Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Anis Matta, Seloroh Poligami Hidayat Nur Wahid dan Poliandri Tersembunyi

OPINI | 12 February 2013 | 20:41 Dibaca: 11513   Komentar: 33   2

Poligami Anis Matta menjadi sorotan publik. Seperti dilansir oleh Kompas.com hari ini (12/02/2013) adalah Hidayat Nur Wahid yang pada saat penentuan Sohibul Iman sebagai Wakil Ketua DPR melakukan candaan tentang poligami Anis Matta. Dalam kesempatan yang berbahagia itu, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa semua pimpinan DPR sepakat dalam semua hal, kecuali satu urusan poligami.

Pernyataan bernada seloroh itu ternyata ditujukan kepada Anis Matta yang memiliki istri dua orang, satu asli Indonesia yang satunya asli Eropa Timur, Hungaria. Anak mereka 11 orang. Nah, asyik kan mendengarnya. Namun adalah menarik bahwa pernyataan itu dilontarkan oleh Ustadz Hidayat Nur Wahid itu dari pandangan psikologi.

Hidayat Nur Wahid bercanda ala sufi. Candaan khas para cerdik pandai dan ulama serta ustadz. Tak lain yang banyak dijadikan candaan adalah hal-hal yang sangat indah menyangkut hasyrat utama lelaki: perempuan, istri dan poligami. Poligami adalah hal yang halal bahkan menjadi sunnah Rasullullah SAW. Justru dianjurkan bagi laki-laki yang mampu berlaku adil.

Dalam candaan dan seloroh itu pula Hidayat Nur Wahid menyatakan dirinya tidak berpoligami karena istrinya melarang. Ini hal yang sangat aneh untuk keluarga ustadz ternama. Bagaimana mungkin seorang Hidayat Nur Wahid dilarang atau tidak diizinkan berpoligami oleh istrinya Uswindraningsih Titus? Istri solihah adalah istri yang akan dengan senang hati mengizinkan suaminya atau pasangannya menikah lagi. Bukankah menikah lagi lebih baik daripada berzina? Dalam hal ini ustadz Hidayat Nur Wahid tidak melakukan poligami bukan karena tidak ingin, namun karena tidak diberi izin oleh istrinya. Demikian pula suami soleh bisa juga memberikan izin untuk poliandri istri tercinta.

Apa yang disampaikan oleh Hidayat Nur Wahid dalam bentuk candaan dan seloroh pada saat acara resmi PKS itu menunjukkan karakter asli PKS yang para elite-nya sangat memahami perbedaan. Jika Anis Matta berpoligami itu adalah hal yang baik dan sunnah. Jika Sohibul Iman tidak berpoligami itu karena kesadaran. Dan jika Hidayat Nur Wahid tidak berpoligami itu karena larangan istrinya, Istri Hidayat tidak mengizinkan Hidayat untuk berpoligami. Dan saya yakin Hidayat Nur Wahid pun tak akan mengizinkan istrinya berpoliandri.

Kehidupan para pejabat publik di Indonesia yang diwakili oleh para pembesar partai Islam selalu diwarnai oleh poligami.’ Adalah Wakil Presiden Hamzah Haz yang pertama memimpin poligami. Lalu poligami ini diikuti oleh banyak tokoh Islam karena memang sunnah Rasullullah SAW. Bahkan Aceng Fikri Bupati Garut pun ikut melakukan poligami meski masanya cuma empat hari. Poligami merupakan hak laki-laki normal untuk menyalurkan hasyrat manusia sebagai animal being, bukan hanya human beingnya.

Perbuatan poligami ini ternyata diikuti oleh para istri-istri pejabat secara diam-diam melakukan poliandri. Poliandri sekarang ini tengah menjadi tren di kalangan sosialita kelas atas. Anehnya, para suami mengizinkan para istri mereka untuk berpoliandri demi menjaga suasana dan variasi dalam hubungan suami istri. Kehidupan yang keras dan gaya hidup hedonis diyakini menjadi penyebab poligami dan poliandri. Terdapat perselisihan dalam hukum agama tentang syarat-syarat poligami dan poliandri.

Di Nepal, poliandri dan poligami bisa berjalan beriringan. Demikian pula di Mesir Kuno dan Kerajaan Syeba di Jazirah Arab menganut paham poligami dan poliandri. Kebudayaan India mula-mula juga mengamalkan poligami - seperti yang tercantum dalam relief Karmawibanggha Candi Borodbudur. Nampaknya manusia zaman tiga ribu sampai liuma ribu tahun lalu telah mengenal hak azasi manusia dan liberalisasi hubungan perkawinan yang disebut poligami dan poliandri yang berjalan beriringan.

Kini poliandri dan poligami sama maraknya di Indonesia. Bedanya poliandri ditutupi dan tidak diungkap secara umum. Sementara poligami sejak zaman reformasi menjadi perbuatan yang diamanatkan, perbuatan yang menjadi lambang kealiman dan kesalihan, menjadi simbol keimanan. Kenapa? Poligami menuntut istri solehah yang memberikan izin kepada suami untuk menikah. Kedua dari segi keuangan, poligami menuntut suami untuk memberi makan anak-anak lebih banyak. Jika wanita tidak mau menerima dan mengizinkan suaminya menikah lagi dan berpoligami, surga akan jauh dari para istri.

Jadi dalam hal celotehan Hidayat Nur Wahid ada kondisi ‘psikologi alam bawah sadar Hidayat Nur Wahid’ yang menginginkan poligami. Sayangnya istri Hidayat Nurwahid tak mengizinkan, seperti yang disampaikan oleh Hidayat sendiri. Hidayat juga melihat betapa indah kehidupan Anis Matta yang menikah dengan dua istri, sesuatu yang sangat menarik bagi Hidayat Nur Wahid. Ini menandakan, secara psikologi, HIdayat Nur Wahid menginginkan dan mendambakan poligami seperti Anis Matta. Sesungguhnya dalam diri Hidayat Nur Wahid timbul kesadaran dalam alam bawah sadar sebagai animal being, manusiawi sekali. Jarang orang yang mampu bersikap jujur bahkan dalam kegiatan resmi seperti acara penetapan Wakil Ketua DPR baru Sohibul Iman menyampaikan soal poligami.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Optimistis Melihat Produk Lokal dari Pasar …

Asri Alfa | | 22 October 2014 | 19:36

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 13 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 13 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 13 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 14 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Bidan Desa Tak Peduli, Nyawa Bayi …

Yohana Damayanti Ma... | 8 jam lalu

Judge …

Ayu Syahbana Surbak... | 8 jam lalu

Memilih Makanan Halal di Eropa …

Aries Setya | 9 jam lalu

Amplas …

Katedrarajawen | 9 jam lalu

Obama Dream atau Obama Nightmare ? …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: