Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rosmerry S.

—————Merindu kekasih sehati… Single parent yg belajar menulis. Tak mau dikekang & tak ingin mengekang, berjuang menghilangkan selengkapnya

Ternyata!! Satria Piningit Itu Telah Datang

OPINI | 06 January 2013 | 18:27 Dibaca: 10835   Komentar: 42   2

Sejak jaman antah berantah, Nusantara bergonta-ganti kejayaan. Dari jaman Sri wijaya, Singasari hingga kejayaan Majapahit melahirkan manusia-manusia agung yang dengan kesaktiannya dapat menerawang jauh ke masa depan, ratusan tahun setelah jamannya.

Dari sekian banyak orang sakti yang memiliki kelebihan itulah dikenal ramalan dari seorang pujangga nusantara dengan jangka Jayabayanya. Banyak orang yang mempercayai ketepatan ramalan ini, meskipun ada juga yang menyanggah. Tetapi disadari atau tidak, jangka Jayabaya sudah banyak terbukti, entah hanya kebetulan atau memang takdir. NoToNoGoRo, setelah diotak-atik oleh orang-orang saat ini pun, ternyata nyambung juga.

Setelah pergeseran kepemimpinan Indonesia melalui masa transisi yang telah mengorbankan banyak energi dari rakyat, jiwa-jiwa yang hilang, bertemunya nafsu keduniaan pada peristiwa penjarahan tahun 1998 hingga banyak korban, mulailah bergulir cerita yang terasa seperti sebuah mitos di nusantara khususnya Jawa, dengan kemunculan sosok yang dikenal dengan nama SATRIA PININGIT.

Siapakah Satria Piningit itu?
Konon Satria Piningit akan datang dengan kesederhanaannya seperti seseorang yang selesai menjalani proses lelaku “dipingit”. Banyak yang menduga-duga, dari waktu ke waktu, menebak-nebak siapa gerangan Satria Piningit itu. Beberapa tokoh sempat diduga sebagai sosok Satria Piningit yang dimaksud dalam ramalan itu. Seorang Sultan dari Jogjakarta juga sempat digembar-gemborkan sebagai sosok yang dimaksud. Beberapa politikus dari kalangan sipil juga diterka sebagai Satria Piningit. Tetapi perkiraan-perkiraan itu ternyata belum mengena dan masyarakat kembali mencari sosok-sosok lain di Indonesia, menghubung-hubungkannya dengan “mitos” Satria Piningit ini.

Perlahan-lahan, heboh mengenai Satria Piningit ini pun akhirnya memudar dan semakin menjauh dari pembicaraan orang. Sepertinya masyarakat lebih suka berfikir secara logis dan mulai meninggalkan wacana-wacana selaksa mitos itu. Hingga bertahun-tahun setelah 1998 itu bergulir begitu saja tanpa diwarnai cerita sosok Satria Piningit, seorang satria yang akan mengawal Indonesia menuju kejayaan sebuah negara besar seperti kejayaan nusantara pada jaman Sri wijaya maupun Majapahit.

Tahun 2012 pun tiba. Tahun ini adalah tahun bersejarah yang telah melahirkan seorang pemimpin Ibukota negara melalui pilkada yang dimenangkan secara gamblang.

Seorang pemenang dari kalangan sipil yang ketika itu masih menjabat Walikota itu sungguh membelalakkan mata jutaan orang pengamat, baik orang awam maupun orang-orang ahli yang dengan hasil survei sebelumnya tidak pernah menduga. Hasil survei mereka bahkan tidak menunjukkan sosok pemenang ini sebagai sosok yang dianggap.

Sosok itu begitu fenomenal dan menginspirasi banyak pihak. Jokowi, gubernur DKI yang mulai memimpin sejak pemenangan Pilkada tahun 2012 itu sangat bersahaja dan penuh kharisma. Cara kerjanya terkadang eksentrik dengan blusukan ke tempat-tempat terpencil secara tak terduga! Cara kerja yang eksentrik ini pun tak pelak dilakukan pula oleh SBY yang baru-baru ini melakukan kunjungan kerja secara mendadak seperti yang dilakukan Gubernur Jokowi.

Menurut pendapat saya pribadi, sosok yang digembar-gemborkan sebagai Satria Piningit ini telah datang, telah muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah kita.

Dialah Gubernur DKI Jakarta saat ini, Bapak ir H. Jokowi.

(Note: H di depan namanya singkatan Haji, BUKAN Handoko ! )

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Antara Sinetron dan Novelnya …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Keheningan Ceruk Airmata Ratu Ibu Bangkalan …

Husni Anshori | 7 jam lalu

[Cermin] Tentang Keimanan …

Achmad Yusuf | 7 jam lalu

Mengunjungi Candi Sukuh dan Candi Cetho di …

G T | 8 jam lalu

Televisi Raffi Ahmad Nagita Slavina …

Rahmat Derryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: