Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Lihin

Sementara hanya bisa merangkai huruf, dan masih takut mati…. Malas menulis di kompasiana, sukanya baca selengkapnya

Pertanyaan Buat Anas, PD, dan KPK

OPINI | 28 February 2013 | 11:21 Dibaca: 463   Komentar: 0   1

Hiruk pikuk perang Anas versus Demokrat, atau versus SBY semakin membuat pusing. Penasaran menunggu akhir dari babakan perang ini tak henti melintas di kepala. Sejak pidato berhentinya Anas dari PD, yang suka dengan berita politik menunggu halaman-halaman berikutnya sebagaimana janji Anas.

Dari semua itu, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan besar yang sampai sekarang masih mengganjal pikiran. Pertanyaan itu saya bagi dalam tiga kategori, Anas, Demokrat/ SBY, dan KPK

1362025220396361655

Sumber: rimanews.com

Anas

  1. Jika Anas mengetahui ada beberapa aliran yang masuk ke kantong orang lain di PD, kenapa baru sekarang Anas bernyanyi?
  2. Jika tesangkanya Anas adalah sebuah sistem berujung intervensi, kenapa wujudnya sangat sederhana dan sangat mudah terbaca?
  3. Jika Anas sudah haqqul yaqin akan menjadi tersangka sesuai pengakuannya, kenapa dia biarkan saja

Demokrat/ SBY

  1. Jika seorang petinggi PD disebut mengetahui aliran dana ke Ibas dan disebut hadisnya sahih, namun tidak benar, kenapa yang bersangkutan tidak mengklarifikasi, atau setidaknya menuntut balik?
  2. Jika tudingan Anas dianggap tidak benar, kenapa PD mesti kewalahan, seperti pengakuan Ulil?
  3. Jika kursi ketua PD kosong, kenapa sampai sekarang tidak diadakan KLB sesuai amanat AD/ART Partai, di tengah kuatnya loyalis Anas?

KPK

  1. Jika alasan kekurangan SDM untuk kasus century (bahkan SRM akan dimintai keterangan di Amrik), kenapa untuk kasus yang jumlahnya kecil seperti sangkaan grativikasi mobil Anas, bisa dilakukan?
  2. Jika bocornya sprindik adalah kesalahan, kenapa waktu pengungkapannya diulur dengan sandiwara komisi etik?
  3. Jika tersangkanya Anas adalah grativikasi mobil, kenapa sampai berbulan-bulan?

Dari semua pertanyaan itu, kesimpulan saya secara pribadi ada dua, Pertama, ini adalah gaya membesarkan partai dengan memecah, dan kedua, “MEREKA BERSANDIWARA”…. :)

Tags: anas

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Surat Terbuka Kepada Pemprov dan DPRD …

Ngesti Setyo Moerni | | 04 May 2015 | 09:49

Mengenal Sistem Skoring Tinju …

Suyono Apol | | 04 May 2015 | 12:57

[Bandung] Nangkring PUPR Mengupas Penerapan …

Kompasiana | | 30 April 2015 | 18:09

Menumbuhkan Jiwa Berprestasi Pada Diri …

Seneng Utami | | 04 May 2015 | 12:07

Menyambangi Pesona Pedesaan Suku Batak di …

Lastboy T | | 04 May 2015 | 11:30


TRENDING ARTICLES

Prof Yusril Memutus Rantai Cinta Segitiga …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Sisi Lain Prestasi Walkot Bandung Ridwan …

Ashwin Pulungan | 3 jam lalu

Force Majure Ala PSSI Demi Tidak Bayar Gaji …

David | 5 jam lalu

Mengenal Kehebatan Keluarga Baswedan …

Muthiah Alhasany | 9 jam lalu

Mana yang Kriminalisasi, Mana yang …

Galaxi2014 | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: