Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Tengku Bintang

Pencak silat, binatang buas. biola.

Anas, Bangkit, Melawan!

OPINI | 09 February 2013 | 13:21 Dibaca: 1024   Komentar: 0   3

Banyak orang memperkirakan Anas telah tamat tadi malam, bahwa pengumuman hasil rapat Cikeas itu merupakan akhir dari segalanya. Rupanya tidak. Di luar dugaan, pagi ini Anas berangkat ke Banten untuk menghadiri acara partai. Sambil tetap duduk di mobilnya ia berkata kepada wartawan: “Saya masih menjadi Ketua Umum PD dan saya akan berangkat menjalankan tugas saya….!”

Luar biasa! Itu merupakan pernyataan yang seterang-terangnya bahwa Anas melawan. Bahwa ia telah memutuskan untuk memberi sedikit pelajaran kepada para sengkuni yang tak tahu diri itu!

Menarik untuk ditunggu strategi SBY berikutnya. Doanya di depan Ka’bah pun tak dipedulikan Tuhan. Sebenarnya tersisa satu cara yang efektif, yaitu bersekongkol dengan KPK. Tetapi kemungkinan itu menjadi sulit mengingat baru saja KPK berkoar-koar sebagai institusi hukum yang profesional. Kasus penangkapan LHI masih menyisakan kecurigaan hingga kini, dan rekayasa terhadap Anas terlanjur diungkapkan sejak dari Arab Saudi. Jelas KPK tak hendak telanjang bulat melacurkan diri di era keterbukaan ini!

Apakah SBY akan melakukan turba menyaingi Anas di daerah? Itu pun sulit, mengingat SBY adalah Presiden RI. Sekali saja SBY melakukannya, kemungkinan Rakyat Indonesia akan berteriak, lalu mendorong MPR menggelar sidang istimewa: Pilih partai atau negara?

Meminta Ruhut menggantikannya? Ibas? Hm, para Ketua DPD dan DPC itu bukanlah cangkang kosong berkepala bolong. Banyak di antara mereka adalah gubernur, bupati dan tokoh-tokoh ternama di daerahnya. Mereka pun tahu, turunnya elektabilitas PD lebih banyak diakibatkan oleh rendahnya kualitas kepemimpinan SBY, bukan persoalan Anas.

SBY meminta Anas fokus menghadapi persoalan hukum di KPK, dan menyiapkan pembelaan partai untuknya. Lha, persoalan apa? Sejak kapan KPK berwenang mengeluarkan surat bersih diri korupsi? Pernyataan ini bisa menjadi bola liar di tangan Anas, dan berpotensi membuat SBY semakin menua.

Nah, ditinjau dari sudut pandang mana pun, Anas berada di atas angin. Rapat di Cikeas tadi malam itu tak lebih dari sekelompok orang tua merancang keputusan uzur. Tanda-tanda orang uzur adalah nafsu besar tenaga kurang. Mereka berlagak perkasa, tapi sebenarnya tak punya kemampuan apa-apa. Pada babak pertama saja Anas telah menjungkalkan mereka dengan skor telak 5 – 0, apakah mereka sudah siap menerima resiko di babak kedua?

Jika salah memainkan bidak di babak terakhir ini, tak tertutup kemungkinan pihak sengkuni menanggung malu. Mereka akan dikenang sebagai politisi konyol dan menjadi bahan tertawaan di kemudian hari!

*****

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: