Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Yeano Andhika

Anak Kampung | Dalam proses menjadi sarjana-Unair | Reading Islamic Finance | Juru Warta Kecil-kecilan

PKS: Saatnya Kita Naik

OPINI | 10 February 2013 | 21:19 Dibaca: 477   Komentar: 0   1

Semenjak kasus suap yang diduga melibatkan mantan presiden PKS Luthfi Hassan Ishak (LHI), nampaknya kader PKS di seluruh Indonesia mulai merapatkan barisan.Penunjukkan cepat Anis Matta sebagai presiden PKS yang baru oleh Majelis Syuro tampaknya ada nilai positifnya, segera setelah pengunduran dirinya dari keanggotaan di DPR RI, Anis Matta segera melakukan road show ke seluruh penjuru negeri.Hal itu tampak pula dilakukan Anis Matta di Jawa Timur, ia menyampaikan pidato politik yang cukup mampu membakar kader PKS di Jawa Timur.

Dalam rapat yang disebut rapat akbar bersama presiden PKS dan bertemakan “PKS:Saatnya Kita Naik”, tampak berkumpul kader PKS seluruh Jawa Timur.Berbagai spanduk pun nampak di dalam ruangan rapat akbar tersebut, ada yang bertuliskan “PKS Solid” sampai ada pula yang bertuliskan “PKS digoyang, PKS menang”.

Tampaknya, kasus yang menimpa PKS setahun menjelang Pemilu 2014 ada sisi positifnya, kader, simpatisan juga relawan PKS mulai bergerilya.Hal itu tampak dari golongan muda PKS yang mulai ‘kampanye’ tidak langsung di masjid-masjid, di kampus-kampus, dan berbagai ‘majelis’ di media sosial.Satu yang patut diacungi jempol, bahwa partai ini menurut hemat saya adalah partai yang benar-benar mampu menggerakkan kekuatannya dari elit sampai akar rumput dengan tanpa embel-embel upah.Nampaknya, hal tersebut meniru induknya, yakni Ikhwanul Muslimin di Mesir yang juga bergerak di bawah sehingga kegiatan sosialnya mampu dirasakan langsung masyarakat bawah.

Rapat akbar tersebut diwarnai oleh tangisan para kader baik laki-laki maupun perempuan pada saat penutupan yang dipimpin oleh seorang ustadz yang membawakan doa penutup.Isi doa tersebut menurut saya cukup menyentuh.Benarkah ‘PKS Akan Naik’ pada 2014 nanti? Wallahu ‘alam.Tunggu saja April 2014.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Batik 3005 Meter Karya Masyarakat Yogyakarta …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 12:27

Antara Yangon, Iraq, ISIS dan si Doel …

Rahmat Hadi | | 02 October 2014 | 14:09

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 4 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 10 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kios Borobudur Terbakar, Pencuri Ambil …

Maulana Ahmad Nuren... | 7 jam lalu

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

“Amarah Nar Membumihanguskan …

Usman Kusmana | 7 jam lalu

Pembunuh (4) …

S-widjaja | 7 jam lalu

Penghujat SBY, Ayo Tanggung Jawab…!! …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: