Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Anas Berhenti: Didzolimi, Akan Buka Borok Partai Demokrat, SBY dalam Bahaya

OPINI | 23 February 2013 | 14:33 Dibaca: 1367   Komentar: 0   3

Anas Urbaningrum memuji KPK dan menyerang serta menebarkan ancaman kepada SBY. Perang antara Anas Urbaningrum dan Susilo Bambang Yudhoyono dimulai. Anas melontarkan pembelaan dan perlawanan terhadap SBY. Anas memahami betul bahwa dirinya adalah target dari politisasi hukum atas dirinya yang dimulai dari pernyataan SBY yang ingin mendapatkan kepastian status hukum Anas Urbaningrum.

Anas Urbaningrum menyimpan rahasia. Anas adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang tidak diharapkan. Ada konteks jelas menyangkut rangkaian peristiwa politik. Anas menyadari adanya intrik, fitnah, serangan dalam politik. Anas memahami konsekuensi-konsekuensi politik. Anas tidak akan mengeluh dan Anas memiliki keyakinan kuat untuk memahami termasuk risiko dan konsekuensi politik.

Anas juga menyebutkan posisi tersangka karena faktor non-hukum, namun Anas punya standard etik pribadi “kalau saya punya status hukum sebagai tersangka saya akan mundur sebagai Ketua Umum Demokrat”. Anas menyampaikan bahwa Pakta Integritas standard etik Anas sendiri.

Anas Urbaningrum menyampaikan terima kasih kepada kader partai. Anas berhenti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat seperti disampaikan pada hari ini di Kantor DPP Partai Demokrat.

Apa yang disampaikan oleh Anas menimbulkan dua sisi mata uang. Anas akan melakukan perlawanan terhadap SBY dan menyampaikan pesan bahwa Anas masih memiliki kekuatan di dalam Partai Demokrat. Apapun langkah yang akan ditempuh oleh Anas Urbaningrum di dalam atau di luar Partai Demokrat Anas menjaminkan ketulusan, loyalitas dalam organisasi. Anas akan tetap berkomunikasi dengan kader-kader partai, bukan dalam posisi Ketua Umum tapi sebagai teman dan sahabat.

Apa yang disampaikan oleh Anas itu merupakan cara Anas merayu KPK. Pada saat yang bersamaan Anas menyampaikan ketidaksenangan dan menyindir sebagai ‘bersih, cerdas dan santun’. Anas menunggu langkah Demokrat akan menjadi partai yang sadis atau partai yang santun. Anas menyampaikan kemarahan dalam bentuk filosofi menyindir SBY. Dia sampaikan juga di atas segalanya barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir segalanya dari Anas Urbaningrum. Anas menyampaikan ini baru permulaan dan awal langkah besar. Hari ini baru halaman pertama dan akan membuka halaman-halaman berikutnya. Anas akan berikhtiar akan memberikan sesuatu kepada bangsa.

Apa yang disampaikan itu merupakan awal dari pengungkapan kebobrokan untuk kemasylahatan lebih besar. Yang dimaksudkan adalah bahwa Anas akan membuka seluruh hal yang akan menjadi penting bagi demokrasi di Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 11 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 12 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 12 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Phsycologhy Dangdut Pengaruhi Cara Pandang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

“Triple Steps Solution” Upaya …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Every Children is Special …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Pemilik Bagasi Lost 500 Juta Rupiah Itu …

Irawan | 8 jam lalu

Habibi & Kakak vs Sentimentil Sang Guru …

Daniel Oslanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: