Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Daniel H.t.

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Ironi-Ironi PKS dalam Kasus LHI

OPINI | 02 February 2013 | 15:32 Dibaca: 1907   Komentar: 13   0

13597874251197823538

Kartun Clekit, Jawa Pos, Sabtu, 02/02/2013

Jumat, 28 Desember 2012, Indra, anggota Komisi III DPR RI, dari Fraksi PKS, menyatakan apresiasinya kepada KPK atas kinerjanya selama 2012. Indra memperkirakan bahwa di tahun 2013 kinerja KPK akan lebih menggembirakan, dengan akan semakin banyak koruptor kakap yang ditangkap.

“Apabila KPK mampu mempertahankan konsistensinya, maka di tahun 2013 nanti KPK akan panen tangkapan koruptor kakap,” ujar Indra  sebagaimana dikutip vivanews.com (28/12/2012).

Sebulan kemudian perkiraan kader PKS itu ternyata sudah mulai menunjukan keakuratannya. KPK mengawali tahun 2013 ini dengan menahan seorang tersangka korupsi kelas kakap. Ironisnya dia adalah “atasan” dari Indra sendiri: Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq. Dan, di hari-hari berikutnya, besar kemungkinan KPK akan benar-benar panen tersangka koruptor kakap, yang ironisnya, lagi-lagi, besar kemungkinan dari PKS juga.

*

Seiring dengan terpilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS yang baru, Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, terkait ditahannya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaac (LHI), dalam satu minggu ke depan PKS akan membuat kejutan.

Apa kejutan itu? “Tunggu saja tanggal mainnya!” katanya (Kompas.com).

Yang sudah pasti adalah KPK telah membuat kejutan besar buat PKS, dengan menahan Presidennya sebagai tersangka kasus impor daging sapi. Dan, besar kemungkinan kejutan ini tidak berhenti sampai di sini saja.

Apa pun kejutan versi PKS itu, kalau sampai minggu depan atau hari-hari setelah itu, KPK menetapkan lagi tersangka-tersangka baru kader/petinggi PKS, tentu saja “kejutan” dari KPK  tersebut akan jauh lebih besar daripada kejutan versi PKS itu. Besar kemungkinan hal itulah yang akan terjadi di hari-hari berikut ini. Seiring dengan pengembangan kasus itu, KPK akan menetapkan lagi tersangka baru, yang besar kemungkinan juga dari PKS. Bahkan, bisa saja termasuk Menteri Pertanian Suswono, yang juga adalah kader PKS itu.

Juru Bicara KPK Johan Budi sudah menyatakan hal itu. Bahwa KPK tidak akan berhenti hanya sampai di LHI. KPK akan terus mengembangkan kasus ini untuk mencari tersangka-tersangka baru, tidak terkecuali pihak-pihak di Kementerian Pertanian yang berwenang dalam merekomendasikan kuota impor daging sapi impor untuk perusahaan-perusahaan.

KPK akan menelusuri apakah uang Rp. 1 miliar yang disita itu adalah pemberian pertama, kedua, atau kesekian kalinya, dan apakah ada pihak-pihak yang diduga terlibat,” ujar Johan (Kompas.com, 31/01/2013).

Laporan dari Koran Tempo, edisi 01/02/2013, menyebutkan dari sumbernya di KPK menyebutkan penangkapan Ahmad Fathanah, berawal dari tim penyidik yang berhasil merekam percakapan antara Mentan Suswono dengan LHI. Dalam percakapan itu, Suswono memberitahukan akan ada duit “tanda terima kasih” dari PT Indoguna.

Mentan Suswono membantah hal itu. Dia mengaku memang sering berkomunikasi dengan LHI, tetapi sebatas hanya sebagai sesama kader PKS. Tidak pernah sekalipun menyinggung soal (kuota) impor daging sapi.

Anda percaya siapa?

Kita ingatkan saja PKS yang sedang mempersiapkan kejutan di satu minggu ke depan itu, agar jangan terkejut duluan seandainya KPK lebih dulu membuat kejutan barunya, dengan menetapkan tersangka baru dari kader PKS lagi, termasuk Mentan Suswono itu.

*

Tifatul Sembiring, Menkominfo, yang juga tokoh PKS, di akun Twitter-nya sempat berkicau mengatakan bahwa ditahannya LHI sebagai tersangka oleh KPK merupakan musibah bagi PKS. Pernyataan ini (menyebutkan peristiwa itu sebagai suatu musibah bagi PKS) kontan mendapat kritikan para tweeple.

Saya sendiri mengirim pesan yang berbunyi sbb: “@tifsembiring bilang, ditahannya LHI oleh KPK adalah musibah. Tapi, bagi masyarakat antikorupsi, ini adalah berkah!”

*

Sedangkan Anis Matta, yang baru saja terpilih mengganti LHI sebagai Presiden PKS, belum apa-apa sudah membuat pernyataan blunder yang justru menjadi bumerang bagi PKS. Kata dia,  ditetapkannya LHI sebagai tersangka, dan kemudian ditahan oleh KPK itu merupakan sebuah konspirasi besar untuk menghancurkan PKS.

Pernyataan ini didukung oleh segenap petinggi PKS, termasuk HNW ketika berkomunikasi dengan Juru Bucara KPK Johan Budi di Metro TV, Jumat, 01/02/2013. Mereka tidak ambil pusing, ketika diingatkan bahwa tudingan tanpa bukti dan tanpa indikasi apapun itu justru akan menjadi bumerang bagi kehancuran PKS.

Mencari kambing hitam ketika ditimpa masalah, rupanya sudah menjadi ciri khas parpol yang menyatakan dirinya sendiri sebagai partai bersih dan jujur itu. Padahal, dalam kenyataannya, sadar atau tidak, justru para kadernya sendirilah yang telah diduga melakukan “konspirasi” untuk menghancurkan parpol-nya sendiri. Yakni, dugaan konspirasi dalam mengatur dan mengrekayasa penentuan pembangian kuota impor daging sapi.

Akibat dari dugaan konspirasi itulah kini buahnya mulai dipetik PKS. Tetapi, ironisnya, para petingginya menutup mata terhadap hal tersebut. Sama sekali tidak mau instropeksi untuk perbaikan dari dalam. Sebaliknya, mereka malah membela mati-matian kadernya yang kini bermasalah dengan hukum terkait dengan dugaan “konspirasi” pembagian kuota impor daging sapi itu, dengan mencari kambing hitam yang dinamakan “konspirasi pihak-pihak tertentu untuk menghancurkan PKS.”

Mereka pikir publik, masyarakat percaya?

Mungkin juga, ya, ini benar konspirasi? Yakni, “konspirasi” Tuhan dengan KPK. Sehingga KPK bisa mengungkapkan kasus dugaan korupsi kelas kakap ini. ***

Tags: lhi ironi pks

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 9 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 15 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 15 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 18 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 22 jam lalu


HIGHLIGHT

Daun Ilalang Publishing (Kembali) Menggeliat …

Rumahkayu | 9 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebahagiaan Termurah, Termudah dan Bisa …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Mengajari Anak Siap Kalah sejak Dini …

Daniel Yonathan Mis... | 9 jam lalu

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: