Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hentikan Money Politik di Pilgub Jabar !

OPINI | 19 February 2013 | 17:41 Dibaca: 457   Komentar: 0   1

13612703792146941124

www.inilah.com

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah status di grup facebook yang diisin orang-orang jawa barat. Tulisan itu berbahasa sunda yang jika ditranslasikan kedalam bahasa Indonesia berbunyi “Kalau tidak ada uang amplopnya, saya tidak akan memilih pada pilgub 24 Februari 2013. titik !”

Politik uang sangat biasa terjadi dalam setiap pemilihan umum. Jauh sebelum presiden dipilih langsung, masyarakat sudah terbiasa mendapat amplop jika memilih kepala desa. Pemilihan kepala desa sangat identik dengan amplop dengan tarif beragam antara dua puluh ribu hingga seratus ribu rupiah per kepala. Pemilihan kepala desa juga identik dengan daftar pemilih yang berantakan. Seseorang yang sudah meninggalkan kampung halaman bertahun-tahun dan tak lagi memiliki KTP daerah asalnya pun bisa diikutkan.

Pemilihan kepala desa tidak pernah menghasilkan pemenang yang - mengambil istilah SBY - kapabel. Pemilihan kepala desa selalu menghasilkan pihak yang gagal pada kondisi bangkrut. Kehilangan sawah dan kebun berhektar-hektar hingga menjual rumah dan kabur ke Saudi Arabia. Sedangkan sang pemenang pun tak mendapatkan apa-apa. Gaji tak seberapa korupsi pun susah. Karena hanya mengandalkan pengembalian pajak bumi serta surat-surat perijinan.

Warga masyarakat jawa barat sebaiknya belajar dari pengalaman. Calon kepala daerah yang memberi uang pasti kelak akan lebih dekat kepada korupsi karena uang yang ia bagikan tentu harus kembali. Calon kepala daerah yang memberi uang juga tidak akan bisa bekerja maksimal karena ia tersandera para donatur yang dulu membiayainya saat kampanye.

Pemilihan gubernur lima tahun lalu relatif jauh dari politik uang. Hasilnyapun lumayan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, Jawa Barat jauh mengalami kemajuan yang cukup berarti lima tahun terakhir ini.

Pemilih cerdas memilih pemimpin yang tepat.  Sudah zaman facebook dan ngetwit. Masa masih menggadaikan harga diri dengan amplop dua puluh ribu. Hentikan politik uang! Mari menjadi generasi baru jawa barat yang punya jati diri.

Saatnya Persib Juara @_@

FB : ENJANG ANWAR SANUSI

TWITTER : @enjang_as

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 4 jam lalu

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: