Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Astam Kartawi

saya adalah saya

Bupati Banyumas Hina PDIP ?

REP | 25 January 2013 | 23:44 Dibaca: 821   Komentar: 0   0

Dituding Hina PDIP
MArdjoko Merasa Difitnah

PURWOKERTO- Dinilai telah menghina PDIP, Bupati Banyumas Drs H Mardjoko MM dilaporkan Tim Pemenangan Husein berBudhi (HB), Estiningrum SH MHum ke Panwascam Kembaran. Laporan itu dilakukan Sabtu (19/1) pecan lalu dan hingga kini proses klarifikasi terus berlanjut.

Ketua Panwascam Kembaran, Zen Afroni mengatakan, hingga Kamis (24/1), Panwascam masih mengumpulkan data-data. “Beberapa saksi sudah kami datangkan, seperti Slamet dari Aliansi untuk Kebenaran Keadilan dan Rekonsiliasi (AKKAR) Banyumas, Damar Nurani Yulandra dari BEM Fakultas Hukum Unwiku Purwokerto dan Agus EKa Haryanto dari Presidium Aliansi BEM se-Banyumas Raya,” katanya di Kantor PAnwaskab Banyumas.

Dikatakan Estiningrum (pelapor) menuturkan, pihaknya merasa tidak nyaman dengan pernyataan Bupati Mardjoko dalam pembukaan Pra Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah di Gedung Ansori UMP, Kamis (17/1) pecan lalu. “Mereka merasa nama baiknya dilecehkan. Karena Bupati Mardjoko menyebutkan; Kalau memilih pemimpin yang sholeh seperti saya, tidak seperti PDI yang tidak sembahyang,” tuturnya.

Sementaraitu, Humas PDIP Banyumas Ir Suhardjono mengatakan, pihaknya menyesalkan pernyataan Bupati Mardjoko yang dinilai sangat menyudutkan PDIP dalam kegiatan di UMP tersebut. “Mardjoko diundang ke UMP sebagai bupati. Mestinya, dia tidak mendiskreditkan atau menghina partai politik,” katanya.

Difitnah
Mardjoko sendiri mangaku dinakali (didzalimi-red), oleh pihak-pihak yang mendiskreditkan dirinya. Lebih-lebih sejak proses pilkada berlangsung. Statemen itu dikemukakan Mardjoko kemarin, menanggapi sejumlah tudingan negatif, termasuk tudingan dia telah menyinggung isu SARA di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

“Inyong dinakali, jorna bae, wong sing pada mitenah inyong, Gusti Allah ora sare. Ngko toil dosa kae wong padha,” kata Mardjoko dalam aksen Banyumas yang kental. Jawaban Mardjoko tersebut menanggapi adanya tudingan dia telah mengatakan PDIP sebagai partaine wong sing ora tau sembayang.

Menurut Mardjoko, sangat tidak mungkin dirinya mengucapkan kata-kata sevulgar itu di depan audien. Mardjoko memang mengaku, dalam forum itu, dia mengutarakan kriteria kepemimpinan yang amanah. Tetapi sama sekali tidak menyinggung partai manapun. “Kuweh angger ora percaya, Wahyono kon crita,” kata bupati yang gemar bercanda itu.

Kasubag Pemberitaan Setda Banyumas Wahyono, yang saat itu mendampingi Mardjoko, mengungkapkan, saat acara itu berlangsung di UMP, memang Mardjoko sempat menceritakan, dia pernah memutasi seorang guru PNS yang tidak loyal kepada pemerintah.

“Nah, dalam cerita itu, memang bapake (Mardjoko-red), sempat menyarankan kepada audien, untuk memilih pemimpin yang soleh, amanah dan fathonah. Yang saya dengar, sama sekali bapake tidak menyinggung apalagi mendiskreditkan partai manapun, termasuk PDIP,” tutur Wahyono. (rhm/amn/01-02)

Harian Banyumas Halaman 8, edisi Jum’at 25 Januari 2013

Berita di atas adalah berita lengkap sebuah harian di Banyuamas.

Berdasarkan Informasi Banyak pihak yang hadir pada acara  tersebut mengatakan bahwa Bupati Mardjoko memang benar- benar mengatakan seperti apa yang dilaporkan ke PANWAS. Cara yang tidak elegan telah dilakukan oleh bupati, ditambah “kebohongan” dengan menuduh Fitnah semakin menyakiti hati warga PDI Perjuangan Banyumas. Rasanya Klarifikasi Bupati dan Anak Buahnya menjadi sesuatu yang naif dan mengada-ada, karena banyak saksi yang mendengarkan pernyataan tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita Terang di Gunung Padang …

Irvan Sjafari | | 30 March 2015 | 17:16

Mungkinkah Golkar Melahirkan Anak ke-7? …

Bambang Setyawan | | 30 March 2015 | 16:50

Kompasiana Nangkring Bareng Cast and Crew …

Kompasiana | | 30 March 2015 | 19:11

Laki-laki dan Gerobaknya …

Mochamad Syafei | | 30 March 2015 | 17:30

[Nangkring] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Perang Yaman, Perseteruan Suni VS Syiah, …

Imam Kodri | 4 jam lalu

Dibalik Diamnya PKS, Adakah Agenda …

Susy Haryawan | 5 jam lalu

Ahok, USB dan Isu Rasis …

Aldy M. Aripin | 5 jam lalu

Breaking News: Anak Buah Ahok Jadi Tersangka …

Bejo Al-bantani | 9 jam lalu

Ketika Hasrat Eksis di Medsos Mengalahkan …

Wardah Fajri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: