Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muhammad Hidayanto

Saat mulut tidak dihiraukan lagi, harapanku terakhir tinggal tangan ini yang selalu munyusun rantaian kata-kata selengkapnya

Rhoma Irama dan Farhat Abbas, Dua Tokoh dengan Kepercayaan Diri Tingkat Tinggi

OPINI | 12 January 2013 | 22:49 Dibaca: 2153   Komentar: 0   0

Pemilu presiden baru satu tahun lagi, tetapi para calon sudah pada tebar pesona. Sebenarnya bukan calon, tetapi bakal calon. Tetapi, ada yang sudah pede memampang jelas “Presiden RI” dibalihonya. Barangkali karena obsesinya yang tinggi untuk menjadi presiden hingga memasang baliho besar di jalan protokol yang bertuliskan “Presiden RI”. Sungguh aneh tetapi nyata.

Di awali dengan bang haji Roma Irama yang memampang baliho besar di jalan yang bertuliskan Presiden RI. Tetapi akhirnya diturunkan juga oleh Jokowi yang menurutnya merusak kebersihan jalan. Kabar pencalonan bang haji Roma Irama sempat menarik perhatian publik. Bahkan menjadi ledakan opini di berbagai media. Ada yang mengeledek, tetapi ada juga yang menjadikan ini sebagai bahan lucuan. Namun, bang haji menanggapinya dengan biasa. Dan bahkan tambah pede dengan pemberitaan di media.

Alasan bang haji pun maju jadi presiden katanya panggilan umat. Melihat keadaan umat sekarang, membuat tergugah hati bang haji untuk maju jadi presiden. Beliau juga mengatakan kalau dorongan untuk maju presiden tidak kali ini saja. Sudah sejak dari dulu bang haji selalu didorong untuk maju, tetapi pada waktu itu beliau belum bersedia. Maklum, waktu itu memang masa puncak karier bang haji. Lagu-lagunya bersama soneta terdengar seantero nusantara. Seiring berjalannya waktu, lagu-lagu tersebut mulai meredup dengan kehadiran band-band muda. Karier bang haji pun ikut surut seiring waktu. Sekarang lagu-lagu tersebut hanya berdendang di acara-acara komedi. Ya, sebagai bahan lelucon saja.

Walaupun demikian, nama bang haji Rhoma Irama tetap dikenal masyarakat. Bahkan gaya-gaya bicara dan berpakaian beliau banyak ditiru oleh para komedian sebagai hiburan, seperti sule. Kata “terlalu” dari bang haji juga masih terkenal. Barangkali bang haji masih merasa kalau dirinya masih dikenal dan disukai oleh masyarakat. Sehingga beliau dengan percaya diri maju ke Pilpres 2014. Apalagi dikabarkan kalau bang haji didukung oleh Partai PKB. Para ulama pun katanya mendukung pencalonan bang haji.

Akhirnya bang haji turun langsung di masyarakat untuk mengetahui kepopuleran dirinya. Di coba mengcroscek ulang di PKB, apa benar partai di bawah komando Muhaimin Iskandar mendukung pencalonannya. Oh ternyata,Muhaimin masih pikir-pikir. Tidak ada jawaban pasti, tetapi yang jelas Muhaimin menyambut baik pencalonan bang haji Rhoma Irama. Tidak berhenti di situ, bang haji pun turun bertemu dengan para ulama NU. Berharap para ulama merestui pencalonannya. Tetapi sayang seribu sayang, restu itu tidak didapatnya. Para ulama menilai bang haji tidak memenuhi kriteria menjadi presiden. Harapan bang haji pun sedikit pupus. Tetapi, beliau akan tetap maju jika ada partai yang mau menampungnya. Entah siapa partai itu? Walahualam

Tidak hanya bang haji ternyata yang berambisi jadi presiden. Pengacara kondang, Farhat Abbas tidak mau kalah dengan bang haji. Bang haji pasang baliho, Farhat pun ikut pasang. Tidak tanggung-tanggung kalimat “Presiden RI” ikut menempel dibaliho tersebut. Entah periode kapan, tetapi yang jelas presiden RI. Sangat optimis dan percaya diri Farhat Abbas memasang Balihonya yang besar di pinggir jalan.

Padahal sebelumnya, Farhat sempat membuat ulah. Ia berkicau di twitter menyinggung kinerja wakil gubernur DKI Jakarta, Ahok. Kicauannya memang tidak membuat Ahok menegang, tetapi pendukung Ahok yang marah gelisah kepanasan. Betapa tidak, dikicauannya itu Ia seolah menghina etnis Cina. Tokoh etnis Cina pun tidak tinggal diam, Farhat Abbas kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Akhirnya, Farhat harus berhadapan dengan pihak kepolisian.

Dibalik ulah tersebut, sesungguhnya tersirat pesan akan kebencian pendukung Ahok kepada Farhat Abbas. Namun Farhat tetap yakin dan pede maju ke Pilpres tahun 2014. Seolah menunjukkan keseriusannya, Farhat pun memasang baliho yang terpampang jelas “Presiden RI” tanpa embel-embel “calon” dan  Visinya adalah  “Majukan Seni Budaya Bangsa”.

Dua tokoh ini yakni, Rhoma Irama dan Farhat Abbas benar-benar yakin akan keterpilihannya. Di tengah keraguan tokoh-tokoh nasional lain yang juga ingin maju dalam Pilpres tahun 2014, Rhoma Irama dan Farhat Abbas telah berlari meninggalkan jauh tokoh lainnya. Entah apa maksudnya dan apa yang akan terjadi? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Galah Asin/Gobak Sodor, Permainan Anak-anak …

Bowo Bagus | | 15 September 2014 | 14:47

Punya Masalah Layanan BPJS hingga Keuangan? …

Ilyani Sudardjat | | 15 September 2014 | 11:44

Prostitusi dan Dominasi Turis Arab di …

Sahroha Lumbanraja | | 15 September 2014 | 13:02

Siapa Peduli Kesalahan Prasasti ASEAN di …

Syaripudin Zuhri | | 15 September 2014 | 11:54

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Buat Keju Sendiri Yuk …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 9 jam lalu

Memahami Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan …

Cahyadi Takariawan | 10 jam lalu

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengapa Saya Memilih “Bike to …

Happy Indriyono | 8 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

Masyarakat Ekonomi Asean 2015 …

R_syah | 8 jam lalu

Blusukan = Berunding dan Berdamai …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Ultah Ke-30, Pangeran Harry Merasa Masih …

Darren Wennars | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: