Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Usman Kusmana

Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan selengkapnya

KPK Tegaskan Ahmad Fathonah dan Maharani Di Tangkap Dalam Kamar

REP | 07 February 2013 | 16:56    Dibaca: 5796   Komentar: 59   11

Siang tadi saya membaca di running teks berita TV One yang menuliskan ” KPK Tegaskan bahwa Ahmad Fathonah dan Maharani di tangkap di dalam kamar”.  Saya tersenyum geli membaca tulisan itu, teringat press conference Maharani sehari sebelumnya yang menyatakan bahwa dirinya ditangkap bersama AF di lobi hotel.

Saya menangkap kesimpulan bahwa, running teks itu membantah semua keterangan Maharani seputar kejadian malam bersama Amad Fathonah. Orang yang disebut-sebut punya hubungan khusus dengan Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak dan tertangkap tangan menerima suap kuota impor daging sapi oleh KPK sehingga membuat LHI ikut terseret dan menjadi tersangka.

Penegasan KPK itu menjadi bukti bahwa keberadaan Maharani dalam kamar bersama AF itu sebagai sebuah peristiwa memalukan dari seseorang yang punya kaitan erat dengan presiden PKS, sudah beristri 5 tapi masih juga menyerempet dengan persoalan sex. Kejadian ini memang akan merusak citra PKS sebagai partai Dakwah. Karena peristiwa LHI dan AF dengan Maharaninya tercium bau menyengat juga faktor “perempuan” di dalamnya.

Sangat disayangkan, pernyataan Maharani kemarin bertolak belakang secara tegas dengan apa yang dikatakan KPK. Kita yang melihat preskon itu juga diaduk-aduk logika berfikirnya. Pengakuan Maharani sungguh tak masuk diakal dan aneh. Uang sepuluh juta berharga hanya sebatas perkenalan dan seerusnya.

Semoga semua ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk tidak mudah mengaduk-aduk logika publik seenaknya. Memang kita tak akan tahu apa yang AF dan Maharani lakukan malam itu, biar mereka dan tuhan yang tahu. Tapi ketika fakta-fakta disampaikan ke publik beradu dengan pengakuan mereka sendiri termasuk dari KPK, maka terjadi logika absurd yang mengganggu kita.

Dalam korupsi politik ternyata tidak hanya uang, selangkangan juga ada. Hmmmm..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiswanti dan Inspirasi Cerdaskan Anak Negeri …

Gapey Sandy | | 27 May 2015 | 15:56

Paradigma Pondok Pesantren di Era …

Harry St Bagindo | | 27 May 2015 | 10:52

S1 Tanpa Skripsi: Proses Awal Penggabungan …

Hany Ferdinando | | 27 May 2015 | 14:26

Membayangkan Teknologi Hybrid Isi Ulang …

Yayan Sofyan | | 27 May 2015 | 10:41

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Fahri Hamzah ‘Menenggelamkan KPK’ …

Jubir Darsun | 6 jam lalu

Sepp Blatter Biang Korupsi FIFA …

Zen Muttaqin | 7 jam lalu

Istana Presiden Ternyata Bangunan Ilegal …

Elde | 8 jam lalu

Apa Maunya KDI 2015? …

Hanisha Nugraha | 11 jam lalu

Rumah Ahok Digeruduk Tengah Malam …

Ifani | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: