Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pemerhati Pejabat

kesempurnaan hanya milik tuhan

Ridwan Mukti Diminta Patuhi Keputusan DPP

REP | 08 January 2013 | 16:16 Dibaca: 384   Komentar: 0   0

Terkait adanya pernyataan dari Ridwan Mukti bahwa katanya dirinya masih diberi kesempatan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie untuk melakukan sosialisasi menhadapi pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, dibantah oleh sejumlah pejabat atau fungsionaris DPD Partai Golkar Sumsel.

Sejumlah fungsionaris DPD Partai Golkar Sumsel mengakui tidak pernah ada kesempatan bagi Ridwan Mukti baik secara resmi atau tidak resmi.

“Saya tidak pernah mendengar hal itu, bahwasannya ia (Ridwan Mukti. red) mengatakan seperti itu ya silahkan saja tapi jika ada pemberitahuan formal dari DPP terhadap apa yang disampaikan Ridwan Mukti, saya tidak pernah mendengar adanya kesempatan itu,” ungkap Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Sumsel, Nasrun Madang saat ditemui di gedung DPRD Sumsel, Selasa (8/1).

Nasrun mengatakan keputusan DPP Partai Golkar mencalonkan Ir. H. Alex Noerdin sebagai bakal calon Gubernur Sumsel periode 2013-2018 sudah final dan tidak bisa diganggu gugat lagi.

“Keputusan itu tidak bisa diganggu gugat lagi, sudah final karena diputuskan melalui rapat,” tegas Nasrun.

Menurut Nasrun, keputusan mencalonkan Ir. H. Alex Noerdin sebagai balon Gubernur Sumsel periode 2013-2018 sudah ditetapkan melalui surat keputusan DPP Partai Golkar dengan nomor : B-1136/GOLKAR/XII/2012 tanggal 21 Desember 2012 tentang hasil rapat tim pemilukada pusat DPP Partai Golkar.

“SK itu sudah diterima sejak ditetapkan dan sudah dikirimkan ke DPD-DPD kab/kota se-Sumsel untuk dilaksanakan sesuai hasil keputusan,” kata Nasrun.

Nasrun juga berharap kepada Ridwan Mukti untuk menahan diri dan mematuhi hasil keputusan partai, apalagi salah satu wakil ketua DPP Partai Golkar yakni Agung Laksono sudah mengatakan agar Ridwan Mukti bersabar dan jangan jadi pemecah suara partai.

“Itu omongan Pak Agung Laksono salah satu wakil ketua DPP Partai Golkarartinya kita harus menuruti omongan itu, tidak mungkin kita harus bertentangan dengan omongan DPP,” pukasnya.

Sementara, salah satu Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Wasista Bambang Utoyo yang juga menjabat Ketua DPRD Sumsel mengatakan hal yang sama.

Dikatakan Wasista, dirinya tidak pernah mendengar adanya kesempatan itu.

“Saya tidak tau tanggal 23 Januari itu dari mana, karena sudah diputuskan oleh DPP. Tidak ada lagi kesempatan bagi Ridwan Mukti karena sudah diputus DPP Golkar .

Tags: ridwan mukti

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 2 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 3 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 7 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 9 jam lalu

Kematian Tanpa Permisi …

Anita Desi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: