Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Analgin Ginting

Peduli, Memberi dan Berbagi.

Sepuluh Tahun Lagi Indonesia Sudah Mempunyai Ibukota Yang Baru

OPINI | 21 January 2013 | 17:44 Dibaca: 815   Komentar: 1   0

Mencuat kembali wacana untuk memindahkan ibukota pemerintahan Republik Indonesia dari Jakarta.  Banjir besar yang melanda jakarta, dimana pusat pusat kebanggaan Nasional pun terkena dampaknya seperti Bundaran Hotel Indonesia, Istana Negara serta gedung gedung perkantoran yang sangat mewah memberi kesimpulan kepada banyak pihak bahwa jakarta sudah mempunyai beban yang terlalu berat untuk menjadi Ibukota Negara.

Tidak kurang dari Ketua DPD, Imam Gusman, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie serta banyak politisi dan masyarakat melontarkan gagasan untuk memindahkan Ibukota Pemerintahan.  Bak Gayung bersambut, Istana Presiden pun menyambut wacana ini.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa hari yang lalu melontarkan 3 opsi untuk memperbaiki infra struktur Jakarta, salah satunya adalah memindahkan Ibukota Pemerintahan.

Sebagaimana layaknya sebuah gagasan besar, pro kontra pun terjadi.  Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla melontarkan gagasannya yang menentang perpindahan Ibukota sebab menurutnya terlalu sulit dan dan terlalu banyak yang akan terlibat.

“Kalau memindahkan kantor gampang, kalau memindahkan 200.000 pegawai betapa sulit”, kata JK menyampaikan gagasannya.  Jokowi sendiri pada hari ini (Senen, 21 Januari 2013) dilaporkan menemui Ketua MPR Taufik Kiemas sehubungan dengan wacana ini.  Jokowi berfikir bahwa pilihan untuk memindahkan Ibukota sebagai upaya untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik dan bebas banjir dan macet adalah alternatif  terakhir.  Tarik ulur dengan segala argumentasinya terjadi, serta pro dan kontra untuk wacana ini.

Menurut pandangan penulis sendiri,  semua pihak sebaiknya berfikir secara proaktif dengan kerangka nasionalisme serta tepat sasaran.  Jangan hanya karena barusan terlanda banjir baru wacana ini dihidupkan.  Lalu jika suasana sudah membaik, terlupakan lagi.  Kelak jika kejadian berulang, dalam siklus pasti 5 tahunan, baru muncul lagi wacana ini.

Memang bukan satu satunya cara untuk mengatasi banjir dan macet, namun bagi saya pemindahan Ibukota ini harus dilakukan.  Masalah terbesar jakarta adalah berkaitan dengan kependudukan.  Jumlah penduduk yang karena dampak  uirbanisme akan terus meningkat dan meningkat di Kota Jakarta.  Kenderaan akan terus bertambah sehingga kemacetan makin hari makin menjadi jadi.  Penyerapan air tanah yang mengakibatkan amblas dan turunnya tanah hampir 15 cm per tahun.  Pembagunan gedung gedung dan mall mall, sehingga permukaan tanah yang mampu menyerap air semakin lama semakin cepat.  Hampir di segala tempat. Ketidak teraturan semakin besar yang ada kaitannya dengan masalah kependudukan.

Jika pemindahan Ibukota pemerintahan dipindahkan dari Jakarta, maka pertambahan penduduk Jakarta dapat ditekan bahkan dikurangi.  Pusat keuangan tidak hanya lagi ada di Jakarta sehingga penduduk dengan sendirinya akan berpindah kepada pusat pemerintahan yang baru.   Lagi pula pemilihan Ibkota pemerintahan yang baru dapat menciptakan struktur ekonomi Indonesia yang lebih merata, sehinga permasalah paling besar Bangsa dapat diatasi.
Jadi kita sarankan agar dalam waktu dua atau tiga bulan kedepan harus ada komitmen untuk memindahkan Ibukota Pemerintahan.  Yang dimulai dari lembaga kepresiden lalu diusulkan kepada DPR untuk dibuat Undang Undangnya.  Beberapa tahapan yang bisa ditempuh menurut hemat saya adalah :

1.     Presiden mengumumkan bahwa Ibukota Pemerintahan Indonesia dalam 10 tahun kedepan bukan lagi di Jakarta.   Artinya tidak serta merta Ibukota Pemerintahan itu dipindahkan dari sekarang, jika begini jelas sekali banyak ketidak siapan.
2.    Mengkaji dan memilih calon Ibukota Pemerintahan yang baru.  Dipilih misalnya 4 atau 5 calon Ibukota yang baru.  Pemerintahan Daerah yang dipilih beserta DPRD nya segera berbenah, mempersipkan dan mempresentasikan kesiapannya.
3.    Pemerintah menyusun Tim yang terdiri dari para pakar lintas sektor sebagai Tim Pusat untuk mengatur perpindahan Ibukota.  Kelima Kota atau semua calon ditetapkan akan mempresentasikan kepada Tim ini.  Tentu saja, tim bisa dibantu oleh Consultant perpindahan Ibukota dari negara asing, sehingga objektivitas dapat dipertanggung jawabkan. Katakanlah disediakan waktu 5 tahun untuk memilih dan menetapkan ibukota baru.
4.    Sertelah diputuskan dan dibuat undang undangnya kota yang menjadi Ibukota yang baru, disediakan 5 tahun lagi untuk mempersiapkan diri.  Sehingga dalam waktu 10 tahun dari sekarang, sebuah kota baru menjadi Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia.

Nah kalau kita berwacana dan setuju semua untuk menciptakan tata klota jakarta yang lebih baik, serta Ibukota Pemerintahan yang baru, saya yakin dalam waktu 10 tahun segala kesulitan dan masalahnya dapat diatasi.  Bagaimana menurut Anda teman teman Kompasiana? Terima kasih.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Anggota DPR Ini Seperti Preman Pasar Saja …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

SBY Ngambek Sama Yusril, Rahasia Terbongkar, …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 11 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 11 jam lalu

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Bait Rindu untuk Bapak …

Rizko Handoko | 7 jam lalu

PKB Inisiasi Aksi Walk Out di Sidang …

Nada Dwinov | 8 jam lalu

Mari Melek Sejarah Perlawakan Kita Sendiri …

Odios Arminto | 8 jam lalu

Titik Pijat untuk Masuk Angin …

Radixx Nugraha | 8 jam lalu

Harapan Muhaimin Iskanddar Kandas …

Agus Salim | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: