Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rtand

simple dan kritis

Dahlan Iskan dan Ferrari Listriknya

OPINI | 06 January 2013 | 21:13 Dibaca: 513   Komentar: 0   0

Kehadiran dahlan iskan sang mentri negara badan usaha milik  negara memang begit banyak menyita perhatian publik, banyak sekalo tidak tanduk dia menjadi perhatian banyak orang, singkat cerita namanyapun melambung dan banyak orang yang kagum akan kinerjanya, tapi banyak juga yg menganggap apa yg di lakukan dahlan hanyalah sebagai upaya pencitraan.

saat ini dahlan tengah kembali menjadi sorotan lantaran ia gencar mempromosikan ferrari listrik buatan indonesia atau mobil yg di beri nama tucuxi yg rencananya akan di produksi dalan skala nasional. sebelum mobil tersebut di produksi, dahlan melakukan uji coba dan ruwatan, tapi sayang berakhir dengan sebuah kecelakaan yg membuat mobil itu rusak parah.

Dibalik itu semua ternyata sang pencipta mobil listrik tersebut yg tak lain bernama danet suryata menilai dahlan iskan telah melanggar prosedur dan merasa tidak di hargai.Betapa tidak, tanpa sepengetahuan dirinya dahlan iskan bersama bengkel modifikasi mobil kupu-kupu malam melakukan pembongkaran dan ini sangat melanggar prosedur karena mobil tersebut masih dalam tahap uji coba, jadi bila ingin melakukan pembongkaran maka si pencipta harus tahu, kalau begini dahlan iskan sama saja melakukan pelanggaran hak cipta.

Ketika media memberitakan bahwa dahlan iskan hendak menjiplak teknologi mobil tersebut dahlan iskan berkomentar “Menjiplak bagaimana? Kalau Anda punya mobil, terus mobilnya rusak apakah harus kepenciptanya? Kan tidak harus juga,” kata Dahlan.meski mendapat protes dari sang penciptanya (danet) dahlan aka tetap melakukan produksi secara nasional.“Dengan atau tanpa Danet, mobil listrik nasional akan jalan. Saat ini, pabrik aki khusus untuk mobil listrik sudah dikembangkan, termasuk pembuatan teknologi motornya,” ujar Dahlan

Menurut pengamatan saya, ada semacam politik tidak sehat yg di lakukan dahlan iskan.pertama, ia membongkar mobil bersama tim bengkel kupu-kupu malam dan dua orang dari UGM untuk mengetahui teknologi mobil tersebut,dan hal ini membuat berang si pencipta teknologinya.Setelah ia bersama timnya berhasil mengetahui tekonologinya, dibuatlah sebuah kecelakaan saat uji coba dan ini membuat tim dari dahlan tidak memakai si pencipta mobil tersebut,Dengan alasan ternyata mobil yg di ciptakannya tidak memenuhi standar keamanan.  Karena dahlan iskan beserta timnya sudah mengetahui beberapa teknologinya, tidak menutup kemungkinan nanti ada ferrari listrik baru yg digadang-gadangkan temuan dahlan iskan, padahal ia hanya mencuri ide dari danet.

Sekarang mari kita sepak terjang dahlan iskan selanjutnya, kalau nanti dahlan iskan memang dahlan mengeluarkan mobil baru tanpa menggunakan jasa danet berarti ini benar ada pencurian ide seperti yg di ungkapkan danet.

mohon maaf untuk yg pro dahlan, ini hanya merupakan pengamatan dan kekecewaan saya terhadap dahlan iskan. Yang paling membuat saya kecewa adalah pernyataan dahlan yg saya tulis diatas (  “Dengan atau tanpa Danet, mobil listrik nasional akan jalan. Saat ini, pabrik aki khusus untuk mobil listrik sudah dikembangkan, termasuk pembuatan teknologi motornya,” ) di sini terlihat jelas bagaimana arogansinya dahlan, dia membongkar mobil dengan alasan mobilnya rusak, tapi mengapa danet tidak dilibatkan ? bukankah mobil tersebut masih dalam tahap uji coba ? kalau memang ada sebuah kerusakan, kenapa danet tidak dilibatkan ? bukankan dia yg menciptakan, jadi kalau ada kerusakan dia akan mencoba menyiapkan solusi terbarunya ? kenapa pak dahlan lebih memilih dua org dari UGM ? bukan danet yg punya ide ?.

terima kasih

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 16 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 17 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 7 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 7 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: