Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Survey Membuktikan Jokowi Bisa Jadi Presiden

OPINI | 07 February 2013 | 17:47 Dibaca: 2903   Komentar: 87   13

13602343171661704367

Gambar@Republik.co.id

Walau hasil jajak pendapat bukan merupakan hasil yang pasti. Namun minimal dapat memberikan petunjuk atau gambaran kepada kita akan sebuah kenyataan.

Dalam hal ini termasuk dalam soal jajak pendapat tentang calon presiden 2014. Berbagai survey telah dilakukan dengan hasil yang berbeda. Namun yang jelas hanya mengerucut ke beberapa tokoh populer saja.

Namun hasil survei terbaru yang dirilis Pusat Data Bersatu agak mengejutkan dan sebenarnya juga tidak mengejutkan. Sebab dalam survey tersebut menempatkan Jokowi pada posisi teratas. Bahkan mengalahkan Megawati dan Prabowo. Keren.

Dalam survei bertajuk ‘Indonesia Mencari Pemimpin’ itu dilaksanakan pada 13-18 Januari 2013 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang di 30 provinsi. Elektabilitas Jokowi mencapai 21, 2 persen suara.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto yang merupakan calon kuat berada di posisi kedua(18,4%). Disusul Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (13%).

Yang agak mengejutkan adalah raihan suara Rhoma Irama yang mencapai 10,4 persen. Mengalahkan perolehan suara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang mencapai 9,3%, Jusuf Kalla (7,8%), dan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (3,5%).

Tokoh nasional lain seperti Mahfud Md, Dahlan Iskan, Surya Paloh, dan Hatta Rajasa tak sampai meraih 3 persen suara.

Menanggapi survei ini, seperti yang diberitakan Tempo.co, Kamis (7/2) Jokowi hanya terperanjat dan berucap,”Aappaa?!” yang membuat para wartawan tergelak. Jokowi pun ikut tertawa.

Setelah didesak tanggapannya tentang hasil survey menempatkan dirinya di urutan pertama. Jokowi menjawab,”Saya enggak ada mikir itu, enggak mikir, sama sekali enggak mikir.”

Jokowi beralasan, saat ini lebih memfokuskan diri untuk membenahi Jakarta. Karena baru sekitar empat bulan menjabat. Jadi belum memikirkan soal sebagai calon presiden 2014.

Apa jadinya kalau Jokowi harus bersaing dengan ’sang boss’ dan Prabowo nanti?

Tetapi idealnya menurut penulis, Jokowi lebih layak dicalonkan pada 2019 setelah membenahi Jakarta dulu. Namun yang namanya dunia politik, apapun bisa terjadi.

Seringkali ambisi kekuasaan dan bisikan orang-orang dekat yang membuat terlena para pemimpin. Bagaiamana dengan Jokowi?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Dahlan Iskan, Sosok Tepat Menteri Pertanian …

Felix | | 21 August 2014 | 09:47

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 7 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 9 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Menanti Komitmen Prabowo …

Adrian Susanto | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: