Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Putra Batubara

Saya cuma manusia biasa, tak ada yang istimewa dari saya...

Beda Kasus Misbakhun dan Lutfi Hasan Ishaq yang Tertangkap Tangan

OPINI | 31 January 2013 | 08:50 Dibaca: 2619   Komentar: 0   0

Saya tidak ingin terjebak pada persoalan korupsi atau tidak, karena hukum kita masih memandang asas Praduga Tak Bersalah atau “Presumption of Innocence” adalah asas di mana seseorang dinyatakan tidak bersalah hingga pengadilan menyatakan bersalah. Asas ini sangat penting pada demokrasi modern dengan banyak negara memasukannya kedalam konstitusinya

Saya coba memberikan pembeda saja kalau kasus Misbakhun dan LHI jelas pembedanya. Yakni Misbakhun ditangani kepolisian (tentu polisi professional) sementara LHI oleh KPK. Selanjutnya, kasus Misbakhun berjalan di kepolisian meski polisi mengatakan telah lama menyelidiki L/C bodongnya perusahaan Misbakhun tapi momentumnya karena ada laporan dari Andi Arief ke Polres Jakarta Pusat sementara LHI karena laporan masyarakat dan KPK melakukan pengintaian, penyadapan hingga akhirnya menangkap tangan

Relasi LHI ke Kementerian Pertanian

Soal relasi komisi LHI ke Peternakan di DPR tentu tidak ada relasi sama sekali. Tapi relasi LHI sebagai pimpinan tertinggi di partainya tentu sangat erat kaitannya. Majalah Tempo sudah mengulas masalah ini hingga 2 kali, silahkan dicari di google saya kira masih banyak info soal majalah Tempo edisi Daging Berjanggut I dan II

Dilema PKS

Kali ini Dilema PKS bukan sekedar wacana ilmiahnya Burhanudin Muhtadi semata, dilema ini nyata. Kalau Misbakhun bisa di copot sebagai anggota DPR RI Fraksi PKS tapi kalau LHI sebagai anggota DPRI RI Fraksi PKS dan pimpinan tertinggi di PKS tentu hitungannya akan berbeda. Misbakhun dicopot sebagai anggota DPR RI karena sudah dinyatakan bersalah atas pemalsuan dokumen pencairan kredit pembiayaan perdagangan pada Bank Century. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Misbakhun 1 tahun penjara pada November 2010. Dalam proses banding, hukumannya diperberat menjadi 2 tahun. Di tahap kasasi, MA menguatkan putusan banding. Pada 5 Juli lalu, MA mengabulkan peninjauan kembali Misbakhun (catatannya Hakim MA-nya dilaporkan oleh ICW ke KY dan beberapa staf MA diperiksa oleh MA, tempo.co

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/03/063445504/Operasi%20Pembebasan%20Perkara%20Nomor%2047).

Sementara LHI belum sampai 24 jam di KPK, kita lihat saja episode berikutnya di KPK, karena biasanya status tersangka di KPK sangat jarang yang kemudian bebas

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 11 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 9 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 9 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 9 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 10 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: