Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Anas Tiru Kicauan Nazarudin, Ibas akan Menyusul

OPINI | 27 February 2013 | 23:37 Dibaca: 1224   Komentar: 0   1

KICAUAN dari mantan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum pasca ditetapkan sebagai tersangka Kasus Hambalang, terus terdengar. Bahkan kicauan tersebut, seperti yang dilakukan oleh Mantan Bendaraha DPP Partai Demokrat Nazarudin yang telah membekam dibalik jeruji. Sehingga, nama Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono Ibas juga ikut dalam kicauan yang disampaikan oleh Anas.

Teringat kicauan dan Nyanyian Nazarudin saat itu, yang terus menerus meyakinkan  publik bahwa dibalik kasus Hambalang ini ada nama Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan terbukti kicauan dari Nazarudin telah menetapkan Anas sebagai tersangka Hambalang. Saat itu, Anas hanya mengatakan kepada publik bahwal lagu yang disampaikan oleh Nazarudin hanya lagu lama dan tidak terbukti kebenarannya. Nyatanya, lagu lama bisa membuat halaman buku baru akan terbit.

Lantas, saat ini Anas juga tak mau kalah, dengan meniru gaya Nazarudin, nyanyian dan kicauan Anas juga terus dilakukan dengan menyinggu para petinggi demokrat lainnya termasuk anak dari Presiden RI SBY yakni Ibas. Hanya saja, kalau Nazarudin kicauannya lebih terarah sementara Anas masih samar-samar.

Adanya kicauan dari Anas Urbaningrum ini, juga dibantah oleh Ibas persis saat Anas membantah kicauan Nazarudin dimana Ibas menyatakan kalau pernyataan Anas lagu lama yang diulang. ini seperti lagu lama yang diulang-ulang.

“Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Seribu persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini,” kata Ibas seperti yang dilansir oleh Kompas.com.
Lantas Ibas juga meminta kepada masyarakat, untuk melihat secara jernih dan tidak terpengaruh dengan opini-opini dan meminta Anas agar fokus menjalani proses hukum di KPK dan tidak beropini di hadapan publik.

Gaya Ibas ini, juga meniru pernyataan dari Anas Urbaningrum saat membantah nyanyian dari Nazarudin bahkan Anas bersumpah siap untuk digantung di tugu monas jika terbukti bersalah. Sayangnya, Ibas tidak menyatakan itu. Sebab, takut digantung di tugu monas.

Apakah gaya Anas dengan meniru kicauan Nazarudin, akan berhasil seperti yang dilakukan Nazarudin terhadap ANAS ? Kita tunggu saja, sebab dalam pidato Anas dengan tegas mengatakan ini merupakan halaman pertama dari sebuah buku.

Artinya akan banyak  halaman-halaman yang akan disampaikan oleh Anas, untuk tahap pertama yang dilakukan oleh Anas melakukan kicauan-kicauan ala Nazarudin dengan target Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhyono. Apakah mampu kicauan Anas menjerat Ibas ? Kita tunggu Episode berikutnya. Salam (****)

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: