Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Chris Noya

We cannot negotiable with people who say “What’s mine is mine and what’s yours is selengkapnya

Kedatangan Menlu Belanda Jadi Alat Propaganda

OPINI | 22 February 2013 | 13:25 Dibaca: 381   Komentar: 0   0

Kedatangan Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans selama dua hari (20 - 21 Februari 2013) di Jakarta, ternyata sempat pula dijadikan ajang propaganda oleh kalangan aktivis HAM yang berafiliasi dengan FKM/RMS seperti Molluccas International Campaign for Human Rights (MICHR).

Mereka memaksa Menlu Belanda untuk berbicara menentang penahanan lanjutan terhadap aktivis FKM/RMS oleh Pemerintah Indonesia karena melaksanakan hak-hak mereka dalam bentuk kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai. Apalagi Pemerintah Belanda juga masih terikat oleh kewajiban mereka di bawah perjanjian Hak Asasi Manusia PBB dan Piagam Hak-Hak Fundamental Uni Eropa yang mengikat secara hukum dengan berlakunya Perjanjian Lisbon pada tahun 2009.

Tapi nyatanya, mereka (MICHR) tidak digubris sedikitpun oleh Mr. Frans Timmermans karena kedatangannya ke Indonesia justru menginginkan peningkatan hubungan bilateral yang lebih baik lagi dengan Negara Indonesia. Seperti tergambar dalam ungkapannya “Indonesia bergerak sangat cepat dan punya banyak sekali negara mitra. Kami tidak ingin dilupakan,” kata Timmermans.

Menlu Timmermans juga menyampaikan bahwa kedua negara akan menyelenggarakan konsultasi tahunan, dimana tidak hanya bersama membahas isu-isu bilateral tetapi juga isu-isu internasional. Kedua negara juga akan mengintensifkan hubungan di sejumlah bidang, antara lain pendidikan, penyelenggaraan pemerintahan yang baik, pembangunan kawasan timur dan tatakelola perairan.

Diharapkan setelah kunjungannya ini akan segera disusul sejumlah kunjungan menteri-menteri Belanda ke Indonesia dan puncaknya pada akhir tahun ini PM Mark Rutte akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia dengan membawa delegasi misi dagang.


Note:

MICHR adalah media propaganda FKM/RMS yang dimotori oleh Alexander Manuputty terpidana kasus makar di Ambon, Maluku yang melarikan diri ke Amerika Serikat pasca kerusuhan 1999-2001. Hingga kini ia selalu mencoba mencari celah dari isu-isu yang berkembang di Indonesia dan mempropagandakannya di social media termasuk dalam halaman facebook Menlu Belanda Frans Timmermans.

1361514264278111066

Page Frans Timmermans (facebook.com)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: