Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Kelas Gsm

made for final exam

Financial Inclusion = Solusi Baru Kemiskinan?

OPINI | 11 January 2013 | 04:55 Dibaca: 1066   Komentar: 0   0

Masih sangat hangat ditelinga, bahwa didalam wacana diskursus para intelektual ada pembahasan tentang Financial Inclusion atau keuangan inklusif yang sangat menyita perhatian Dunia International. Apa itu Financial Inclusion? financial inclusion merupakan koreksi terhadap financial exclution yang dalam penjelasannya adalah sebuah kondisi financial yang hanya menguntungkan segelintir pihak saja. Definisi lain dari financial Inclusion menurut World Bank, 2008 dan European Commision 2008 adalah sebagai suatu kegiatan menyeluruh yang bertujuan untuk menghilangkan segala bentuk hambatan entah dalam bentuk harga ataupun non harga terhadap akses masyarakat dalam menggunakan atau memanfaatkan layanan jasa keuangan. Hal ini tentunya dengan sekilas kita mengetahui konsep dan tujuan dari Financial Inclusion ini, besar harapan untuk dapat menyelamatkan kemiskinan yang ada di Indonesia ini tentunya. Seperti penyelamatan usaha lokal dan usaha mandiri agar tercapainya koherenitas terhadap perkembangan zaman. Dalam perencanaan ini sebagai mana mestinya masyarakat miskin bisa mendapatkan kemudahan akses untuk mengembangkan kegiatan ekonomi mereka, serta mendapatkan layanan yang pro rakyat.

Dalam gencaran sosialisasi Financial Inclusion, Indonesia nampaknya menunjukkan peran didalamnya, seperti yang diungkapkan President RI pada pertemuan puncak G-20 tahun lalu, kotribusi dalam upaya global untuk menyelamatkan ekonomi global menjadi komitment Indonesia. Peluncuran ajakan kepada semua negara untuk melaksanakan gerakan Financial Inclusion ikut diprakarsai oleh President RI juga pada waktu itu. Selama ini, dimata dunia Indonesia cukup mendapatkan apresiasi luar biasa dengan adanya program kredit untuk UMKM dan warga miskin, hal ini merupakan salah satu bentuk aplikasi dari keuangan inklusif itu. Akibatnya sedikit perubahan signicant yang Indonesia alami seperti Indonesia sedikit punya “aling-aling” terhadap krisi global beberapa waktu yang lalu. Walaupun penerapan ini tidak bisa serentak dilaksanakan ke pelosok Negeri, namun hasil manfaat dari salah satu peneran keuangan inklusif ini makin terasa seiring tingginya kompetisi dan perang ekonomi di dunia. Alhasil pengakuan masyarakat international dengan achievement Indonesia dalam keikutsertaan melancarkan gerakan keuangan inklusif menandai pada penyampaian Letter of recognition oleh Dr. Larry Reed kepada Presiden SBY. Dalam acara yang dilaksanakan di Yogyakarta tanggal 22 Oktober tahun lalu itu, Indonesia diapresiasi sebagai pejuang dalam perkembangan kredit mikro dan keuangan mikro untuk mengatasi kemiskinan, menekan angka pengangguran dan untuk mengantisipasi semakin meluasnya kesenjangan sosial yang akan terjadi. Lagi, bukti apresiasi International ini didapat Indonesia dalam prestasi positif. Hal ini tentunya harus menjadi pemacu dalam derakan memerangi kelemahan di Negara ini dengan tetap memperhatiakn kepentingan rakyatnya dan tanpa mecampurinya dengan kepentingan politik lain. Dengan semangat optimis, Indonesia yang sudah sedikit merealisasikan cabang keuangan inklusif ini dangat diharap akan cepat mengatasi juga terhadap permasalahan perekonomian negaranya.

M Sodikin - IUP International Relations UGM

11/324171/SP/24979

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: