Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Lud

Suami dan Ayah

Sapi Putih Mencari Kambing Hitam

OPINI | 02 February 2013 | 15:25 Dibaca: 414   Komentar: 0   1

Ludrita.com - Sapi putih mencari kambing hitam, begitulah drama korupsi terbaru di negeri ini. Menyusul ditetapkannya LHI menjadi salah satu tersangka kasus daging impor, PKS buru-buru menambal kebocoran kapalnya dengan mencari semua (yang di luar PKS) yang bisa disalahkan untuk diopinikan sebagai kambing hitam.

Kambing hitam pertama langsung ke dahinya KPK, lembaga ini dipandang oleh PKS sudah tidak obyektif lagi dalam memberantas korupsi. Pendapat PKS seperti ini sangatlah wajar karena yang menjadi tersangka adalah presiden PKS, beda halnya kalau yang ditetapkan tersangka adalah Anas Urbaningrum (Ketum PD), maka PKS tidak akan menyebut ada konspirasi dan PKS akan dengan cepat mengapresiasi KPK. Jadi KPK adalah kambing hitam pertama sebagai kambing yang tidak obyektif.

Kambing hitam kedua adalah Free Rider. Menyebut free rider sebagai kambing hitam bukanlah sikap kehati-hatian PKS tetapi lebih pada kebingungannya dan ketidakpahamannya siapa free rider itu. Kalau saja boleh diterjemahkan secara konkrit bisa disebut free rider itu misalnya PD (Partai Demokrat) atau PAN (Partai Amanat Nasioal). Mengapa keduaa partai itu? Karena PD punya kepentingan untuk megalihkan isu Hambalang dan Century dan isu itu harus besar, tidak mungkin isu kecil. Isu besar itu ya dengan PKS. Mengapa PAN? Karena PAN punya kepentingan menaikan suara dengan cara memindahkan suara PKS ke PAN secara konstitusional. Maka terungkapnya kasus daging import adalah cara yang baik dan mulus untuk PAN. Jadi PD dan PAN bisa jadi menjadi kambing hitam kedua. Kambing yang egois.

Kambing hitam yang lain adalah tidak ada! Memang tidak ada, mau cari kambing kemana lagi? Tapi namanya mencari, ya berusaha untuk mendapatkan. Lalu kira-kira siapa kambing hitam yang lain?

Cukup sulit bagi PKS untuk mendapatkan kambing hitam yang lain, tidak mungin sapi putih itu menyeruduk ICW, lembaga anti korupsi itu, tidak akan efektif, meskipun bisa jadi ICW ikut ambil bagian dalam terungkapnya kasus ini karena kedekatannya dengan Bambang Wijajanto. Mengkritik ICW sama artinya bunuh diri dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Karena tidak menemukan kambing hitam lain, kelanjutan drama ini akan bluder di kandang sendiri. Jadi Sapi putih itu akan menghisap darah sapi yang lain di dalam kandang. Hal ini sangat mungkin terjadi karena kepiawaian para penyidik KPK yang telah terbukti dalam kasus-kasus besar di masa lalu.

Darah siapa yang akan dihisap oleh LHI? Ada nama-nama yang riskan segera terhisap antara lain Menteri Pertanian Suswono, Presiden baru PKS Anis Matta, Ketua dewan syura PKS, dan beberapa pengusaha daging sapi yang selama ini berkongkalikong dengan Kementan. Mengapa mereka, karena LHI juga manusia, dia tidak mau menderita sendirian, dia terpaksa berkata “jujur” di depan penyidik KPK untuk kepentingan logika hukum, bukan perang politik, karena sangat sulit bagi LHI untuk merusak logika hukum yang hendak dibangunn oleh penyidik KPK dalam kasus ini.

Semoga kasus ini jelas dan sapi putih berhenti untuk mencari kambing hitam demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri tercinta Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 6 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 7 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Batuk Efektif …

Kaminah Minah | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

Kang Nanang | 8 jam lalu

Tanya Jawab ala Toni Blank …

Galih Bhoker | 8 jam lalu

Kesan dan Pesan Selama Belajar Sosiologi …

Yolanda 16 | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: