Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ya Tuhan, Inilah Sumpah Jabatanku!

OPINI | 28 January 2013 | 09:50 Dibaca: 534   Komentar: 0   0

Saya presiden/gubernur/walikota dan menteri/irjen/dirjen/sekwilda bersumpah atas nama;

1. Allahu Azza wa Jalla (bagi Islam)

2. Sesuai dengan keyakinan (Kristiani, Budha, Hindu, Konghucu dll)

Bahwa akan menjalankan mandat yang diberikan kepada saya selama masa jabatan untuk betul-betul meletakkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan kelompok, golongan dan keluarga.

Dan jika saya melakukan korupsi, pungli, merugikan bangsa dan negara, baik ketahuan maupun tidak dan bisa dibuktikan di dalam persidangan atau tidak serta hati kecil saya telah mengetahui perbuatan tersebut maka;

1. Semua penduduk di Indonesia dan wilayah kedudukan yang saya emban  memohon kepada Tuhan yang diyakini agar memberikan laknat kepada saya sekeluarga dan mereka yang secara sadar mengetahui perbuatan dan harta tersebut berasal. Laknat yang dimaksud adalah;

a. Dimiskinkan oleh Tuhan dalam bentuk apapun, semiskin-miskinnya

b. Dinistakan oleh Tuhan dalam bentuk apapun, senista-nistanya

c. Diberikan penyakit yang menyakitkan oleh Tuhan dalam bentuk apapun, sesakit-sakitnya

2. Semua penduduk dapat melempari muka saya dengan telur busuk di lapangan Monas/alun-alun kota jika saya telah secara sah dan terbukti dimata hukum atas perbuatan yang saya lakukan.

Demikian sumpah ini saya sampaikan dihadapan semua rakyat dan bangsa Indonesia, kabulkanlah Tuhan, semua isi dari sumpah jabatan ini. Engkau sebaik-baiknya saksi dan seadil-adilnya penghukum. Amin!

Demikian kurang lebih redaksional dari pengangkatan sumpah jabatan kepada beberapa fungsi jabatan publik di Indonesia mengingat tingginya angka kebocoran kekayaan negara yang berjumlah fantastis. Karena sumpah-sumpah yang dilakukan selama ini terkesankan formalitas administatif doang, baru sekali pelantikan agak keren (Jokowi melantik walikota dekat tumpukan sampah, namun redaksionalnya tidak membuat yang di sumpah mendapatkan bobot sumpah dan resikonya)

Dan juga terispirasi oleh pengambilan sumpah jabatan presiden AS kemarin. Yang dipublikasikan oleh AS adalah kalimat-kalimat eufis dan retoris sementara di kalangan Freemason, Barrack Hussein Obama bisa jadi menyebutkan isi dari sumpah jabatan sebagai berikut;

1. Akan menjaga kesinambungan perjalanan nilai-nilai New World Order; yang menyatakan semua agama sama dan menjunjung tinggi nilai-nilai estetikan dan etika sosial diatas nilai-nilai agama apapun.

2. Akan memberangus sampai ke akar-akarnya (gonisida, pemusnahan tanpa memandang umur dan jenis kelamin) kepada setiap aksi yang meletakkan agama sebagai nilai absolut.

3. Menggunakan semua variable yang ada untuk mempertahankan hegemoni Amerika Serikat sebagai pusat peradaban yang diyakini oleh kalangan kita (freemason), baik menggunakan gurita bisnis, budaya, hukum dan politik.

God bless for New World! God bless for US (not USA)

Link referensi:

1. http://www.biblebelievers.org.au/nv2.htm

2. http://www.theforbiddenknowledge.com/hardtruth/masonic_nwo.htm

3. http://en.wikipedia.org/wiki/New_World_Order_(conspiracy_theory)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Buruk untuk Pengguna APTB, Mulai Hari …

Harris Maulana | | 01 August 2014 | 11:45

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Mendekap Cahaya di Musim Dingin …

Ahmad Syam | | 01 August 2014 | 11:01

Generasi Gadget dan Lazy Parenting …

Umm Mariam | | 01 August 2014 | 07:58

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 3 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 6 jam lalu

SBY-MEGA Damai Karena Wikileak …

Gunawan | 6 jam lalu

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 15 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: