Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sultan Sariyulis

Penulis, SULTAN SARIYULIS, seorang penulis yang terinspirasi dari kata bijak Hujjatul Islam “Kalau kamu bukan selengkapnya

Memimpikan Kepemimpinan Soeharto

OPINI | 10 February 2013 | 17:34 Dibaca: 899   Komentar: 0   0

Disaat Dinamika Negara ini sudah digoyang dengan berbagai persoalan yang tak kunjung selesai dari berbagai aspek mulai dari bidang agama yang begitu rumit dengan timbul berbagai aliran Sesat yang bisa meresahkan masyarakat misalnya Ahmadiyah beberapa tahun lalu,begitu juga di bidang politik yang hampir setiap hari kita baca di berbagai media para pejabat negara diwarnai dengan nada Korupsi, bahkan yang lebih disayangkan Hukum juga ikut dipolitisi, yang lebih anehnya lagi, Presiden Indonesia yang terhormat bapak SBY lebih memilih menyelamat kendaraannya daripada melihat nasib rakyat dan negara yang dia pimpin yang memilki ribuan kasus. Memang aneh tapi nyata itu realita di negeri yang pernah dikenal dengan sebutan “Macan Asia” di saat dipimpin oleh Haji Muhammad Soeharto . yang pada saat itu semua Negara di Asia disaat mendengar Nama Indonesia pasti membayangkan kehebatan dan kejantanan Militer kita. Tapi sekarang apa yang dibayangkan pasti“KORUPSI” sehingga ada Petinggi negara lain yang berani menghina Mantan Presiden Macan Asia ini,sungguh malang nasib negara ini, kalau dulu ada negara yang seperti itu sudah diancam perang, “Layak di beri Apresiasi kalua ada yang mengatakan lebih baik masa Presiden Soeharto”

Dibidang hukum juga dihadap berbagai persoalan banyak kasus yang tidak terselesaikan misalnya kasus Bank Century, kasus Korupsi, Skandal seks pejabat pemerintah, Narkoba, dan yang lebih di sayangkan jika kehilangan kepercayaan Rakyat terhadap penegak hukum, inipun sudah mulai terjadi di tingkan perdesaan sudah banyak kasus yang dihakimi sendiri (Massa), semua ini sangat jarang terjadi pada masa orde baru.Maka disaat seperti ini penulis sangat memimpikan masa presiden Soeharto yang sering disebut dengan Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998. Haji Muhammad Soeharto, dipanggil akrab Pak Harto, adalah sosok nama besar yang memimpin Republik Indonesia, selama 32 tahun. Suatu kemampuan kepemimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya (senang atau tidak). Ia menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). Bahkan sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan (1985). Maka, saat itu pantas saja ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional. Beliau tidak memikirkan disaat menjabat presiden Negara. Mudah-mudahan kedepan ada yang memimpin negeri ini labih baik darinya yang selalu menjaga nama baik bangsa di mata dunia…Penulis Aktifis Hijau Hitam..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Brunnei 2-0, Tim Garuda Muda Jaga …

Af Yanda | | 29 March 2015 | 18:15

Nostalgia Sehari di Hari Film Nasional …

Nindya Prismahita | | 29 March 2015 | 14:23

Museum Kereta Saitama Tokyo, Melintasi …

Yusticia Arif | | 29 March 2015 | 20:08

Pembunuh Bayaran di Ludruk, Kesenian …

Aditya Prahara | | 29 March 2015 | 18:07

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17


TRENDING ARTICLES

Pesan Misterius, 3 Kubu Ring 1 Presiden …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Pelatih Korsel U-23: Akan jadi Bencana jika …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Farhat Abas Masih Hidup Tapi Sudah Didoakan …

Gunawan | 6 jam lalu

Kebelet Lengserkan Jokowi …

Elde | 6 jam lalu

Memotret Gaya Hidup Orang Australia …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: