Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jefri Hidayat

domisili di Sumbar, lajang, 30 tahun. Twitter @jefrineger

Anas Korban Politik Cikeas Family

OPINI | 13 February 2013 | 05:01 Dibaca: 830   Komentar: 0   0

Partai democrat SBY dan Anas menjadi pembahasan hangat di media masa, elektronik sampai kewarung-warung kopi. Memang pesona Demokrat beserta tokoh-tokohnya menjadi sorotan tajam masyarakat. Lantaran, selain partai penguasa democrat juga menghadapi berbagai problem hokum yang menghampiri para kadernya.

Anas hanyalah segelintir anak muda berprestasi dalam kancah politik nasional. Diusianya terbilang muda, dia mampu menjadi ketua umum di Partai pemenang pemilu. Anas hanya butuh 5 lima tahun merintis karir di democrat. Bergabung pada 2005, 2010 Anas sudah memegang tampuk kepemimpinan di partai berlambang mercy itu.

Sayangnya, Partai tempat Anas bernanung masih menganut politik dinasty, tidak seperti partai Golkar yang fleksible. Ataupun, PKS yang mengutamakan perkaderan. Sedangkan Demokrat adalah partai milik Susilo Bambang Yudoyono. Sudah menjadi rahasia umum bahwa restu SBY pada kongres Partai Demokrat 2010 jatuh pada Andi Malaranggeng. Tapi sayang, lantaran kelihaian Anas dalam berorganisasi, ditunjang pengalaman menjadi anggota KPU, Anas mampu menaklukan Andi dan Marzuki Alie sebagai rivalnya. Jadi;ah Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai politik termuda Indonesia.

Awalnya kita melihat SBY menerima situasi yang dialami partainya. Apalagi Anas saat itu mengakomodir semua lawan-lawan politiknya dalam kepengurusan. Termasuk putra SBY sendiri dipasang oleh Anas sebagai Sekjen. Walaupun Ibas hanya topeng dan boneka dalam struktur partai democrat. Anas sangat sadar bahwa Ibas tak mampu menandingi kepiawaian Anas dalam berpolitik praktis. Apalagi, sebelumnya Ibas tak punya pengalaman berorganisasi .

Perlahan tapi pasti Anas menancapkan kukunya di internal partai, gaung Anas terasa menggema. Sedangkan sepak terjang Ibas nyaris tak terdengar. Baik dikalangan organisasi partai. Maupun di badan Legislatif. Melihat timpangnya kekuatan antara Anas dan Ibas di democrat SBY merasa gerah. Sebab akan tertutup kemungkinan untuk melanggengkan dinasti Yudoyono. Apalagi berhembus isu bahwa democrat akan mengusung Ani Yudoyono dan Pramono Edi sebagai Capres.

Cengkeraman kuku Anas yang semakin kuat, Cikeas harus melakukan suatu terobosan untuk menghadang laju Anas. Tapi di democrat masih ada Andi Malaranggeng rival anas saat kongres Bandung, dan juga tangan kanan SBY. Keluarga Cikeas masih berfikiran, Andi mampu menghambat laju Anas. Kebetulan, Anas disebut-sebut Nazarudin terlibat skandal Hambalang.

Walaupun momen untuk mencongkel Anas sudah ada, SBY masih berharap pada Andi untuk mengatasi Anas. Akan tetapi ditengah perjalanan Andi juga dituduh menikamati aliran dana sport center Hambalang, disusul penetapan Andi sebagai tersangka oleh KPK. Disitulah harapan SBY sirna seketika, sebab tidak ada lagi yang mengimbangi Anas di democrat.

Tampaknya nasib mujur tak berpihak pada Anas, Release SMRC yang hanya mematok suara democrat di angka 8,3 persen menjadi kiamat kecil bagi Anas. Pasca publish hasil survey tersebut gugatan silih berganti dating menghampiri Anas dan meminta ketua dewan Pembina SBY turun tangan. Praktis kewenangan Anas diamputasi dan kekuatan mantan ketua PB HMI itu dipreteli satu persatu. Disitulah akhir politik Anas di Partai democrat.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 15 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 17 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: