NKRI(TERUTAMA SEJAK ERA ORDE BARU). PEMILU DEMI PEMILU YG ADA TERKESAN MASIH SEBATAS POLITIK PENCITRAAN,POPULARITAS,KWANTITAS YG DIWARNAI DGN PRAKTEK2 MONEY POLITIC,MANIPULASI PERHITUNGAN SUARA(REKAYASA FORMULIR C-1). SANGAT AMBIVALEN DGN SEMANGAT “FROM THE PEOPLE BY THE PEOPLE FOR THE PEOPLE”. JEJAK REKAM INTEGRITAS,KWALITAS,KINERJA HANYA TINGGAL JARGON PASCA PEMILU USAI. PEMIRSA HANYA DISUGUHKAN SEBUAH TONTONAN SIRKUS PEMILU “TAMAN KANAK-KANAK”! YG LEBIH PARAHNYA LAGI,PROSES HULU YG CACAD INI BERLANJUT KE PROSES HILIR YG SEMAKIN DI-AMPUTASI DGN PRAKTEK2 DAGANG SAPI,KORUPSI,KONSPIRASI MENJARAH SUMBER DAYA ALAM,PAJAK,APBN,PINJAMAN (HUTANG) LUAR NEGERI,DLL. BIAYA POLITIK TINGGI MAUPUN SISTEM PEREKRUTAN KADER PARTAI YG TERKESAN “KARBITAN”(TDK SESUAI AZAS FIT & PROPER TEST) MERUPAKAN EMBRIO DARI BENCANA TSUNAMI POLITIK SAAT INI. SECARA INSTITUSI KOLEKTIF,PARA PEMANGKU KEKUASAAN MULAI DARI PUSAT HINGGA DAERAH(RAJA BESAR & RAJA KECIL),SECARA SIMULTAN TERKENA IMBAS EFEK DOMINO/EFEK BOLA SALJU. PEJABAT2 TERJEBAK DALAM LINGKARAN SETAN KEKUASAAN(POWER SYNDROME). TERJEBAK DLM EFEK RUMAH KACA. BISA MASUK,SUSAH(TDK BISA) KELUAR! YG ANEHNYA,SISTEM YG KORUP INI BISA BER-METAMORFOSA, BERKEMBANG BIAK DI ATMOSFIR KEHIDUPAN BERBANGSA & BERNEGARA INI(SEOLAH2) KARENA ADANYA LEGITIMASI & PEMBIARAN(?) DARI RAKYATNYA SENDIRI SBG STAKE HOLDER(PEMEGANG KEDAULATAN TERTINGGI). INI BE RKAITAN ERAT DGN POLA KEHIDUPAN,KULTUR & RELIGI YG DIANUT RAKYATNYA. NORMA2 AGAMAIS YG SARAT DGN NUANSA BUDAYA TIMUR(SECARA TURUN TEMURUN), MENGHASILKAN SUATU ASIMILASI KOMUNITAS YG CENDERUNG MUDAH MEMAAFKAN(APOLOGI),MUDAH MELUPAKAN(AMNESIA) & MUDAH MENGIZINKAN/MEMBIARKAN SESUATU(PERMISIF) KARENA KESABARAN,SOLIDARITAS MAUPUN TENGGANG RASA YG TINGGI. INI MERUPAKAN “GREY SPOT” (ZONA ABU2) YG DIMANFAATKAN CALON2 PEMIMPIN & INCUMBENT (SECARA LICIK) SBG SENJATA PAMUNGKAS,STIMULUS UTK MENDONGKRAK LUMBUNG SUARA PARTAINYA SAAT KAMPANYE PEMILU. MEREKA “MEMINJAM TANGAN” PARA PEMUKA/PEMIMPIN AGAMA MAUPUN SESEPUH/TOKOH MASYARAKAT SETEMPAT UTK “MENCUCI-OTAK” (BRAINWASH) UMATNYA MSG2 AGAR MAU MEMILIH KANDIDAT2 PEMILU. OPERASI SENYAP ATAU GRATIFIKASI TERSELUBUNG ALA KANDIDAT2 KPD “TIM SUKSES AGAMAIS” NYA,TENTU SANGAT PATUT DIDUGA AKAN TERJADI. SANGKIN GENCARNYA PROSES PERSUASIF(IMING2 MATERI/PROGRAM),PROVOKATIF(KAMPANYE HITAM) & IMAJINATIF(PENCITRAAN) INI,BAIK DI TEMPAT2 IBADAH,PUSAT KERAMAIAN & MEDIA MASSA,MEMBUAT PARA UMAT,PEMIRSA,PEMBACA(=VOTER) BERPIKIR TIDAK RASIONAL,TDK KRITIS,TERBUAI ISU SARA(YG PICIK-MENYESATKAN),TANPA SELIDIKI TRACK RECORD & DOSA2 SEJARAH MASA LALU FIGUR YG BERSANGKUTAN. YG PENTING “DIA” PUNYA AGAMA & SUKU YG SAMA DULU. IT’S OKE-OKE SAJALAH! MSLH CACAT MORAL & AKHLAK URUSAN BELAKANGAN. PERSOALAN TGKT KESADARAN,AKSES INFORMASI & SDM, MENJADI SANGAT KRUSIAL DISINI. SUDAH MENJADI PEMANDANGAN UMUM AKHIR2 INI, BAHWA BANYAK KEPALA DAERAH TERJERAT KASUS2 KORUPSI & AMORAL YG SANGAT MENYAKITI RASA KEADILAN RAKYATNYA (TERMASUK KONSTITUEN YG MEMILIHNYA). SDH BARANG TENTU, PARA KRIMINAL/PELACUR POLITIK INI PASTI “AMNESIA” DGN JANJI2 MANISNYA, “MUDAH LUPA” DGN ASPIRASI,TUNTUTAN,JERITAN RAKYATNYA. MRK TDK TERIKAT PADA RAKYAT. TDK ADA IKATAN BATIN SAMA SEKALI (KONTRAK SOSIAL & POLITIK). MRK HANYA TERIKAT PADA KEPENTINGAN PARTAI SEMATA. PEMIMPIN & YG DIPIMPIN SAMA2 “AMNESIA”! FENOMENA APA INI? BISA DIBAYANGKAN BETAPA BESAR BEBAN/TANGGUNGJAWAB MORIL PARTAI & PEMUKA AGAMA ATAS TRAGEDI POLITIK YG MEMALUKAN INI. ATAU MALAH SEBALIKNYA, MRK ENJOY2 SAJA KARENA SDH MENIKMATI LEZATNYA “KUE” JARAHAN,”APEL WASHINGTON”, “APEL MALANG”, “SEMANGKA”,NIKMATNYA GRATIFIKASI SEKSUAL(SURGA DUNIA) DARI TUBUH WANITA2 SEKSI. BUKAN PARTAI2NYA SAJA YG SDH (LAMA) “SAKIT”, RAKYATNYA PUN JUGA SDH “SAKIT KRONIS STADIUM V”! GEMAH RIPAH LOH JINAWI BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN SUDAH. QUO VADIS NKRI ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 11 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 8 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Bosan Dengan Kegiatan Pramuka di Sekolah? …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

Ditunggu Kehadiran Buku Berkualiatas Untuk …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: