Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Aang Kunaifi

Pemerhati Isu Strategis | Trainer

Pemimpin dan Kepemimpinan (Sebuah Renungan)

OPINI | 27 February 2013 | 11:03 Dibaca: 289   Komentar: 4   1

Saya berpikir bahwa dunia ini seharusnya menampilkan layout yang sangat cantik dan nyaman, belum lagi dinamika di atasnya yang penuh dengan kedamaian. Kenapa begitu? Rasanya sudah sangat jelas sekali kalau Allah SWT telah berfirman bahwa kita semua (manusia) adalah Khalifah fil Ardi, pernyataan yang sungguh tidak main-main, karena salah satunya untuk meredam para malaikat yang meragukan kapasitas manusia untuk mengemban tugas itu

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS 2 : 30)

Sebagai seorang pemimpin, manusia mempunyai peran untuk mengubah wajah dunia ini menjadi lebih baik, membuat hutan dan semak belukar menjadi taman kehidupan yang indah, begitu kata Muhammmad Iqbal, Filsuf Muslim asal Pakistan yang hidup pada abad 19. Belum lagi bahwa memang Nabi Muhammad (dan tentunya juga kita sebagai pengikutnya) diutus untuk menjadi rahmah bagi alam semesta, QS 21 : 107 ini seharusnya menjadi inspirasi bahwa kehadiran kita di sini adalah sepenuhnya sebagai Pemimpin yang selalu memberikan kebaikan-kebaikan bagi alam semesta, universe.

Tapi apa yang terjadi pada hari ini, bumi seolah (dan memang demikian adanya) mau musnah, lingkungan menjadi rusak, isu global warming menjadi tren, padahal kita juga yang menjadi penyebab dari tingginya pemanasan global, belum lagi berbicara tentang dinamika kehidupan manusia itu sendiri, bagaimana ketidakadilan terjadi, masyarakat yang tinggal di bumi bagian utara, hanya berjumlah 20 % saja dari total penduduk dunia, rakus menikmati hasil sumber daya alam yang bahkan 80 % berada di bumi bagian selatan,sedang warga bumi bagian selatan yang berjumlah 80 % harus berebut sisa 20 % dari sumber daya alam dunia. Tragis dan sungguh ironis.

Karena itu, umat islam sesegera mungkin harus menyadari tantangan kepemimpinan, tidak perlu pesimis dengan kondisi realitas sekarang, karena ketahuilah bahwa sejarah berjalan dalam dialektika antara tantangan dan respon (challenge and response), sejarah yang monumental terjadi ketika kita merespon tantangan realitas yang sudah Allah siapkan dengan sebuah optimisme

Begitulah, sebagai manusia yang ditakdirkan untuk mengemban peran kepemimpinan terhadap dunia ini, kita harus mempunyai sikap jiwa sebagai seorang pahlawan, pecinta sekaligus pembelajar. Mari kita buat lagi sejarah, kita jadikan dunia ini memang seperti taman kehidupan yang indah, semoga Allah meridhai kita semua.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Main ke Jogja, Mari Mampir ke Youthphoria …

Widioke | | 01 November 2014 | 13:09

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

DIY = Do It Yourself, Cara Membuat Teh …

Gitanyali Ratitia | | 01 November 2014 | 17:24

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | | 01 November 2014 | 19:54


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 8 jam lalu

I Love My Job and I Love My Small Team …

Adolf Isaac Deda | 9 jam lalu

Pemimpin untuk Kepentingan Bersama dan atau …

Adrian Mamahit | 9 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

Puisi untuk Pergantianmu …

Salimun Abenanza | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: