Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mas Bro

Akan kutinju keangkuhan dunia dengan kriting brokoliku... bukan begitu mas bro..

Persamaan dan Perbedaan SBY dengan Jokowi

REP | 23 January 2013 | 13:20 Dibaca: 1638   Komentar: 0   0

1358929155605261399

Tulisan ini bukan didasari kecintaan atau kebencian kepada seseorang. Hanya berupa opini pribadi yang tentu bisa salah atau benar. Boleh setuju boleh juga tidak.

Wokeh kita mulai dari persamaan dari kedua pemimpin fenomenal ini.

1. Keduanya sama-sama orang Jawa yang menjadi pemimpin dan sangat diharapkan banyak orang, apalagi keduanya didukung kekuatan media sehingga yang tadinya underdoq menjadi updog :). Ketika SBY maju pertama kali, dia kurang diperhitungkan. Tetapi ketika dia dicitrakan jenderal pemberani dengan melawan kesemena-menaan, sosok tertindas dan diperlakukan tidak adil oleh Presiden Megawati, langsung posisi tawarnya sebagai calon presiden naik. Begitu pula Jokowipun datang sebagai politikus baru tingkat nasional tetapi blow up media mampu menaikkan citra mas Jokowi. Jokowi lahir dari pencitraan positif, lahir dari citra sukses memimpin rakyatnya yang pada akhirnya dipilih oleh rakyatnya sebesar 99%. Meskipun sama-sama lahir dari “bantuan” media tetapi ada sedikit perbedaan Jokowi tampil sebagai pribadi yang dicintai rakyatnya bukan karena kasihan atau iba akibat diperlakukan tidak adil.

2. SBY dan Jokowi merupakan sosok yang mampu menguasai media walau dengan cara yang berbeda. Lihat SBY ketika berbicara, sangat runtut, perlahan, dan fokus disertai gestur-gestur tertentu untuk meperkuat. Jokowipun walau kelihatan ndeso, tetapi juga terampil dalam menghadapi media. Supel, apa adanya, dan tetap mempertahankan khas ke”ndeso”annya. Sungguh menarik sekali.

3. Tidak bisa disangkal jika SBY dan Jokowi memiliki wibawa dan kharisma tersendiri. Dimanapun mereka berada, mereka pasti selalu dihormati karena wibawa yang mereka miliki. Hal ini terwujud jelas dari tingkah laku mereka, seperti cara mereka berjalan atau berbicara. Bahkan Ruhut si Raja Minyak saja sangat mengidolakan SBY. :)

4. Sekarang hobinya sama…blusukan. Entah siapa meniru siapa, walaupun kadang saya tertawa sendiri ketika Jokowi masuk gorong-gorong, emang mau diapain gorong-gorong itu. BTW, kita harus apresiasi cara memimpinnya.

5. 100 hari pertama mereka disambut peristiwa dahsyat. SBY ketika Oktober dilantik, lalu di bulan Desember terjadi tsunami Aceh. Begitu pula Jokowi, baru aja tiga bulanan menjabat sudah diuji cobaan berat. Banjir Jakarta yang termasuk banjir terbesar. Bunderan HI ketika tanggal 1 Januari 2013 dipenuhi orang yang berpesta menyambut tahun baru eh di tanggal 17 Januari 2013, berubah menjadi lautan. Padahal bunderan HI jarang kena banjir.

6. Sama-sama berjanji 100 hari melakukan langkah-langkah strategis dan sama-sama belum berhasil (pendapat pribadi). Banyak pengamat menilai seratus hari pemerintahan SBY telah gagal. Kritik pedas dilontarkan, karena selama seratus hari pemernitahannya tidak memberikan fondasi dan terobosa yang jelas untuk lima tahun kedepan. Untuk Jokowi saya kira tidak bisa dikatakan gagal, karena memang sebagian sudah dilaksanakan walaupun belum menyeluruh. Janji pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak, pemakain seragam daerah, kebijakan Mass Rapid Transit (MRT), mengatasi kemacetan merupakan beberapa program 100 hari. Apalagi belum sempat bekerja banyak banjir Jakarta membuat perhatian fokus di banjir. Semoga kedepan semakin membaik.
Sekarang tentang perbedaannya.
1. Postur badan pastinya banyak bedanya. Walaupun sama-sama tinggi, tapi satu endut satunya kurus :)
2. SBY dalam berkomunikasi pandai dalam pemilihan kata, Jokowi apa adanya.
3. SBY mampu menyandera dan mengarahkan partainya, Jokowi sepertinya belum mampu mengarahkan partai pendukungnya.
4. SBY kemana-mana sama si Ibu, Jokowi lebih senang sendiri.
5. Jokowi kalau bicara atau pidato orang matanya melek memperhatikan, SBY ….ah paling gitu-gitu aja normatif…guyon.com

Tentunya masih banyak persamaan dan perbedaan….ini cuma jadi bahan selingan aja. Yang setuju silahkan yang tidak setuju nggak boleh marah. Mau nambahi juga boleh…

foto diambil dari http://www.indonesiarayanews.com/

Tulisan lainnya:

  1. PKS tidak Ikhlas
  2. Amien Rais tidak Percaya KPK
  3. KPK alat politik
  4. SBY dan Jokowi Sama Saja
  5. Kinerja KPK payah
  6. Mafia Wartawan kepada Arifinto
  7. Wartawan Adalah Provokator
  8. Muhasabah untuk PKS
  9. Tidak Ada Konspirasi Sapi
  10. Yenni Wahid Antek Yahudi?
  11. BBM Pasti Naik!!
  12. Dahlan Meniru SBY
  13. Tamsil Linrung Teroris
  14. Demokrat Harusnya Belajar dengan PKS
  15. Balik Bobby Trap
  16. Ada apa PT Bakrie dan Yahudi
  17. Ulil Membonceng Demokrat
  18. Moral Jurnalis Runtuh
  19. Teroris |Kerjaan Siapa?
  20. Naik Haji Makan Babi
  21. PKS Memang Seksi
  22. Pelacur jadi Pemimpin
  23. Golput Koq Ribut, Mending Kelaut
  24. Televisi Harus Dikebiri
  25. dan tulisan lain di sini

Tags: curhat

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Rilis UNDP: Peringkat Pembangunan Manusia …

Kadir Ruslan | | 25 July 2014 | 15:10

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 4 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 8 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: