Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dini Kinanthi Putri

Pemerhati masalah sosial dan politik, tinggal di Jakarta

Santun Berpolitik Reguk Simpati Masyarakat

OPINI | 18 February 2013 | 09:09 Dibaca: 212   Komentar: 0   0

Masyarakat Indonesia ternyata tidak suka dengan kekarasan. Buktinya masyarakat lebih memilih dan menyukai perliku yang lemah lembut, sopan santun, dan rapi. Dalam berpolitikpun masyarakat juga lebih disuka dan simpatik kepada partai yang mengedepankan toleransi, etika dan soapan santun.

Partai Demokrat dapat memenangkan pemilu 2009 karena berhasil merebut simpati masyarakat. Partai demokrat lebih mengedepankan perilaku sopan dan santun dalam berpolitik. Selain itu, Partai Demokrat memiliki figur yang disuka masyarakat yaitu figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang bertingkah laku sopan santun.

Konflik internal dalam tubuh Partai Demokrat nampaknya akan berakhir setelah Rapimnas berlangsung di Jakarta. Banyak kader Partai Demokrat yang menghadiri rapimnas di Hotel Sahid Jaya mengaku syukur karena acara tersebut berjalan lancar. Ketua DPC Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Mohammad Sandiri, mengatakan bersyukur karena rapimnas berjalan lancar. Tidak seperti yang digembar-gemborkan. Ini menandakan bahwa Demokrat masih santun dalam berpolitik. Pidato yang diberikan ketua majelis tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono, dan ketua umum, Anas Urbaningrum, akan menjadi kekuatan dan arahan bagi kader Demokrat untuk bisa berbuat lebih baik lagi pada Pemilu dan Pemilihan Presiden 2014.

Ketua DPD Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajuddin, mengatakan pihaknya lega dengan lancarnya rapimnas dan tidak ada kejadian luar biasa seperti yang disebut-sebut selama ini. Rapimnas ini memperlihatkan jika Demokrat telah perlihatkan kedewasaan berpolitik dan kesantunan untuk menjadi pelajaran politik bagi masyarakat.

Saya berharap pada Pemilu 2014 berjalan lancar, aman dan demokratis. Pemenang Pemilu 2014 adalah partai politik yang mampu merebut hati masyarakat dengan berpolitik secara santun. Berpolitik ibarat sarana menuju cita-cita menjadi bangsa yang maju, adil dan makmur, serta demokratis.

Oleh karena itu, partai politik harus berlomba-lomba meraih simpati masyarakat dengan menebar kebaikan, kesantunan, kedamaian dan menjauhi kekerasan, serta berpolitik yang sehat, sportif dan penuh toleransi. Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan persatuan dan kedamaian.

Dini Kinanthi Putri

Jl. Raya Lenteng Agung Gang 100, Lenteng Agung, Jakarta Selatan

Email: dinikina@gmail.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mendapat Untung Usai Mengusir Lalat …

Mahaji Noesa | | 04 March 2015 | 17:16

Layanan Publik untuk Anak …

Sopian Hadi | | 04 March 2015 | 14:26

Tips Menghemat Listrik …

Ika Septi | | 04 March 2015 | 16:05

Introvert, Kaum yang Sering Disalahpahami …

Muammar Nur Islami | | 04 March 2015 | 16:15

Album Perdana Virzha: Sebuah Pernyataan …

Atitere | | 04 March 2015 | 12:27


TRENDING ARTICLES

Maaf, Kami Juga Muak, Mister Abbot …

Aji Maulana | 9 jam lalu

Ada Kejadian Biadab, Mana Suara Psikolog …

Amba Sumujud | 10 jam lalu

Presiden Jokowi Penikmat Adegan Tinju KPK vs …

Imam Kodri | 11 jam lalu

7 Sifat Ahok yang Tak Ada Pada Pejabat Lain …

Muthiah Alhasany | 11 jam lalu

Lulung vs Ahok: 3 Kecerdasan Lulung dan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: