Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Arjuna Sihombing

ayo....semua keberuntungan bisa direncanakan

Penetapan 10 Partai Peserta Pemilu 2014

HL | 14 January 2013 | 16:55 Dibaca: 6399   Komentar: 0   1

135816244153610588

Ilustrasi/Admin (Kompas)

Senin, 14 Januari telah ditetapkan 10 partai pemilu yang akan dipilih oleh rakyat Indonesia di Rapat pleno terbuka. Selain itu, sebelumnya kampanye telah dilakukan sebelum penetapan kesepuluh partai itu. Akan tetapi, semula Kampanye dilarang menggunakan media massa elektronik seperti Radio dan Televisi. Tetapi sekarang partai boleh melakukan kampanye dengan menggunakan media massa.

Para pengamat politik tidak yakin bahwa pengerucutan jumlah partai yang mengikuti pemilu sebanyak 10 partai tidak menjamin akan mendapat perhatian rakyat.Jumlah partai yang hanya sepuluh pada Pemilu 2014 akan semakin dekat dengan upaya mewujudkan penyederhanaan sistem multipartai di parlemen sekaligus penguatan pemerintahan yang menganut sistem presidensial. Masyarakat merasa hal itu menjadi lebih baik dibanding pemilu empat tahun lalu. Ataupun pemilu tahun tahun sebelumnya. Walua sebahagian masyarakat masih ada yang tidak setuju bahwa jumlah 10 partai sudah baik. Dan partai-partai yang lolos diharapkan mampu memberi kan perubahan baru yang mengedepankan kepentingan rakyat.

Penetapan 10 partai pemilu dilaksanakan di kantor KPU pusat. Dan ditutup dengan puisi. puisi tentang revolusi pemilu di Indonesia ia juga menggambarkan bagaimana perbedaan antara pemilu harapan tanpa adanya suap menyuap.

Hasil nomor urut partai selasa 14 Januari 2013 adalah :

Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

1

Partai KebangkitanBangsa (PKB)

2

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

3

Partai Demokrasi Indonesia –Perjuangan (PDI-P)

4

Partai Golongan Karya (Golkar)

5

Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)

6

Partai Demokrat

7

Partai Amanat Nasional (PAN)

8

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

9

Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)

10

Wakil ketua umum Partai Naional Demokrat Sugeng Suparmoto mengatakan “nomor urut satu adalah nomor yang terbaik untuk partai ini.Kami juga menargetkan untuk memenangkan 30 % kursi Dewan Perwakilan Rakyat yang berjumlah 361” Walau hal ini mustahil. Akan tetapi, wakil ketua umum partai nasional Demokrat merasa optimis bahwa partainya mampu meraih target tersebut. Sedangkan Edhi Baskoro Yudhoyono, mengatakan “Bahwa parai kami mendapat nomor urut 7 telah melakukan kampanye jauh hari sebelum hari penetapan seperti kampanye udara. Akan tetapi, tidak maksimal karena kurangnya ruang di media massa untuk parati pada saat itu.

Jumlah partai yang sedikit tentu mendapat perhatian khusus dari pengamat politik dan masyarakat umum karena bila dilihat kronologi sejarah pemilu di Indonesia pada tahun 1955 di mana saat itu merupakan pemilu Pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Jumlah partai yang ikut pada saat itu merupakan jumlah terbesar selama sejarah pemilu di Indonesia yaitu sebanyak 172 partai. Akan tetapi, hanya 28 partai yang menduduki wakil legislatif.

Dilanjut 20 tahun kemudian jumlah partai pemilu mengalami pengerucutan yang sangat mencolok yaitu hanya 3 partai yang ikut. Lalu pada pemilu tahun 1999 kembali bertambah yaitu sebanyak 48 partai.akan tetapi hanya 11 partai yang menduduki kursi dewan perwakilan rakyat. Pemilu Tahun 2004 diikuti 24 partai pemilu akan tetapi hanya 16 partai yang menduduki kursi wakil rakyat. Dimana Partai demokrat menang dengan presidennya adalh susilo bambang yudhoyono dan wakilnya yusuf kalla. Dan yang terakhir pemilu 5 tahun yang lalu. Yaitu pemilu tahun 2009 diikuti 38 partai yang kembali dimenangkan oleh partai Demorat, dan mengusung dewan pembina sekaligus calon presiden yaitu Susilo bambang yudhoyono dan wakilnya Boediono yang menggantikan Yusuf Kalla sebelumnya.

Dan hingga sekarang kembali mengrucut kembali yaitu 10 partai yaitu Partai NASDEM, PKB, PKS, PDI-P, GOLKAR, GERINDRA, DEMOKRAT, PAN, PPP, HANURA. Sepulu partai tersebut menjadi 1o0 partai yang akan menjadi partai pemilu di pemilu tahun 2014. Dimana sebahagian partai banyak yang mengalami pergantian pengurus dibanding pemilu tahun 2009.seperti Golkar yang kini mengusung Abu Rizal Bakrie. Partai Demokrat mengusung Anas Urbaningrum. Sedangkan untuk Partai Hanura tetap mengusung Wiranto.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membatik di Atas Kue Bolu bersama Chef Helen …

Eariyanti | | 02 October 2014 | 21:38

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Lidia Putri | | 02 October 2014 | 18:06

Nasib PNPM Mandiri di Pemerintahan Jokowi …

Ali Yasin | | 02 October 2014 | 10:05

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Emak-emak Indonesia yang Salah Kaprah! …

Seneng Utami | 8 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-gara Incest di Jerman, Nginap di Hotel …

Gaganawati | 7 jam lalu

Usul Gw kepada Anggota Dewan …

Bhre | 7 jam lalu

PKC # 3: Kekasih Baru …

Ervipi | 7 jam lalu

Ini Baru #Shame On You# Jika PSC Off Ticket …

Aprindah Jh | 8 jam lalu

Negeriku Tercabik …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: