Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hentikan Money Politik di Pilgub Jabar !

OPINI | 19 February 2013 | 17:41 Dibaca: 466   Komentar: 0   1

13612703792146941124

www.inilah.com

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah status di grup facebook yang diisin orang-orang jawa barat. Tulisan itu berbahasa sunda yang jika ditranslasikan kedalam bahasa Indonesia berbunyi “Kalau tidak ada uang amplopnya, saya tidak akan memilih pada pilgub 24 Februari 2013. titik !”

Politik uang sangat biasa terjadi dalam setiap pemilihan umum. Jauh sebelum presiden dipilih langsung, masyarakat sudah terbiasa mendapat amplop jika memilih kepala desa. Pemilihan kepala desa sangat identik dengan amplop dengan tarif beragam antara dua puluh ribu hingga seratus ribu rupiah per kepala. Pemilihan kepala desa juga identik dengan daftar pemilih yang berantakan. Seseorang yang sudah meninggalkan kampung halaman bertahun-tahun dan tak lagi memiliki KTP daerah asalnya pun bisa diikutkan.

Pemilihan kepala desa tidak pernah menghasilkan pemenang yang - mengambil istilah SBY - kapabel. Pemilihan kepala desa selalu menghasilkan pihak yang gagal pada kondisi bangkrut. Kehilangan sawah dan kebun berhektar-hektar hingga menjual rumah dan kabur ke Saudi Arabia. Sedangkan sang pemenang pun tak mendapatkan apa-apa. Gaji tak seberapa korupsi pun susah. Karena hanya mengandalkan pengembalian pajak bumi serta surat-surat perijinan.

Warga masyarakat jawa barat sebaiknya belajar dari pengalaman. Calon kepala daerah yang memberi uang pasti kelak akan lebih dekat kepada korupsi karena uang yang ia bagikan tentu harus kembali. Calon kepala daerah yang memberi uang juga tidak akan bisa bekerja maksimal karena ia tersandera para donatur yang dulu membiayainya saat kampanye.

Pemilihan gubernur lima tahun lalu relatif jauh dari politik uang. Hasilnyapun lumayan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, Jawa Barat jauh mengalami kemajuan yang cukup berarti lima tahun terakhir ini.

Pemilih cerdas memilih pemimpin yang tepat.  Sudah zaman facebook dan ngetwit. Masa masih menggadaikan harga diri dengan amplop dua puluh ribu. Hentikan politik uang! Mari menjadi generasi baru jawa barat yang punya jati diri.

Saatnya Persib Juara @_@

FB : ENJANG ANWAR SANUSI

TWITTER : @enjang_as

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: