Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Kapitan Joe

A New Yorker, live and work for many years in Rockefeller center Area, Like to selengkapnya

Pak Jokowi; Anda Bukanlah Jokinya Megawati

REP | 18 February 2013 | 19:03 Dibaca: 2464   Komentar: 2   2

Jokowi jadi juru kampanye PDIP di Jawa Barat untuk memenangkan kursi perebutan Gubernur, demikian isi berita berbagai surat kabar Nasional sejak hari Sabtu kemarin hingga hari ini, bahkan hari inipun Jokowi cuti karena ditugaskan megawati untuk kampanye di Depok, demi kepentingan pasangan Cagub Rieke Diah  (Oneng)  dan Tenten Masduki. 1361188922329042867

Koleksi Kapitan Joe

Sejatinya perebutan kursi Gubernur, tentunya tugas utama dari Calon Gubernur tersebut untuk merebut simpati, ditambah dengan  sentuhan   pimpinan Partai,   juga dikombinasi dengan    strategy cerdas dalam menjual programnya. Dengan demikian program tersebut akan dapat  merebut simpati  para pemilih, dan saat pilkada nantinya  calon pemilih telah mantab dan  akan  menjatuhkan suaranya pada calon yang disodorkan partai tersebut.

Namun dalam perebutan kursi Gubernur Jawa Barat saat ini, program kampanye PDIP untuk Oneng dan Teten, mirip menjagokan Jokowi sebagai calon gubernurnya, hal ini dibuktikan dengan cutinya Jokowi selama tiga hari ( Sabtu-Senin) untuk mempromosikan Cagub PDIP tersebut, yang nota bene tidak ada kepentingan langsung dari Gubernur  DKI terhadap Diah maupun Teten,  dengan mengorbankan tugas sebagai Gubernur,  karena  Jokowi  ditampilkan  hanya untuk mendongkrak perolehan suara  agar dapat memenangkan perebutan kursi Gubernur dalam beberapa hari mendatang.

Sadar atau tidak Jokowi dalam hal ini terlalu tunduk terhadap ketua partai, kemenangan Jokowi dalam pilgub DKI kemarin, bukanlah karena dukungan PDIP terhadap Jokowi , kami-kamilah dari grassrot yang getol untuk mempromosikan Jokowi sebagai calon Gubernur, oleh karena visi dan misi anda memang layak untuk dijalankan di Ibukota Negeri ini, karena kami muak dengan tingkah laku para Birokrat Ortodok dengan segala tipu muslihat yang dipertontonkan mereka.

Kini terbukti sudah, dalam wawancara dengan Taufik Kemas oleh salah satu media online, Taufik dengan jelas mengatakan Jokowi belum saatnya untuk dicalonkan menjadi Presiden,  penuturan  Ketua MPR ini dengan jelas menyebutkan masih ada yang lebih layak untuk dicalonkan jadi Presiden dari pada Jokowi, yaitu;  Pramono Anung maupun Tjahyo Kumolo, yang nota bene  kedua dedengkot PDIP ini di DPR maupun Sekjen Partai keluarga Soekarno ini tidak memiliki track record best maupun hasil istimewa dari dulu sampai detik ini.

Mencermati perkataan Taufik Kemas ini, jelas membuat saya benar-benar kecewa, Jokowi sebagai simbol kemajuan bangsa dalam mereformasi birokrasi mafia, telah di bonsai oleh PDIP ( dalam hal ini trah Soekarno) untuk tidak menerima bujukan apapun dalam perebutan Kursi RI 1 tahun depan.  Jokowi telah mereka setting sedemikian rupa, dan Jokowipun dengan manut, tunduk,  kini tersandera oleh putusan Banteng tua, tanpa berani berujar apapun.

Pencalonan Pramono Anung sebagai Capres versi Taufik Kemas dan menenggelamkan Jokowi sebagai Gubernur DKI untuk lima tahun mendatang, jelas akan menjadi bumerang bagi Jokowi nantinya, kepercayaan dari rakyat untuk memilih Jokowi sebagai RI1, ternyata disiasiakan oleh partai yang tidak terlalu mendapat tempat di hati rakyat. Untuk itu seharusnya Jokowi memahami keinginan rakyat, bahwa saat inilah tepatnya anda bertindak, karena kalau menunggu tahun 2019 mendatang; berarti Jokowi membiarkan Bangsa ini semakin terjerumus kedalam jurang kehancuran, khususnya birokrasi, Korupsi, oleh karena pimpinan Negeri ini, hanya dari kalangan itu-itu saja.

Sekali lagi Pak Jokowi, rakyat Negeri ini memberikan kepercayaan di pundakmu untuk memimpin Negeri ini, menuju Bangsa yang lebih baik, sistem pemerintahan yang lebih terbuka,  jujur dan berharga di mata Dunia, bukan seperti sekarang ini, Duh Gusti bangsa lain hanya tahu Indonesia itu, kandangnya Koruptor maupun teror,  bola sudah berada di tangan Anda, hasil surveypun selalu mendudukkan anda pada urutan teratas,  anda tutup mata untuk hal ini?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 5 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 10 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 11 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengabdi …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Usai Gasak Malaysia, Timnas Justru Takluk …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 8 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: