Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Qurratu Ayun

Seseorang yang gemar membaca, menemukan hal baru, dan teman baru. www.kompasiana.com/ayunaja || www.facebook.com/ayunaja || www.twitter.com/ayunaja || www.ayunaja.com selengkapnya

Inilah Bukti Ahok Menerima Insentif

REP | 10 January 2013 | 16:39 Dibaca: 5105   Komentar: 0   9

Berdasarkan pemberitaan yang dirilis dari www.ahok.org mengenai besaran insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah PEMPROV DKI Jakarta, Wakil gubernur ahok mendapatkan uang sejumlah

  1. Untuk bulan Oktober 2012 setelah dipotong pajak penghasilan diterima sebesar Rp. 58.416.488
  2. Untuk bulan November 2012 setelah dipotong pajak penghasilan diterima sebesar Rp. 58.416.488
  3. Untuk bulan Desember 2012 setelah dipotong pajak penghasilan diterima sebesar Rp. 57.801.578

Ternyata selain gaji, gubernur dan wagub juga menerima insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah perbulannya, dan nominalnya sangat mencengangkan. Kalo di rata-rata perbulan sekitar Rp. 50 juta lebih dan artinya pertahunnya sekitar Rp. 600 juta lebih. Angka yang cukup besar untuk seorang pejabat. Beruntunglah Jakarta memiliki pemimpin seperti ahok, jadi kita mengerti besaran penghasilan seorang pemimpin, dan tunjangan apa saja yang  mereka dapatkan. Dan tentu ini baru di jakarta, tentunya daerah lain juga mendapatkannya.

berikut screen shootnya ;

1357810517548500976

13578105581836553152

1357810575224259698

Salam kompasiana

13568680631834523305

link : http://ahok.org/berita/news/jumlah-insentif-pemungutan-pajak-dan-retribusi-daerah/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: