Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mawalu

Banyak orang menulis bagaikan thriller psikologis dengan pola berpikir seperti orang epilepsi. Orang bebal ketika selengkapnya

Ruhut Bilang Justru Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, dan TV One yang Galau

REP | 12 February 2013 | 20:50 Dibaca: 2943   Komentar: 31   1

Malam ini aku nonton acara ILC di TV One, terbahak-bahak aku melihat ulah kawan kita si Ruhut ini. Dari dulu sampai sekarang masih saja tak berubah kelakuannya itu. Acara yang dipandu bang Karni Ilyas dengan dengan topik Presiden Galau, Anas di Kudeta? itu digas habis-habisan oleh Opung Ruhut tanpa ampun.

Ruhut tak terima SBY dibilang galau, Ruhut bilang justru yang galau itu si Akbar Tanjung yang dulu pernah membesarkan dirinya di Golkar. Ruhut tersinggung dengan statementnya Akbar Tanjung di Media terkait prahara dalam tubuh Partai Demokrat.

Ruhut bilang si Akbar Tanjung itu orang yang sangat tak tahu diri ikut-ikutan urus rumah tangga orang lain. Urus saja rumah tangganya sendiri yang tak pernah beres dan tak maju-maju itu. Sesama bis kota jangan-lah saling mendahului, tak baik itu abangku sayang, kata Ruhut.

Ruhut juga menyerang Budayawan Ridwan Saidi yang diberi kesempatan bicara oleh bang Karni pada awal acara ILC. Ruhut panas hatinya karena sang Budayawan itu memuji-muji dan membela Anas habis-habisan dengan menjelek-jelekan SBY.

Ruhut bilang si Ridwan Saidi ini kalau bicara seperti orang kumur-kumur saja. Kalau bicara itu harus jelas dan jangan belepotan. Kontan saja Ridwan Saidi yang sudah kakek-kakek itu berang dan emosi dengan memelototkan matanya ke Opung Ruhut.

Selain menyerang sang Budayawan Ridwan Saidi, Ruhut juga menyerang Aburizal Bakrie. Ruhut bilang tiap hari si Aburizal Bakrie ini iklan di TV One pagi siang malam tapi Pollingnya tak naik-naik, masih lebih mending si Rhoma Irama itu yang tak pernah iklan di TV tapi selalu dibicarakan orang.

Ruhut merasa heran kenapa pulak si Aburizal Bakrie ini dan TV One sangat perhatian sekali kepada Partai Demokrat. Ada apa pulak ini. Saking perhatiannya Aburizal Bakrie dan TV One buktinya aku ini diundang terus jadi Narasumber disini, begitu kata Ruhut.

Selain panas hatinya SBY dibilang galau, Ruhut juga panas hatinya dengan judul acara ILC yang ada kata Kudeta itu. Ruhut mengecam bang Karni Ilyas dan TV One. Ruhut bilang TV One jangan sembarangan pakai itu kata Kudeta. Ngaco itu.

Ruhut panas hatinya, dia tak terima SBY dibilang galau dan mengkudeta Anas Urbaningrum. Menurut Opung Ruhut, yang galau berat itu adalah orang-orang yang tak suka SBY dan yang tak suka Partai Demokrat menjadi besar. Ruhut bilang mereka-mereka ini tak bisa lihat kami kompak.

Mungkin kawan kita si Ruhut ini lupa kalau dirinya itu sudah didepak dari Partai Demokrat.

Politik oh politik.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: