Artikel

Politik

Pakde Kartono

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Aku sangat merindukan kejujuran, kejujuran hati nurani, yang sudah menjadi barang langka di indonesia tercinta ini. -manusia bertanggung jawab atas tindak tanduknya, jika tidak di dunia pasti di akhirat-

Mas Jokowi, Koh Ahok, Jakarta Kapan Tidak Banjir?

OPINI | 17 January 2013 | 21:26 Dibaca: 1229   Komentar: 30   Nihil

Jakarta lumpuh, itulah judul berita di banyak media, khususnya di metro TV yang menayangkan liputan langsung dari lokasi-lokasi yang terkena banjir. Banjir kali ini bukan banjir biasa, yang hanya terjadi di titik-titik sekitar aliran sungai Ciliwung maupun Pesanggrahan. Banjir kali ini merata di seluruh wilayah Jakarta, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, apalagi ditengah-tengah (jakarta pusat). Kolam di Bundaran Hotel Indonesia sudah melebar ke jalanan, sama seperti kolam yang ada, hanya kurang patung dan air pancurnya saja.

Jokowi sebenarnya sudah menyiapkan proyek anti macet atau banjir, namanya terowongan multi guna, yang menghubungkan cawang sampai pluit. Proyeknya belum berjalan, baru tahap presentasi, banjirnya tidak mau kalah set, ikut-ikutan presentasi.

Jokowi pun pusing, Ahok apalagi, udah pusing gara-gara kicauan Farhat Abbas, sekarang pusing gara-gara banyak pegawai pemda DKI yang tak masuk kantor akibat banjir melanda Jakarta. Maunya Ahok sih marah-marah, soalnya dia terbiasa marah-marah jika melihat sesuatu yang tak beres. Ahok berpikir jika sudah tahu ada banjir besar dan macet parah dimana-mana, berangkat kantornya jangan naik mobil atau motor, coba naik sepeda atau jalan kaki, pasti akan selamat dan cepat sampai kantor.

Jokowi-Ahok akan memerintah DKI Jakarta selama 5 tahun, dan banjir akan selalu datang setiap tahunnya, karena memang banjir di Jakarta sudah tak bisa dihindari, karena kiriman dari bogor, puncak dan sekitarnya juga tak bisa ditolak, apalagi kata beberapa ahli, tata kota Jakarta sudah salah arah, salah tata dan salah semuanya. Ruang terbuka hijau sebagai wilayah resapan nyaris tak ada, danau atau situ penampung air makin sempit karena banyak rumah berdiri di pinggirnya dan makin dangkal karena tidak pernah dikeruk.

Bukan mau mencari kambing hitam, katanya banjir ini terjadi karena Sutiyoso dan Fauzi Bowo tak becus urus Jakarta selama ini ? Masa salah Jokowi - Ahok, mereka kan baru 100 hari mengurus Jakarta. Tapi jika saya bertanya kepada Jokowi Ahok boleh kan, tidak dilarang kan, Kapan yah Jakarta tidak banjir lagi ? Mas Jokowi, Koh Ahok bisa jawab gak ?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


TRENDING ARTICLES

Selalu No 1, Positioning Politik Jokowi …

Sutomo Paguci| 2 jam yang lalu

Kemanusiaanku Terhina Jika SBY Mendapat …

Opa Jappy| 2 jam yang lalu

Kalimat Sakti Johan Budi: Kita Lihat di …

Sunita Yani| 2 jam yang lalu

X Factor, Fatin Asli dan Fatin Bajakan …

Bedjo Slamet| 3 jam yang lalu

Yang Tercecer dari Kerusuhan Mei 98 (Isu …

Ahmad Sofyan| 10 jam yang lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: