Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Anas Berhenti: Didzolimi, Akan Buka Borok Partai Demokrat, SBY dalam Bahaya

OPINI | 23 February 2013 | 14:33 Dibaca: 1369   Komentar: 0   3

Anas Urbaningrum memuji KPK dan menyerang serta menebarkan ancaman kepada SBY. Perang antara Anas Urbaningrum dan Susilo Bambang Yudhoyono dimulai. Anas melontarkan pembelaan dan perlawanan terhadap SBY. Anas memahami betul bahwa dirinya adalah target dari politisasi hukum atas dirinya yang dimulai dari pernyataan SBY yang ingin mendapatkan kepastian status hukum Anas Urbaningrum.

Anas Urbaningrum menyimpan rahasia. Anas adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang tidak diharapkan. Ada konteks jelas menyangkut rangkaian peristiwa politik. Anas menyadari adanya intrik, fitnah, serangan dalam politik. Anas memahami konsekuensi-konsekuensi politik. Anas tidak akan mengeluh dan Anas memiliki keyakinan kuat untuk memahami termasuk risiko dan konsekuensi politik.

Anas juga menyebutkan posisi tersangka karena faktor non-hukum, namun Anas punya standard etik pribadi “kalau saya punya status hukum sebagai tersangka saya akan mundur sebagai Ketua Umum Demokrat”. Anas menyampaikan bahwa Pakta Integritas standard etik Anas sendiri.

Anas Urbaningrum menyampaikan terima kasih kepada kader partai. Anas berhenti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat seperti disampaikan pada hari ini di Kantor DPP Partai Demokrat.

Apa yang disampaikan oleh Anas menimbulkan dua sisi mata uang. Anas akan melakukan perlawanan terhadap SBY dan menyampaikan pesan bahwa Anas masih memiliki kekuatan di dalam Partai Demokrat. Apapun langkah yang akan ditempuh oleh Anas Urbaningrum di dalam atau di luar Partai Demokrat Anas menjaminkan ketulusan, loyalitas dalam organisasi. Anas akan tetap berkomunikasi dengan kader-kader partai, bukan dalam posisi Ketua Umum tapi sebagai teman dan sahabat.

Apa yang disampaikan oleh Anas itu merupakan cara Anas merayu KPK. Pada saat yang bersamaan Anas menyampaikan ketidaksenangan dan menyindir sebagai ‘bersih, cerdas dan santun’. Anas menunggu langkah Demokrat akan menjadi partai yang sadis atau partai yang santun. Anas menyampaikan kemarahan dalam bentuk filosofi menyindir SBY. Dia sampaikan juga di atas segalanya barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir segalanya dari Anas Urbaningrum. Anas menyampaikan ini baru permulaan dan awal langkah besar. Hari ini baru halaman pertama dan akan membuka halaman-halaman berikutnya. Anas akan berikhtiar akan memberikan sesuatu kepada bangsa.

Apa yang disampaikan itu merupakan awal dari pengungkapan kebobrokan untuk kemasylahatan lebih besar. Yang dimaksudkan adalah bahwa Anas akan membuka seluruh hal yang akan menjadi penting bagi demokrasi di Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Panik Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 4 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 5 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 6 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 7 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: