Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Arief Setiawan

pecinta kegilaan http://arieflmj.wordpress.com/

“Studi Banding” Ahok ke Belanda

HL | 16 February 2013 | 01:00 Dibaca: 6084   Komentar: 0   37

1360950937469828316

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat gebrakan baru lagi. Bukan dalam ranah kebijakan, tapi bagaimana cara menghemat anggaran secara efektif dan efisien. Apa gebrakan baru itu? Ahok berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Belanda melalui sarana teleconference. Diskusi tersebut juga disiarkan ke jaringan radio Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di 40 negara dan beberapa ahli bidang manajemen sumber daya air dari berbagai negara.

Apa yang dilakukan Ahok juga telah memukul logika studi banding yang selama ini sering dilakukan oleh, terutama, DPR. Diskusi tentang Penanganan Banjir Jakarta tersebut diinisiasi oleh Indonesia Diaspora Network-Netherland, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, dan PPI Dunia. Bisa dikatakan, apa yang dilakukan Ahok ini hendak menegaskan bahwa studi banding tidak harus dilakukan dengan mendatangi mereka. Ada skala prioritas yang mana jika cukup dengan memanfaatkan teknologi informasi maka tak perlu ke luar negeri.

Meminjam istilah Giddens, penjarakan ruang dan waktu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan menekan anggaran untuk studi banding yang sekiranya bisa dilakukan secara jarak jauh. Berapa miliar rupiah yang dihemat jika banyak studi banding ke luar negeri yang dilakukan oleh penyelenggara negara bisa dilakukan secara teleconference. Harus diakui, beberapa studi banding memang harus mendatangi secara langsung. Itu bentuk pengecualian dan bisa diterapkan jika memunyai skala prioritas.

Berapa miliar rupiah uang negara yang bisa dihemat oleh Pemprov DKI Jakarta jika hendak mendatangkan para ahli manajemen sumber daya air yang turut mendengarkan diskusi tersebut ke Jakarta? Berapa ratus juta yang bisa dihemat jika Ahok harus hadir ke Belanda? Sangat besar sekali dana APBD yang bisa dihemat dan hasilnya sama saja dengan studi banding dengan pola standar. Sekali lagi, ini adalah pukulan telak dari Ahok dan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam rangka penghematan anggaran.

Video resmi Pemprov DKI:

http://youtu.be/57DMOrYleso

Video yang diambil dari Belanda:

http://youtu.be/EpLgVqZUMYI

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tentang Keaslian Akun Twitter @jokowi_do2 …

Blontank Poer | | 28 January 2015 | 16:12

Kisah Pencari Logam Mulia di Batu Hijau …

Dhanang Dhave | | 28 January 2015 | 09:59

Esensi “Tongsis” …

Fandi Sido | | 28 January 2015 | 10:42

Harta Karun Tanah Papua …

Rico Tude | | 28 January 2015 | 15:14

Ayah Bunda, Ini yang Sebaiknya Dilakukan …

Achmad Suwefi | | 27 January 2015 | 16:56


TRENDING ARTICLES

Aksi Heroik Raja Salman …

Muhammad Armand | 10 jam lalu

Pencalonan BG Bukan Inisiatif Jokowi! …

Elde | 11 jam lalu

Tim 9 Tidak Independen, Hanya Panggung …

Isson Khairul | 14 jam lalu

Inilah Alasan Effendi Simbolon Menunjukan …

Dean Ridone | 15 jam lalu

Jokowi Perlu Contoh Raja Baru Arab Saudi …

Mustafa Kamal | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: